
Alex tiba di sekolah Anthony ia bersiap menuju ruang kelas tempat pembagian rapor. Disana Alex menjadi pusat perhatian, beberapa wali murid wanita berbisik membicarakannya.
"Aku wali murid dari Anthony Campbel" kata Alex seraya menjabat tangan sang guru.
"Silahkan mr...."
"Alex Androdelas"
"Silahkan duduk Mr. Androdelas. Kalau saya boleh tahu anda siapanya Anthony?"
Menyadari nama belakang keduanya yang berbeda, wali kelas Anthony tahu jika pria di hadapannya bukanlah orang tua Anthony.
"Aku ayah sambung Anthony"
"Oh baiklah maaf saya baru tahu"
Wali murid menjelaskan jika nilai Anthony mengalami perbaikan. Ia bahkan masuk kedalam lima besar di kelas.
"Bagus, kalau begitu saya permisi" kata Alex tanpa basa basi. Ia mengenakan kaca mata hitamnya dan berjalan menuju mobil nya yang terparkir di halaman sekolah.
Alex harus menghadiri meeting dengan perusahaan Sandra. Ia menelpon sekretarisnya untuk memastikan apakah Sandra akan ada di meeting atau tidak. Mengingat kaki wanita itu sedang tidak baik-baik saja.
Alex squdah nampak rapi ketika tiba di perusahaan milik Sandra yaitu CB Group. Perusahaan besar itu di dirikan oleh mendiang suami Sandra dan sekarang Sandra yang menjadi pimpinan setelah suaminya tiada.
"Selamat siang Mr. Alex silahkan masuk" direktur CB Group menyambut kedatangan Alex dan mengajaknya masuk ke ruang meeting.
Disana ada Sandra yang sudah duduk dengan tenang di kursinya. Alex melirik ke arah Sandra.
"Selamat siang nyonya Sandra" sapa Alex dengan senyum jahil.
Peserta meeting menahan tawa mereka karena geli melihat tingkah kedua orang itu.
"Baiklah kita mulai meetingnya" kata Sandra.
Cb Group dan perusahaan milik Alex bekerja sama di bidang properti. Investasi yang di tanamkan CB Group cukup besar. Sandra mewati-wanti setiap karywannya untuk berhati-hati jangan sampai mereka rugi. Karena Sandra tahu Alex cerdas dan licik.
Meeting selesai semua meninggalkan ruangan. Hanya tersisa Sandra dan Alex disana.
__ADS_1
"Bagimana sayang kau butuh bantuan?" tanya Alex seraya berjalan mendekat ke arah Sandra yang masih duduk di kursinya.
"Sekretaris ku akan membantu ku, aku tidak memerlukan bantuan mu!"
Alex memandang geram ke arah Sandra. Ia gemas melihat wanita itu marah padanya.
Alex memandang tepat ke arah kedua bola mata Sandra yang indah. Refleks ia menahan dagu lancip Sandra dan dengan cepat ******* bibir wanita itu dengan serakah nya.
"Mmmmmm!" Sandra mencoba berontak dan mendorong tubuh Alex dengan kedua tangannya. Tapi percuma Alex malah semakin menjadi. Ia menggigit bibir Sandra.
"Alex !! apa kau gila?! ini di kantor!" teriak Sandra.
"Aku tidak perduli kalau begitu jika ini di rumah apa kau akan melayani ku dengan senang hati?" Alex menunduk membisikan sesuatu yang membuat Sandra merinding.
"Aku rindu sekali dengan tubuh mu Sandra...."
Alex membuat Sandra berdiri dari duduknya, ia menopang tubuh Sandra agar tidak terjatuh.
Alex masih melancarkan aksinya. diciuminya leher Sandra hingga meninggalkan bekas disana.
"Alex berhenti!" Tangan Sandra menahan tangan Alex yang akan membuka kancing kemeja ketatnya.
"Baiklah..."
Akan ku lanjutkan di rumah, sebaiknya kau bersiap Sandra sayang. Alex memapah Sandra menuju lift. Beberapa karyawan yang berpapasan sudah tidak asing dengan pemandangan itu karena mereka tahu Alex adalah suami Sandra.
Tanpa basa basi Alex menggendong Sandra memasuki mobilnya dan keduanya menuju penginapan di pinggir pantai.
Alex sengaja ingin memberi kejutan pada Sandra, ia ingin meminta maaf pada istrinya itu.
"Kenapa kita kesini Lex?"
"Kenapa memangnya sayang? apa kau sudah tidak sabar menikmati tubuh ku?"
"Tutup mulut mu bodoh! kenapa kau bawa aku kemari?"
"Permintaan maaf, sayang aku bersalah dan aku minta maaf"
__ADS_1
Sandra hanya terdiam, ia tidak menjawab hanya memandang Alex dengan sedih. Mengingat perlakuan kemarin yang ia terima begitu menyakitkan. Tapi ia juga tidak bisa menolak keberadaan Alex. Pria itu memiliki daya pikat yang sangat tinggi.
Dengan lembut Alex menurunkan Sandra di atas tempat tidur penginapan. Ia membuka tirai hingga nampak pemandangan indah sore hari di dekat pantai. bayangan berwarna oranye terpantul melalui kaca jendela.
Wajah Sandra terlihat sangat cantik ketika bayangan oranye itu menyentuh wajahnya. Wajahnya terlihat keemasan, rambut pirangnya jadi berwarna kecoklatan.
"Indah sekali, kau sangat cantik sayang" bisik Alex. Ia melepas jasnya dan beberapa kancing kemejanya.
"Lex..." bisik Sandra di antara sentuhan Alex.
Alex tidak perduli lagi, ia memang sangat merindukan Sandra dan hampir gila di buatnya.
Dengan lembut Alex menyentuh dada Sandra. Bibirnya tidak berhenti ******* bibir Sandra.
******* mulai terdengar dari bibir Sandra yang sensual.
"Lex..."
Alex menatap wajah Sandra yang mulai sayu.
"Kau membuat ku tidak tahan Sandra, jangan lagi marah pada ku"
Dalam hitungan detik baju Sandra sudah lolos dan jatuh ke lantai. Alex memperlakukannya dengan lembut dan membuat Sandra tidak bisa menggunakan akal sehatnya. Ia ingin menolak dan berontak tapi tubuhnya berkata lain.
Alex berbaring di belakang Sandra. Tubuh mereka menyatu diantara peluh yang membasahi dahi keduanya. Tangan dan tubuh Alex tidak berhenti bergerak membuat Sandra memejamkan matanya.
"Kau menikmatinya? katakan Sandra"
"Kau menyukainya?" Alex mempercepat gerakannya lalu sengaja melambat membuat Sandra gemas.
"Kau bergetar hebat Sandra" bisik Alex. Ia mempermainkan Sandra dengan lihai. Sengaja membuat wanita itu memohon kepadanya.
"Lex..." Sandra menggelengkan kepalanya"
"Oh kau tidak sabar? katakan jika kau mencintai ku dan kau membutuh kan ku sayang" bisik Alex di telinga Sandra.
Ia memajukan badannya dan membuat Sandra menegang.
__ADS_1
"Aku ..mencintai mu Alex.." kata Sandra terbata-bata.