
Pagi hari....
Ketika sensasi mabuk sudah hilang, Alex benar-benar tekejut mendapati dia terbangun dengan kenyataan bahwa Serena berada di dalam pelukannya..ingatan tentang percintaan semalam benar-benar membuatnya beku..bagaimana bisa dia lepas kendali..memang sudah lama dia tidak merasakan perasaan lega seperti ini...hasratnya tersalurkan dan juga...ada rasa damai ketika dia memeluk wanita yang sudah 10 tahun ini menghilang darinya..
Hening..
Ketika Alex merasakan hangat saat tubuh mereka saling menyatu....Sherin masih terlalu cantik di usia 30an...dia bahkan sama seperti seorang gadis yang cantik...Sherin tidak kehilangan pesonanya..
Bagaimana sekarang..Alex tak bisa menghidar saat bola mata Sherin bergerak-gerak...Sherin itu membuka matanya dan langsung terkejut menyadari tatapan Alex yang tajam kepadanya..
''Astaga,....''jerit Sherin bergerak mundur dan menarik selimut bersamanya...
Keduanya bertatapan....
Alex menatap Sherin yang tampak seksi di balik selimutnya...
''Kau cantik sekali...''
''Cih....apa kau ingat apa yang kau lakukan..''desis Sherin menyipitkan matanya dengan tajam.
''Aku..''
''Yah...dirimu..astaga, kau tergoda juga padaku..''Sherin mengumpat..
Alex tertawa...
''Benarkah semalam aku tergoda olehmu...''
''Lalu menurutmu apa....''
''Kau yang menggodaku Sherin..''
''No....jangan memutar balikan fakta...aku harus segera mandi karna anak-anak akan datang.''
Sherin hendak berdiri namun Alex menarik tubuhnya hingga gadis itu terjatuh kembali di ranjang...
Hening ketika pria itu bergerak naik dan menatap Sherin yang melotot..
''Mengapa kau terlihat malu-malu..''
''Aku tidak Alex....lepaskan...anak-anak akan mencari kita..''
Sherin akan bangun namun Alex kembali menekan tubuhnya...hingga Sherin jatuh kembali ke ranjang..
''Alex....'' jeritnya protes..
''Bagaimana kalau kita mandi bersama...''
''Tidak...aku lebih dulu..''
Sherin mendorong tubuh Alex menjauh darinya namun Alex pun berdiri dan mengejar Sherin hingga masuk di bawah shower..
Pria itu mendorong tubuh Sherin agar berada di bawah derasnya air hangat yang membasahinya,..
''Alex.....''
Suara Sherin bergetar ketika tangan pria itu menjebak tubuhnya dan mendekatkan wajahnya...
''Kau istriku Sherin.....aku akui aku memang merindukanmu...kau adalah istriku, ibu dari anak-anakku...aku tak bisa berhenti untuk memikirkanmu..''
Sherin melonggarkan tenggorokannya...dia menghela nafas merasa sungguh gugup ketika sinar mata Alex membara...
__ADS_1
''Aaa....apa artinya kau sudah memaafkan aku....Alex.''
Suara Sherin menggantung di udara...
Ketika bibir Alex kembali menyentuh bibirnya dengan getaran yang berbeda..
''Yah...aku menyerah...aku kalah dan kau menang Sherin..aku menyerahkan hidupku kepadamu..''bisik Alex menarik tubuh polos Sherin merapat kepadanya...
Deg!!!!
Sherin dan Alex saling memenjara tatapan mereka,....seiring Alex yang mulai mengecup ringan leher Sherin dan membuat wanita itu mulai tergoda..
''Alex...anak-anak akan,....''
''Tidak masalah...bukankah Zelina menginginkan adik..'' sinar mata Alex membara....
''Hah..........''
Sherin mengerang.....ketika Alex kembali meraihnya..
Oh...tidak....
*************
Pagi yang indah itu juga menjadi satu pemandangan yang cukup kaku di antara Nia dan David...mereka sudah membersihkan diri masing-masing hanya saja...anak-anak belum bangun jadi mereka memutuskan untuk duduk bersama..
David menatap Nia dan berdehem..
''Nia...tentang samalam...''
''Jangan minta maaf...aku juga ingin melakukannya tuan David...kau sama sekali tidak salah..''ucap Nia dengan gugup..
''Darimana anda tau tuan...''
Deg!!!!!
David memejamkan matanya..
