
Seusai pesta Sandra ikut pulang ke apartemen Alex.
Tentu saja semua bisa menebak apa yang terjadi di antara Sandra dan Alex. Keduanya berpelukan mesra di balik selimut tebal di ranjang Alex.
Sandra mengerjap membuka matanya, ia meraih ponselnya dan melihat jam berapa sekarang.
"Astaga aku terlambat....!" Sandra menarik selimut dan membungkus setengah badannya lalu berjalan cepat menuju kamar mandi.
Ia bergegas mandi dan merias diri sekenanya karena ia tidak membawa makeup komplit seperti biasanya.
Sandra memungut gaunnya yang teronggok di lantai. Ia melipatnya dengan rapi dan meletakkannya di atas meja rias.
"Lex..." Sandra mengguncang pelan bahu Alex.
Alex meraih lengan Sandra dan memeluknya erat hingga meronta-ronta.
"Alex aku sudah terlambat meeting, kau juga harus pergi bertemu klien mu bukan?!"
Alex membuka matanya, Sandra berhasil membuatnya terbangun dari tidur nyenyak.
"Benar ..ah aku juga kesiangan!" Alex bergegas mandi.
__ADS_1
Sandra membuka lemari mencari stelan kerja Alex. Ia meraih stelan jas yang sepertinya baru di beli Alex karena masih terbungkus rapi.
Jas itu berwarna maroon gelap, itu sudah jelas jas mahal dan hanya beredar dua stel di pasaran. Sandra tahu siapa desainernya.
"Lex kenapa kau membeli jas semahal ini? bukan kah kau sedang merintis usaha baru mu? kenapa tidak ambil baju yang di rumah disana jas mu banyak sekali"
"Oh itu pemberian Josie sayang" kata Alex cuek sembari bercukur. Ia membersihkan wajahnya dari bulu halus agar terlihat rapi dan lebih cerah.
"Josie? dia memberimu jas semahal ini?"
"Iya dia bilang agar aku semangat bekerja" Alex masih belum menyadari sebentar lagi gunung api akan meletus.
Sandra menyambar tasnya dan membanting pintu ia bergegas pergi meninggalkan apartemen Alex.
"Sayang! Sandra!" Alex mengejar Sandra hanya dengan selembar handuk putih melilit di pinggangnya.
"Sandra!" Alex berhasil meraih lengan Sandra sebelum Sandra memasuki lift.
"Kenapa kau marah sayang? ada apa?"
"Ada apa?! sebenarnya ada hubungan apa kau dan Josie?!"
__ADS_1
"Sudah ku katakan berkali-kali kami hanya berteman"
"Kau menganggap wanita itu teman tapi apa kau yakin dia tidak menaruh hati pada mu?!"
Alex tertegun, ia tidak tahu darimana pikiran Sandra ini berasal. mana mungkin Josie menyukainya. Mereka murni berteman saja.
"Sandra ayolah kita baru saja berbaikan, aku mohon jangan begini. jika kau tidak suka aku tidak akan memakai jas itu. aku juga belum pernah mencobanya jas itu hanya tergantung di dalam lemari"
Beberapa orang yang lewat memperhatikan Alex yang salah kostum dengan handuk nya.
Beberapa wanita terlihat tertawa dan berbisik-bisik. Jelas tubuh Alex bagian atas adalah pemandangan sempurna bagi para gadis. Otot yang terbentuk tidak berlebihan dan perut rata itu akan membuat mata menoleh.
Sandra bersedia kembali ke kamar Alex hanya karena ia tidak mau berlama-lama berdebat di luar sementara gadis-gadis itu memandangi Alex.
"Cepatlah aku menunggu mu, kita pergi sarapan bersama" kata Sandra dengan suara melembut.
Alex bergegas mengenakan stelan kerjanya dan mengenakan jam tangannya.
Ia merapikan rambutnya di depan cermin serta tak lupa menyemprotkan parfum kesukaannya.
"Yuk" Alex mengecup bibir Sandra dan menggandengnya berjalan keluar apartemen menuju restoran cepat saji untuk sarapan.
__ADS_1