
Josie mencari keberadaan Alex di bar. Ia mendapat informasi dari Bram.
Alex sedang terkapar di meja karena terlalu banyak minum.
"Lex..." Josie menyentuh pipi Alex dengaan lembut. Ia prihatin melihat Alex sekarang benar-benar terlihat menyedihkan.
Josie susah payah memapah Alex menuju mobilnya dan membawanya ke apartemen miliknya. Sesampainya di apartemen Josie merebahkan Alex di sofa.
"Lex bangun .."
Alex membuka matanya tapi kesadarannya belum pulih karena minuman. Ia tersenyum pada Josie.
"Sandra akhirnya kau memaafkan aku ..?" Alex meracau lalu tidur kembali. Josie hanya menggelengkan kepala. Ia meraih selimut tebal di lemari dan menyelimuti tubuh Alex yang tertidur di sofa.
Semalaman Josie memandangi wajah Alex, ia sangat menyukai pria itu.
Seandainya kau memilih ku, aku tidak akan berbuat seperti yang Sandra lakukan pada mu Lex ...
Jemari Josie mengusap lekukan hidung mancung Alex lalu turun ke bibir Alex. laki-laki itu masih tertidur pulas.
Bahkan saat sedang seperti ini pun kau masih saja terlihat tampan. kenapa pria seperti mu di sia-siakan oleh Sandra?
Paginya Josie langsung bangun dan membuatkan sarapan untuk Alex dan dirinya. Ia sempat berolah raga seperti biasanya.
Alex terbangun dengan kepala berat seperti tertindih batu. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan tempatnya berada.
Sepertinya ini bukan apartemen Bram, dimana aku?
__ADS_1
"Kau sudah bangun?" suara lembut itu membuat Alex terperajat. Ia melihat Josie dengan stelan olah raga. sexy dan modis itulah Josie.
"Kenapa aku disini?" gumam Alex tidak jelas.
"Aku menyusul mu ke bar dan membawa mu kemari. sekarang mandilah lalu kita sarapan"
"Oh ya itu baju ganti mu ada di kamar ku pakai saja aku sengaja membelikan untukmu"
Alex menuruti perkataan Josie yang sudah mirip dengan Sandra saat lagi hari mengomel membangunkannya untuk mandi dan berangkat ke kantor.
Selesai mandi Alex mengenakan stelan kemeja putih dan jas hitam pemberian Josie. Ia terlihat gagah dan tampan. Alex merapikan rambutnya dan berjalan menghampiri Josie.
"Terimakasih Josie maaf aku merepotkan mu"
"Tidak masalah, aku memang mencari mu dan Bram mengabari ku semalam"
"Ayo makan lah"
Alex memandang makanan yang sudah disiapkan Josie di atas meja makan.
"Hmmm apa ini menu diet?"
Josie tersenyum dan melirik Alex. Ia hampir tidak tahan melihat Alex setampan itu pagi-pagi..
"Kau tidak ke kantor?". tanya Alex sembari mengunyah sandwich nya.
"Aku cuti"
__ADS_1
"Jika aku atasan mu aku tidak akan mengijinkan mu cuti"
"Kenapa?"
"Perusahaan bisa rugi besar jika pimpinan secerdas dirimu cuti"
Josie tertawa dan mencubit lengan Alex yang berbalut jas.
"Jadi mau apa kita setelah ini?" tanya Alex.
"Mau apa? jika aku meminta mu naik ke ranjang ku apa kau bersedia?" Josie hampir menggigit lidahnya sendiri karena perkataan nakalnya barusan.
Ia memang sangat tergoda dengan laki-laki di hadapannya. Apa lagi sekarang Alex sedang tersenyum jahil padanya.
"Josie ..kau bukan wanita seperti itu" kata Alex sembari tertawa. Ia memang menganggap Josie sedang bercanda.
Itu adalah penolakan secara halus yang Alex berikan . Josie kecewa tapi ia senang pria itu menghargainya dan menjaga dirinya.
"Kita akan ke pusat perbelanjaan aku aku amu shoping"
"Baiklah ..aku akan membawakan tas belanjaan mu"
Keduanya lalu tertawa lepas, Alex merasa terhibur dan Josie juga terlihat bahagia bersama Alex walau hanya berteman dan tidak melakukan apa-apa seperti bercinta misalnya, tapi ia tetap senang bisa melihat Alex.
Josie menggamit lengan Alex dan berjalan serasi di pusat perbelanjaan. keduanya seperti model internasional dengan postur menjulang dan body yang perfek. sempurna itu adalah gambaran untuk Josie dan Alex jika mereka adalah pasangan.
Di kejauhan Seseorang tengah memandangi mereka dengan hati bergetar, ia adalah Sandra yang kebetulan ada di pusat perbelanjaan yang sama.
__ADS_1
Perkataan Josie kemarin terngiang di kepala Sandra. Hatinya memanas di bakar cemburu. Josie adalah wanita berkelas di banding para wanita yang mendekati Alex selama ini. tidak mustahil jika Alex akan tertarik dengannya.