Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 50 Rindu


__ADS_3

Josie turun dari apartemennya ke lantai bawah. Ia menoleh ke sekeliling, biasanya Bram muncul tanpa di undang tapi beberapa hari ini pria itu menghilang bak di telan bumi.


Kemana dia? kenapa tidak pernah kelihatan lagi? tapi baguslah aku jadi bebas tidak ada yang mengganggu dan membuatku kesal lagi.


Josie mengendarai mobilnya menuju gedung perkantoran. Ia berjalan angkuh menuju meja kerjanya. Beberapa staf pria melihatnya dengan kagum dan mencoba menggodanya. Tapi percuma Josie tidak akan tertarik dengan mereka.


Meeting segera di mulai, Sandra sudah ada di ruangan sementara kursi Bram kosong.


"Hai Josie" sapa Sandra.


"Hai Sandra" Josie memandang kursi Bram yang kosong. Tidak biasanya Bram absen di meeting sepenting ini. Perusahaan Bram adalah kolega utama karena itu di Pastikan ia selalu ada di setiap meeting besar.


"Apa kau mencari Bram?" Tanya Sandra tersenyum mengejek.


"Tidak"


"Apa dia tidak memberitahu mu dia akan kemana atau dia sedang dimana?"


"Tidak dan saya juga tidak mau tahu dia dimana"


"Baguslah kalau begitu, ayo kita mulai meetingnya"


Meeting berjalan cukup lama dan baru kali ini Josie merasa bosan. Biasanya pekerjaan akan menjadi nomor satu untuknya. Menghadiri meeting adalah makan sehari-hari yang membuat Josie bisa menunjukan kemampuannya di depan banyak orang penting.

__ADS_1


Tapi kali ini semua terasa hambar, tidak bergairah dan cenderung bosan.


Josie hampir tidak menggubris orang-orang di ruangan meeting itu. Pikirannya berkelana tanpa bisa ia kendalikan. Ia memikirkan Bram.


Sial! Kenapa aku terus memikirkannya?


Akhirnya meeting selesai Josie segera meninggalkan ruangan dan menuju meja kerjanya. Ia memeriksa ponselnya, melihat kontak Bram. Ia ragu untuk menelpon atau menanyakan kabar Bram.


"Kemana dia kenapa tidak muncul seperti biasanya?"


Josie melirik jam tangannya sudah jam pulang kerja. Ia menyempatkan diri untuk makan di restoran langganannya dulu sebelum pulang ke apartemennya.


Di dekat mejanya Josie melihat Maura, adik Bram. Ya Josie yakin itu Maura dan ia mendekati meja di sampingnya.


"Kau...?"


"Aku Josie apa kau ingat? kita pernah bertemu disini beberapa hari yang lalu saat kau dan kakak mu makan siang"


"Oh benar kau teman kak Bram yang mengira aku adalah selingkuhannya" Maura tersenyum geli. Sementara Josie menahan malunya.


"Apa kau kemari bersama Bram?"


"Tidak aku kemari dengan pacar ku, kak Bram sedang pergi"

__ADS_1


"Pergi? Kemana? Maksudku kenapa ia tidak hadir di meeting?"


"Kakak ku pergi berlibur ke tempat yang jauh, aku tidak tahu kapan ia akan kembali"


"Oh begitu ya...baiklah maaf mengganggu mu aku harus pergi sekarang"


"Senang bertemu dengan mu, Josie.."


"ya?" Josie menghentikan langkahnya.


"Apa aku perlu memberitahu kak Bram kalau kau menanyakan kabarnya?"


"Tidak perlu, ku mohon...aku hanya spontan saja tadi menanyakan Bram karena ia tidak datang di meeting itu saja"


"Baiklah ..."


Josie memasuki mobilnya dan ia segera mengutuki kebodohannya yang telah bertanya pada Maura soal Bram.


Apa aku terlihat sekali ingin tahu kabar pria menyebalkan itu? Josie Michelle ini sudah tidak benar apa yang terjadi pada mu?!


Josie tiba di apartemennya dan seperti biasa sepi. Ia merindukan Bram yang tiba-tiba muncul di depan pintu apartemennya membawakannya makan malam sebagai alasan untuk mampir dan mengobrol.


Sekarang pria itu sedang berlibur entah kemana, Josie merindukannya.

__ADS_1


__ADS_2