''Maaf...aku mendengar kalian bicara...''
Nia tersenyum....
''Aku akan pergi tuan David....aku tak ingin mengecewakan Syakira...kami sudah berjanji..juga Jason dia senang sekali dengan para kembar, jadi...dia masih membujukku agar aku mengiyakan kami ikut ke pulau..''
''Jason tampan....''ucap David menatap Nia..
''Yah....dia adalah anak Rudi..''ucap Nia memberi ketegasan..
David menghela nafas...mengapa Nia harus berbohong...baiklah meski ini sedikit lucu tapi...David akan mengikuti permainan Nia...
Mereka masih di kamar sekarang...
''Nia....''
''Yah........''
''Kemarilah....''
Nia pun bangkit dan mendekati David lalu duduk di sebelahnya..dan pria itu membalikan tubuhnya hingga mereka saling menatap...
''Nia....''
__ADS_1
''Ya....''
''Aku merasa setelah apa yang kita lakukan....aku tak bisa melepasmu..'' ucap David dengan mata yang menajam...
''Hah....''
Nia membeku mendengar ucapan David hingga ia berdehem..
''Jangan berpikir tentang hubungan kita tuan David...jangan juga merasa bersalah lalu kau akan bertanggung jawab aku tak butuh..''
''Lalu...kau akan tetap menikah dengan Rudi...''
''Aaa....aku tak bisa menjawab tapi tuan David..jangan memaksaku....biarkan itu menjadi urusanku..''
Nia bangkit berdiri dan hendak melangkah namun...David memeluk tubuhnya dari belakang..
''Taukah kau Nia..setelah kau pergi...aku merasa hilang harapan, aku sangat mencintaimu apa kau mengerti itu..''
''Cinta..''ulang Nia dengan mata yang basah..
David kembali menarik Nia setengah memeluk hingga hanya mata mereka yang saling memandang...
''Nia.....apakah kau tidak tau betapa aku mencintaimu..aku sadar setelah kau pergi dari hidupku 10 tahun lalu...semua perasaan ini sangat nyata dan aku sama sekali tak bisa membohongi hatiku kalau aku merindukanmu..''
''Tuan David sadarkah apa yang kau katakan...aku hanya bekas seorang pengasuh Syakira....aku tak punya apapun...cukup...aku tak akan pernah membiarkan tuan mengatakan sesuatu yang akan membuatmu menyesal...''ucap Nia melepaskan rengkuhan David..
Syakira menuju pintu dan membukanya namun betapa terkejutnya ia melihat sosok Syakira yang berdiri di depan pintu,..
Syakira sudah bisa menebak apa yang terjadi dan betapa tatapan Daddy pada kak Nia berbeda....ada rasa nyeri di dada Syakira menyadari Daddy sudah sendirian selama 10 tahun tanpa ingin menikah..
''Syakira...kau sudah bangun...''
''Yah..kak Nia...''
''Kakak akan melihat adik-adikmu..permisi..''ucap Nia lalu pergi begitu saja meninggalkan Syakira dan David yang saling menatap..
Syakira lalu melangkah ke dalam kamar dan mendekati Daddy nya yang menjatuhkan dirinya duduk di ranjang dengan tatapan sedih..Pintu di tutup kembali..
''Daddy....saatnya sarapan pagi..''
''Baiklah kau pergi saja Syakira...Daddy akan sarapan nanti..''ucap David..
Pria itu bangkit berdiri dan melangkah menuju balkon kamar...dan menatap ke arah taman, tepat dimana Jason dan si kembar tiga itu bermain,...mereka tampak begitu akrab seolah tak berjarak...
David tersenyum ketika menatap Jason putranya...hatinya sungguh sakit sekali...menyadari Nia tidak mau mengakui segalanya...
Syakira mengikuti David ke balkon dan menatap ke arah yang sama..
''Apakah Daddy mencintai Kak Nia...''
Deg!!!!
David seketika menoleh dia sungguh tak menyangka kalau Syakira akan menanyakan pertanyaan seperti itu..
''Syakira...''
''Daddy....aku inginn Daddy tau jika Daddy mencintai kak Nia maka bagiku tidak masalah...sudah cukup aku melihat Daddy menderita selama ini...10 tahun cukup...berbahagialah bersama kak Nia..'' ucap Syakira sungguh-sungguh..
Deg!!!!
David berkaca-kaca ketika mendengar ucapan Syakira...
__ADS_1