Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 16 Peran Ayah Sambung 1


__ADS_3

Emely terlihat mendatangi kantor Alex dengan penampilan cetar seperti biasanya. Ia menerobos masuk ke ruang kerja Alex.


Alex mendongakkan wajah tampannya dan memandang dingin pada Emely yang berdiri dengan pose sempurna bak model papan atas.


"Ada apa?" tanya Alex yang kembali mengalihkan perhatiannya ke layar laptop di hadapannya.


"Alex sayang kau tidak lupa janji mu pada ku bukan? kapan kau tinggalkan si tua itu?"


Alex menyeringai kecil dan tidak menjawab pertanyaan Emely.


"Alex...." Emely sudah berada di samping Alex dan merangkulkan kedua tangannya ke leher pria itu. Aroma parfum menyeruak menyapa penciuman Alex. Ada sedikit yang membuat Alex terhenyak di pagi itu adalah bagian dada Emely yang besar terasa menggesek bagian bahu Alex. Terasa kenyal sempurna.


"Ehmm! Emy....." Alex mencoba melepas rengkuhan Emely di lehernya.


"Kenapa sayang? kau tidak suka ku peluk?"


Alex berdiri dari duduknya dan rengkuhan Emely terlepas. Wanita itu terkejut dan sedikit memundurkan langkahnya. Ia menatap Alex geram.


"Emely aku tidak tahu kapan akan meninggalkan Sandra jadi kau jangan mengacaukan rencana ku, atau aku akan mendepak mu selamanya dari hidup ku!"


"Aku akan mengadukan pada Sandra semua rencana busuk mu jika kau berani membuangku dari hidup mu!"


Emely tersenyum sinis dan melangkah pergi meninggalkan Alex yang mematung. Alex sedang berpikir betapa berbahaya nya Emely jika ia membongkar semua rencananya pada Sandra.

__ADS_1


Di tengah renungan Alex tentang Emely yang licik ponsel nya berbunyi. Nama tidak dikenal tertera di layar ponselnya.


"Selamat siang tuan, apakah benar anda tuan Androdelas ayah dari Jeremy Cambpel?"


Suara asing, tegas dan lugas terdengar di telepon. Alex mengerutkan keningnya. Ia tidak tahu sejak kapan Jeremy mengakuinya sebagai ayahnya.


"Benar, dengan siapa saya bicara?" tanya Alex sembari mengelus dagunya dengan jemari.


"Anak anda Jeremy di tahan di kantor polisi karena laporan dari keluarga Keenan tentang pelecehan pada putri mereka"


"Pelecehan?"


"Benar, apa anda bisa segera kemari untuk di mintai keterangan tentang Jeremy?"


Alex mematikan telepon dan menghubungi Sandra. Telepon tidak di angkat, Alex memutuskan ke kantor polisi sendiri. Ia berangkat dengan mobilnya.


Setibanya di kantor polisi Sandra menghampiri Alex dengaan wajah sembab.


"Sandra....." Alex menatap Sandra dan Jeremy bergantian. Jeremy yang di tuduh sebagai pesakitan hanya tertunduk menyedihkan.


"Alex tolong ....." Sandra terlihat memelas memandang Alex. Detik itu juga segala rencana Alex yang sudah ia susun untuk mendapatkan harta Sandra telah luntur. Alex memandang wanita di hadapannya yang tidak berdaya dan memelas. Entah kenapa melihat Sandra seperti itu hatinya terasa hancur.


"Tenanglah sayang" Alex menenangkan Sandra dan kembali duduk di depan meja polisi.

__ADS_1


"Saya minta waktu untuk bicara dengan Jeremy"


"Silahkan"


Alex menghampiri Jeremy dan menepuk pelan bahu Jeremy memberikan kekuatan dan semangat pada anak sambungnya itu.


"Jagoan, katakan jika ini tidak benar?" Alex menatap lekat mata Jeremy, memastikan Jeremy tidak akaan berbohong padanya.


"Aku tidak melakukan apapun pada gadis itu, dia memfitnah ku" kata Jeremy putus asa.


"Baiklah aku lega mendengar mu tidak melakukan kesalahan itu. Kau jangan cemas aku akan mengurus semua"


"Apa aku bisa bebas sekarang?"


"Aku rasa belum, aku dan ibu mu akan mencarikan pengacara terbaik untuk mu. Jika kau memang tidak bersalah kami akan mengeluarkan mu secepatnya"


Jeremy mengangguk, sementara Sandra menangis dan memeluk anak sulungnya.


"Alex bagaimana ini?" tanya Sandra ketika keduanya sudah berada di dalam mobil Alex.


"Kita Carikan Jeremy pengacara bagus, aku percaya dia tidak melakukan perbuatan itu"


Sandra mengangguk dan menjatuhkan kepalanya di bahu Alex.

__ADS_1


__ADS_2