Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 67 Pagi di Kantor


__ADS_3

"Pagi nona Jovina" sapa Jeremy sembari menyerahkan segelas besar kopi Starbucks pesanan Jovina.


"Oh thank you" kata Jovina tanpa memandang Jeremy yang pagi itu terlihat rapi dan tampan. Jeremy menyelinap ke kamar ibunya tadi pagi dan mengambil dasi dari lemari Alex.


Jeremy diam-diam menjadikan Alex kiblat fashion nya.


"Kamu ikut meeting dengan divisi produksi, kita akan targetkan penjualan lebih banyak dari bulan lalu"


"Baik nona" Jeremy bergegas membawa laptopnya menuju ruang meeting.


Jovina sengaja meminta Jeremy ikut meeting agar ia bisa leluasa di ruangan kerjanya seorang diri.


Ibunya sejak pagi tak henti menelponnya untuk membicarakan masalah yang tidak penting yaitu perjodohan.


"Besok di pesta tahun baru kau harus datang dengan calon suami mu jika tidak kau harus menuruti kata ibu!" begitu perintah ibunya di telepon.


Jovina memijat pelipisnya, usianya sekarang menjelang tiga puluh lima tahun tapi ia belum memiliki kekasih apa lagi pendamping hidup.


Ia sedang menimbang kira-kira siapa yang pantas untuk di pamerkan di hadapan ibunya nanti. Vina melirik ke ruang kerja Morgan Direktur produksi pria Flamboyan yang suka Gonta ganti perempuan. ah sepertinya dia tidak bisa di harapkan.


Ganti ke Kevin direktur marketing, atasan Jovina sendiri, Kevin pria melankolis yang belum bisa move on dari mantan kekasihnya yang mencampakkannya di pesta ulang tahunnya.

__ADS_1


Ada meja kosong di hadapan Jovina yaitu meja Jeremy, anak magang yang keren, tampan, muda dan bertalenta. Usianya jauh dari Jovina tapi .....


"Ah anak ingusan mana bisa di pamerkan di hadapan ibu!" gumam Jovina.


Ternyata tanpa Jovina sadari Jeremy telah kembali dari meeting.


Astaga pemuda itu sudah duduk di tempat kerjanya, sudah lama sekali aku melamun ....!


Jovina lebih terkejut lagi saat melihat Jeremy menghampiri dirinya.


"Ada yang bisa aku bantu nona? sepertinya anda sedang gelisah"


"Diam kau siapa yang menyuruh mu kemari? cepat kerjakan tugas mu anak muda menyebalkan dan sok tahu!"


"Apa Alex dulu merasakan seperti ini dengan maama ku?" gumam Jeremy.


"Sepertinya aku memang harus banyak berguru pada Alex, tapi hidupnya sekarang sedang porak poranda Karena bangkrut..." Jeremy sedang memikirkan cara membantu Alex dan Sandra mamanya.


Sore itu Jeremy pulang kerja tepat waktu. Ia melihat mamanya sedang memegang beberapa sertifikat.


"Ma...mau diapakan sertifikat itu?" tanya Jeremy pada Sandra.

__ADS_1


"Mau mama gadaikan"


"Untuk apa?"


"Untuk modal membuka perusahaan baru"


"Kenapa harus membuka yang baru? kenapa tidak mencoba merebut kembali perusahaan mama dan Alex?"


Sandra mendongakkan kepalanya memandang anak sulungnya.


"Ma orang yang sudah merebut perusahaan mama dan Alex pastilah orang yang sangat hebat, tapi dia berbuat dengan cara curang. orang yang curang biasanya kurang percaya dengan dirinya jadi kenapa tidak mama gunakan kelemahan itu untuk membalasnya?"


Sandra ternganga ia tidak menyangka Jeremy sudah dewasa dan cerdas seperti mendiang ayahnya.


Alex yang diam-diam mendengarkan obrolan Jeremy dengan Sandra ikut terpantik semangatnya.


Benar juga kata bocah ingusan itu, seharusnya aku memiliki pikiran seperti Jeremy! -Alex-


Alex langsung berjalan pergi meninggalkan rumah dengan mobilnya. ia tergesa-gesa dan tidak pamit pada Sandra.


"Alex...! mau kemana?"

__ADS_1


"Ma sudahlah, Alex pasti sedang mencari cara untuk merebut kembali perusahaan"


__ADS_2