Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Bingung


__ADS_3

Sherin membeku melihat Alex memegang pisau yang sama mendekatinya dengan aura yang menakutkan..


Bayangan yang terlintas di kepalanya adalah, ketika Alex menyiksa seorang wanit beberapa waktu lalu di hadapannya...hingga Sherin menjadi gemetar,....dia sudah berada di pagar balkon dan tak bisa pergi kemanapun..


Apakah ini akhir hidupnya...?


Airmata Sherin menetes menyesali betapa malang hidupnya selama ini..Sherin tak akan pernah bisa bertemu dengan orang tuanya, kesuciannya hilang dan kini...dia akan menghadapi kematian yang menyakitkan di depan sang psikopat kejam ini..


''Bagaimana kalau kita bermain Nayra sayang...''


Sherin terdiam di tempatnya...ia sudah pasrah....ketika Alex mendekat dan mulai mengangkat pisaunya ke udara.....Sherin memejamkan matanya seiring rasa sesak yang tiba-tiba menyerang pernafasannya...


Sherin tak kuasa menahan rasa sesak di dadanya hingga tubuhnya goyah...baru saja pisau itu akan mendarat di tubuhnya Sherin sudah jatuh tersungkur di lantai hingga membuat Alex benar-benar terkejut setengah mati...


Pria itu bergerak mundur menatap Sherin tanpa kedipan mata..ini pertama kalinya dia melihat seseorang susah bernafas di hadapannya bahkan Sherin terlihat sangat kesakitan padahal pisaunya bahkan belum menyentuh..


''Sherin......''


Hanya suara itu yang keluar dari Alex dia sungguh-sungguh tak menyangka melihat Sherin mungkin akan mati sebentar lagi..


Jemari Sherin menggapai sesuatu yang tidak di mengertinya..


''Aaaarrhh.....''


Sherin memegang dadanya dan di saat itulah pisau yang di genggam Alex jatuh dari genggamannya..tanpa berpikir dan hanya mengikuti nalurinya...Alex mendekat meraih Sherin berpindah ke dalam pelukannya dan mengerutkan kening..


''Apa yang terjadi.....apa yang harus kulakukan Sherin...'' suara Alex tercekat di tenggorokannya..


''Obatku......nafas Sherin mulai satu-satu....''


Alex menoleh ke segala arah...


''Obat apa....''


''Asma....aa...aaku penderita asma...aku mohon obatku...''


Sherin hampir kehilangan kesadaran hingga Alex merasakan perasaan takut yang selama ini dia sembunyikan..kondisi Sherin sama persis dengan kondisi ibunya yang akan meninggal tepat di depan matanya...


Mata Alex berkaca-kaca tanpa sadar.....


'''Baiklah....aku akan menyadarkan tubuhmu disini..jangan bergerak..cobalah tenang...aku akan mendapatkan obatmu...''


Alex lalu berdiri dan kembali ke dalam kamar, dan meninggalkan Sherin yang berada di balkon kian lemah...airmatanya menetes pasrah di wajahnya menyadari dia mungkin akan berakhir hari ini...


''Ibu......ibu....aku merindukanmu...''isak Sherin di saat ia mulai kehilangan kesadaran...

__ADS_1


Sherin memegang dadanya yang mulai terasa sesak...rasanya nafasnya sudah akan pergi darinya..


Namun....


Tepat di saat yang sama...


Alex mendekatinya dan menyerahkan Ventolin kepadanya dan membiarkan gadis itu menghirupnya..


''Lakukan lagi Sherin...'' titah Alex ketakutan...


Seluruh tubuh Sherin menjadi dingin......Alex menjadi saksi dimana dia mnelihat Sherin hampir mati di depan matanya, dan menjadi lega karna akhirnya gadis ini bisa bernafas kembali....dan ia bisa membuka matanya lagi..


Alex sendiri juga yang kini merasa sesak nafas....mengapa dia merasa takut jika Sherin akan mati di depannya..bukankah dia lebih suka melihat rasa sakit dan kematian..mengapa rasanya berbeda ketika Sherin tadi hampir meregang nyawa di depannya..


Mengapa ia juga ikut gemetar karna takut kehilangan...? Padahal Sherin bukan siapa-siapanya...melainkan gadis pembohong yang baru saja di tidurinya...


''Terimakasih tuan.....''suara Sherin akhirnya terdengar pelan meski sangat lemah..


