
Sandra mengganti perban di pergelangan kaki Alex. Ia menaikan kaki Alex yang sakit ke atas pangkuannya.
"Kenapa kau diam saja?" Sandra membuka suara karena ia lihat suami brondongnya itu tidak secerewet biasanya.
"Tidak ada, aku hanya sedang mengaggumi istriku yang sungguh cantik dan baik"
"Di rumah kau memujiku tapi di luar kau memuji perempuan lain" kata Sandra tetap tenang sembari mengikat perban.
"Itu memang keahlianku sayang, tapi percayalah hanya kau di hatiku"
Sandra aku sedang bimbang dengan hati ku sendiri. Seharusnya bulan ini aku menguras seluruh harta mu dan aku akan pergi meninggalkan mu. Tapi kenapa tidak aku lakukan segera malah aku sibuk mengagumi mu Sandra.
"Kau melamun?" suara Sandra mengagetkan Alex.
"Sedikit"
"Apa yang kau pikirkan?"
"Rahasia"
"Apa soal kau akan menipu ku?"
"Benar" Alex menarik lengan Sandra yang akan beranjak pergi. Sandra terduduk di pangkuan Alex.
"Seharian ini kau tidak memberiku hadiah seperti biasanya" Alex memanyunkan bibirnya. Pertanda ia meminta ciuman Sandra.
__ADS_1
"Tidak hari ini aku tidak mau melakukannya"
"Kalau begitu biar aku saja yang melakukannya. Kau tinggal diam saja dan menikmatinya" Alex menyeringai disaat bersamaan datang Antony.
"Ma..."
Alex menarik wajahnya dengan ekspresi kesal.
"Jagoan tidak bisakah kau tidur? ini sudah malam!" Sandra mencubit pinggang Alex.
"Diam kau" bisik Sandra kesal.
"Ada apa sayang?"
"Mama besok aku akan pergi kemping selama tiga hari"
"Benar"
"Baiklah kalau begitu"
Alex tiba-tiba memiliki sebuah ide. Ia ingin mengajak Sandra pergi ke pedesaan. Ia ingin mengerjai Sandra dengan hidup jauh dari fasilitas mewahnya.
"Sayang bagaimana kalau kita juga pergi ke pedesaan?"
"Kau gila? bagaimana dengan kaki mu?"
__ADS_1
"Sudah baikan aku rasa dua hari kedepan aku sudah bisa berjalan normal. Apa kau mau ke pedesaan? disana udara sejuk dan sangat menyenangkan"
Sandra terdiam memikirkan ide aneh Alex. Sejauh ini Sandra hampir tidak pernah mengunjungi tempat-tempat seperti pedesaan atau peternakan. Ia lebih sibuk berkunjung ke acara sosialita dan pesta-pesta semalam suntuk.
Sandra penasaran juga dengan tawaran Alex dan akhirnya ia mengiyakan untuk bepergian ke desa. Alex sengaja mengajak Sandra menumpangi kereta kelas bisnis menuju pedesaan. Ia meninggalkan mobil mewah dan fasilitas lainnya. Di koper Sandra tinggal baju dan perlengkapan sehari-hari.
Sepanjang perjalanan Sandra merasa cukup terhibur melihat pemandangan yang tidak ia temui di kota dan di pesta sosialita. Tidak berapa lama keduanya tiba di penginapan.
"Kita mmenginap disini?" Sandra terheran dengan penginapan sederhana di hadapannya. Itu jauh dari kesan mewah yang di pikirkannya. Ia kira pria di sampingnya itu akan mengajaknya menginap di hotel.
"Dimana hotelnya?"
"Hotel? untuk apa? lebih baik kita tinggal di penginapan ini dan menikmati bulan madu kita yang sesungguhnya"
"Kau bilang apa?! jadi aku harus tinggal di tempat ini?! itu tidak akan terjadi Alex, aku akan menelpon sekretaris ku meminta ia memesan tempat yang lebih layak untukku"
Sandra sibuk dengan ponselnya, Alex terlihat tenang saja. Ia menyeringai sembari mengangkat kopernya memasuki penginapan. Sandra menggerutu kesal karena tidak ada sinyal di sana. Ia tidak bisa menelpon sekretarisnya.
"Sial!" Akhirnya Sandra mengangkat kopernya dan mengikuti Alex. Penginapan itu lebih mirip seperti rumah. Sandra melihat-lihat sekeliling ruangan.
"Alex apa ini?!" wajah Sandra memucat melihat kamar mandi tanpa bathup dan hanya ada gayung disana bahkan shower pun tidak ada.
"Bagaimana aku mandi Lex?"
"Kau tidak bisa memakai alat itu? atau kau sengaja ingin mandi berdua dengan ku?" Alex tersenyum jahil melihat Sandra marah besar padanya.
__ADS_1
Nikmatilah Sandra, jika nanti aku kuras hartamu, kau akan terbiasa dengan kehidupan sederhana.