Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 30 Jebakan


__ADS_3

Sandra berangkat ke kantor pagi sekali karena ada meeting dengan klien. Ia sengaja tidak membangunkan Alex.


"Selamat pagi bu Sandra" sapa para staf yang juga satu lift dengan Sandra.


"Pagi..." jawab Sandra dengan senyum.


"Adel kamu sudah urus materi meeting?" Sandra bertanya pada sekretarisnya begitu tiba di ruang kerjanya.


"Sudah semua bu, sepuluh menit lagi kita mulai meetingnya"


"Oh ya bu tadi pak Yuda menelpon katanya ingin bicara dengan ibu"


"Yuda? Nanti biar saya telepon balik"


Meeting di mulai dan tepat seperti dugaan Sandra yaitu Alex terlambat datang.


Di tempat lain Alex terlambat datang bukan karena bangun kesiangan melainkan ia menemui Maura.


Keduanya terlihat menikmati makan siang di sebuah resort mewah di pinggiran pantai dengan pemandangan pasir putih menghampar.


"Lex trus Sandra sudah memaafkan kamu?" taya Maura sembari menghabiakan salad di piringnya .


"Ku rasa begitu, Sandra itu wanita baik sebenarnya ia mudah luluh. Tapi ya terkadang ia memang sedikit sombong"


"Apa sekarang istri mu tahu kalau kau makan siang bersama ku?"


"Aku tidak bilang pada Sandra, dia bisa marah kalau tahu kita makan siang bersama"


"Apa dia pencemburu?"


"Iya bisa di bilang begitu. Aku menemui mu karena kita teman lama dan aku ingin bercerita pada mu soal pekerjaan"


"Pekerjaan?"


"Benar aku ada membuka bisnis baru di bidang kosmetik. Aku rasa kau pantas jadi modelnya"

__ADS_1


"Kenapa bukan Sandra modelnya?"


"Sandra tidak akan mau, untuk apa dia jadi model hartanya sudah melimpah"


"Baiklah aku setuju, kirimkan surat kontraknya pada ku"


"Besok sekretaris ku akan menemui mu dan menyerahkan surat kontrak pekerjaan kita"


"Oke...yuk di minum Lex"


Alex menghabiskan segelas wine di hadapannya. Tidak berapa lama ia merasa kepalanya pusing dan ia teridur .


Maura melepas dasi dan kemeja Alex tidak lupa ia mengabadikan nya dengan poselnya.


Dulu aku tidak bisa mendapatkan mu Alex dan sekarang aku pastikan kau akan menjadi mikik ku selamanya. Jika kau tidak bisa meninggalkan Sandra makan biar Sandra yang akan meninggalkan mu!


***


"Ada apa anda ingin bertemu saya?" tanya Sandra di telepon. selesai meeting ia menelpon Yuda .


"Emmmm" Sandra melihat jam tangannya.


"Baiklah, dimana?"


"Bagaimana kalau di restoran sewaktu kita pernah makan siang bersama?"


"Oke saya akan kesana"


Sandra meraih tasnya dan berjalan perlahan, Kakinya sudah lumayan sembuh. Tidak terasa nyeri lagi.


"Adel saya ada urusan sebentar nanti kamu hendel dulu pekerjaan saya"


"Baik bu"


Sandra menaiki mobilnya menuju restoran yang di maksud oleh Yuda. Sebelum sampai di restoran Sandra menelpon kerumah. Ia ingin tahu apa Alex sudah bangun atau belum.

__ADS_1


"Tuan sudah pergi sejak tadi nyonya" kata seorang pelayan di rumah Sandra.


Pergi sejak tadi? Lalu kemana dia kenapa tidak datang untuk meeting?


Sandra memarkirkan mobilnya di pelataran restoran dan ia segera mencari keberadaan Yuda.


"Hai Sandra" Yuda tiba-tiba mengejutkan Sandra dengan menyerahkan sebuah buket bunga.


"Haii Yuda apa ini?"


"Hanya hadiah kecil sebagai tanda terimakasih kau mau makan siang bersama ku"


"Baiklah"


"Silahkan pesan" Yuda menyerahkan buku menu pada Sandra.


Sandra memesan sandwich dan segelas jus jeruk. Ia sedang diet jadi tidak banyak makanan yang membuatnya tertarik.


"Sandra apa kau mengenal Emely?"


"Iya aku tahu dia mantan kekasih Alex"


"Benar sekali, kemarin ia menemui ku untuk mengurus beberapa pekerjaan dan ia bercerita banyak tentang Alex"


Sandra terdiam, hatinya sedikit berdesir. Ia takut jika Yuda akan mengatakan sesuatu tentang Alex.


"Alex memikiki rencana dan tujuan yabg tidak baik dengan menikahi mu dia ingin menguasai perusahaan. Dulu ia menjanjikan pada Emely setelah menikah dengan mu dan mendapat harta mu ia akan menikahi Emely tapi Alex berbohong"


Sandra terdiam tapi ia terlihat tenang. Sebenarnya Sandra sudah menduga jika ini akan rerjadi.


"Yuda terimakasih atas informasinya, aku akan mengurus semua nanti setelah waktunya tepat"


"Sandra jika kau butuh bantuan hubungi aku jangan segan"


"Baiklah Yuda"

__ADS_1


Hati Sandra makin memanas. Ia ingin sekali memberi pelajaran pada Alex. Pria itu tidak bisa seenaknya mempermainkan dirinya .


__ADS_2