Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 34 Pengakuan Alex


__ADS_3

CB Group akan mengadakan pesta untuk merayakan hari jadinya. Tamu undangan yang akan hadir adalah dari para kolega perusahaan. Yuda juga datang sebagai tamu kehormatan.


Josie yang sekarang ikut bergabung dengan CB Group pun ikut di undang.


"Kau ingin bertemu dengannya? jika iya maka datang ke pesta itu bersamaku" Josie menyerahkan undangan dari CB Group.


Alex masih terdiam, ia memijat keningnya. kepalanya pusing lontang lantung tidak memiliki pekerjaan. Ia di blokir di beberapa akses perusahaan besar.


"Baiklah aku akan datang bersama mu"


Josie tersenyum memandang wajah Alex yang gelisah.


"Aku akan tinggal di apartemen Bram jadi sekarang sebaiknya aku kesana"


Josie mengangguk, ia tidak bisa meminta Alex tinggal dengannya karena pria itu terlihat tidak nyaman bersama dengannya.


Alex tidak pergi ke apartemen Bram melainkan ke kantor utama CB Group. Ia menemui Sandra disana.


Alex menerobos meeting siang itu. asisten Sandra mencoba mencegahnya tapi kewalahan.


"Aku harus bicara dengan mu" Alex menatap Sandra dengaan tatapan memaksa. Sorot matanya penuh ancaman jika Sandra tidak menurutinya bisa jadi ia akan mempermalukan Sandra di depan para kliennya.


"Adel ambil alih meeting"


"Baik Bu"


Sandra berjalan menuju ruang kerjanya di ikuti Alex.

__ADS_1


"Lepaskan!" Alex mencekal tangan Sandra dengan kuat.


"Lex kau mau meremukan tangan ku?" Alex melepaskan cengkeramannya. Ia menarik Sandra ke pelukannya.


"Maafkan aku Sandra, aku mencintai mu..."


Sandra terdiam ia tidak berontak sama sekali. ia mencoba mencerna pengakuan Alex barusan.


"Aku tidak akan melepaskan mu Sandra, apa lagi untuk pria lain!"


"Lex...." gumam Sandra.


Alex mendekatkan wajahnya pada Sandra hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan.


"Katakan pada ku jika kau memang tidak memiliki rasa apapun untuk ku?!"


Sandra mencoba memalingkan wajahnya tapi dengan sigap Alex menahannya dan ******* bibir Sandra.


"Mmmhhhhh! L..ex..!" Sandra mencoba bernapas dan bicara terbata-bata.


"Kau masih istriku Sandra jadi aku tidak akan membiarkan Yuda atau pria manapun berani mendekati mu!"


Alex membalik tubuh Sandra menghadap ke dinding. Ia menarik rok ketat Sandra dengan kasar.


"Lepaskan! Alex jangan gila!


Plak ..! Sandra menampar wajah Alex. sesaat suasana diam. Alex mematung seraya tersenyum pada Sandra yang terlihat menyesal karena baru saja menampar Alex.

__ADS_1


"Pergilah....Lex pergilah aku mohon" kata Sandra lirih. Ia duduk perlahan di kursinya dan menangis.


Melihat Sandra jadi lemah seperti itu Alex tidak tega. Ia mengecup kepala Sandra dan berjalan pergi meninggalkan ruang kerja Sandra.


Sandra hanya bisa memandangi punggung Alex yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu.


tuk...tuk....


"Masuk"


"Maaf Bu anda tidak apa-apa?" Adel sekretaris Sandra datang membawa segelas teh hangat.


"Hmmm, aku ingin sendiri"


"Baik Bu saya permisi"


Di luar ruangan para karyawan saling berbisik setelah melihat Alex dari ruang kerja Sandra.


"Bukannya itu pak Alex? perusahaan nya kan sudah di akuisisi oleh Bu Sandra"


"Dasar berondong, pasti dia berniat mengambil harta Bu Sandra dan sekarang malah kena getahnya"


"Iya ..tapi kalau seandainya pak Alex tidak jadi dengan Bu Sandra aku mau jadi istrinya. Secara dia tampan gitu loh ..."


Terdengar tawa cekikikan dari para penggosip itu. Sandra bukannya tidak dengar apa yang mereka bicarakan hanya saja ia malas menegur mereka.


"Adel saya pergi dulu, kamu wakili saya di meeting nanti ya"

__ADS_1


"Baik Bu"


Sandra memasuki mobilnya dan melaju menuju perusahaan yang dulu milik Alex. Ia ingin bertemu Josie.


__ADS_2