Alex menatap mata Sherin yang sayu...dan ketika gadis itu berusaha mengangkat tangannya Alex merasakan sesuatu di hatinya..meski sekuat tenaga dia ingin menolak..


''Sherin.........''


Airmata Sherin menetes di wajahnya....ketika kesadaran itu mulai menariknya untuk tenggelam dan tertidur lelap..


''Sherin.....Sherin apa yang terjadi...''


Alex mengangkat tubuh Sherin dan membawanya masuk ke dalam kamar dan membaringkannya dengan bantal yang sedikit tinggi lalu meraih ponselnya dan bicara...


''Aku butuh dokter sekarang.........''teriak Aris dengan suara yang keras putus asa...


Usai menelfon....


Alex menoleh mendapati Sherin yang terbaring pucat..lagi-lagi pemandangan itu nyaris seperti sang ibu dulu hingga Alex mengepalkan tangannya...


''Sherin....aku tak akan mengijinkan kau pergi...kau dengar itu....''desis Alex tajam...


*************


Tak berapa lama kemudian beberapa Dokter datang dengan memasukan alat seperti tabung oksigen di kamar..sementara Alex hanya mengerutkan kening..


''Tuan Alex...tuan bisa tunggu di luar kami akan memeriksa....''


''Di hanya menderita Asma mengapa kalian bersikap seolah dia sakit berat dan akan mati...''teriak Alex tak terima..


'Tuan Alex.....karna nona Sherin sudah merasa sesak lama...kami harus memakai oksigen atau dia tak akan selamat...percayalah pada kami tuan....kami akan berusaha menyelamatkan nyawanya..''

__ADS_1


Untuk sesaat Alex menoleh pada Sherin yang terbaring pucat di atas ranjang..pria itu mengeraskan wajahnya..ia kembali menatap sang dokter penuh ancaman...


''Selamatkan dia dokter karna sampai dia tidak selamat maka kalian semua juga tak akan keluar dari rumah ini dengan hidup-hidup...''ucap Alex penuh penekanan..


Sang dokter menunduk patuh..


''Kami akan melakukan yang terbaik, jadi tuan bisa tenang dan menunggu di luar karna aku tak bisa bekerja dengan maksimal..''


Alex akhrinya menyerah..sesaat ia melirik Sherin dan menghela nafas..


''Aku menunggu kabar baik Dokter dan aku akan menjadi tenang..''


Alex akhirnya keluar dari sana..dan menunggu walau rasanya sangat lama...


*********


Alex tampak tidak tenang, hingga dia berjalan kesana kemari dengan gelisah..sementara para anak buahnya hanya menunduk patuh, mereka tidak bersuara sedikitpun ketika Alex sedang cemas...


Mengapa lama sekali...apa yang terjadi, apakah Sherin selamat ataukah tidak...mengapa mereka tidak juga keluar dari sana...?


sungguh hal ini membuat Alex seakan gila karna menunggu..


'Tuan Alex....istirahatlah sebentar...''


Itu adalah suara sang asisten yang merangkap sebagai anak buah kepercayaannya yang bernama Virgo....


Alex menoleh.....


''Aku tak bisa tenang..aku tak bisa istirahat dengan baik jika aku belum tau perkembangan gadis itu....dan kau meminta aku tenang Virgo...''suara Alex meninggi di tengah ruangan hingga Virgo kembali menundukan kepalanya dalam-dalam...


''Aku minta maaf tuan Alex...''


Alex hanya melangkah menjauhi Virgo yang menghela nafas lega...biasanya tuan pasti akan langsung memukul atau menghajar jika dia sedang marah, namun kali ini berbeda...tuan bisa menahan diri...itu adalah keajaiban..


Virgo hanya bisa bersykur karna itu..


Alex memutuskan inilah akhir dari kesabarannya....mereka terlalu lama di dalam dan dia tak bisa menunggu lebih lama....


Alex melangkah mendekati pintu kamar...baru saja dia akan membuka, pintu terbuka lebih dahulu dan dokter tadi keluar dengan kerutan di dahinya..


''Tuan Alex....''


''Bagaimana Sherin..mengapa kau lama sekali...''


Sang dokter berdehem, berusaha menepis aura ketakutan yang menguasainya ketika berada di dekat Alex..

__ADS_1


''Sebenarnya kondisi nona Sherin....''


__ADS_2