
David mengepalkan tangannya ketika, Nia keluar dari air..tubuhnya basah..dan dia memakai pakaian renang yang terbuka cukup untuk membuat siapapun akan tergoda termaasuk David karna dia pria normal, duda yang masih bisa merasakan nafs* apalagi mereka pernah melakukannya..dia adalah pria yang mendapatkan kesucian Nia...
Nia menjadi bingung karna jubah mandinya berada di samping David dan jika dia mau mengambil jubah mandi itu maka Nia harus melewati David lebih dahulu...
Keduanya bertatapan dan David meraih jubah mandi milik Nia dan melangkah mendekati gadis cantik di depannya..
''Kau butuh ini...''
Nia mengangkat wajahnya menatap mata David dengan senyuman..
''Terimakasih tuan...''
Deg!!!!
Nia membeku ketika David menangkap tangannya dan menarik tubuhnya mendekat...hingga merapat kepadanya..
''Tuan David..''
''Mengapa kau selalu menguji kesabaranku Nia...mengapa kau selalu menggangguku..''
''Aku menganggu tuan..''
''Ikut aku sekarang..''
Nia tak bisa menghindar ketika David membawanya menuju lift dan langsung bertemu dengan kamarnya di lantai 3.
Ting.....
David menyeret tubuh Nia keluar dari sana menuju kamarnya dan mengunci pintu kamar...
Nia membeku ketika pria itu mulai melepas satu persatu pakaiannya sementara dia menahan Nia dalam pandangannya..
''Apa yang akan tuan lakukan...''
''Bercinta denganmu apalagi..''
''Tinggalkan aku tuan..mengapa tuan ingin lagi bercinta...aku tidak mau..''
Nia lalu berlari menuju pintu namun sekali lagi David menangkap tubuhnya kali ini pria dewasa itu melepas jubah mandi milik Nia dan langsung menampakan tubunya yang berisi di balik pakaian renang yang cukup seksi...
David sakit kepala karna gairah yang menyala menuntut di puaskan...sejak Nessa meninggalkan dia dan mereka resmi bercerai..David tidak bisa percaya satu wanitapun untuk menikah..namun sebagai pria dia butuh wanita sebagai alat pemuas..meski tidak harus menikah..dan Nia adalah wanita yang mampu membuatnya terbakar...
''Lepaskan aku tuan David...apa yang kau lakukan...''
__ADS_1
Srak...
Pakaian renang itu memang di desain tipis dan terbuka...jadi dalam sekali tarikan, pakaian tipis itu langsung terkoyak..tubuhnya terbuka bebas di depan mata David dan membuatnya terbakar...
David segera meraih Nia dan menghempaskannya ke atas ranjang, ketika gadis itu ingin bangkit...David menyerangnya dengan menyerangnya dengan ciuman panas..
Kedua tangan Nia di naikan ke atas kepala dengan satu tangannya yang kokoh,...David tersenyum dingin..
''Kau adalah milikku aku..rindu memasukimu, bercinta denganmu Nia..aku rindu...''
Nia tak sempat menghindar ketika lidah pria itu mulai melum** bibir Nia dan membuatnya menyerah sementara sebelah tangannya yang lain mulai bergerak naik meremas pa yu da ra Nia yang padat dan memainkan ujungnya hingga tanpa sadar Nia mendesah...
Bibir David terus menggilas bibir Nia dengan penuh gairah membara..hingga wanita itu mengerang tak berdaya..semua cumbuan yang di berikan David kepadanya sungguh membuatnya gila...
Setelah puas melum** bibir Nia..pria itu menarik ciumannya...dan membiarkan Nia mengambil nafas...sungguh David adalah seorang pria yang begitu ahli dalam ciuman David bahkan tidak membiarkannya berhenti merasakan sentuhannya..
Nai merintih ketika kini bibir David mulai menyentuh permukaan pa yu da ra nya yang merah muda dan memberi lum** penuh gairah..
David betah disana karna Nia benar-benar menggodanya..
Nia tak pernah membayangkan kalau ia akan menjadi budak nafs* seorang pria yang jauh lebih tua darinya..
airmatanya menetes tak dapat menghindar ketika Davi menyatukan tubuhnya untuk kedua kalinya..tanpa pengaman, tanpa pelindung..kepadanya..
**********
Sherin memijit kepalanya..kehamilannya semakin membesar dan ia menghadapinya dengan beban yang begitu besar..tentu saja sejak mengetahui kalau Alex menginginkan kematiannya Sherin semakin terluka...meski yah..dari awal seharusnya dia sudah menduga kalau Alex memang tidak mencintai siapapun di dalam hidupnya bahkan pria itu sudah mengingatkan Sherin agar jangan sampai jatuh cinta dengannya..Sherin mengerti itu tapi entah mengapa hatinya merasa berbeda...
Sherin mendekati balkon dan duduk disana....sambil menatap matahari yang mulai tenggelam..ia mulai menghitung hari-harinya..kemungkinan hanya dua jika dia lolos dari rencana pembunuhan itu atau mati...
Sherin memejamkan matanya...merasa sungguh sedih ketika memikirkan anak-anaknya..
Gerakan pintu terbuka membuat Sherin menoleh..
Alex muncul dengan senyuman....membawa beberapa camilan kecil dan salad buah yang segar..pria itu tampak tampan..
''Sherin....aku lewat dari toko kue dan aku mengingat kau..jadi aku membelinya mungkin saja kau suka..''
Sherin membeku melihat Alex memberi banyak sekali belanjaan di tangannya, Sherin tak tau apakah dia harus tertawa atau menangis,...dia tau kalau Alex seperti sedang memberi makanan terakhir pada korbannya sebelum di eksekusi...kenyataan itu membuat Sherin remuk..tapi..jika nanti dia berhasil lolos dari kematian itu mereka tak akan bertemu lagi...jadi Sherin pikir di sisa waktunya ini dia akan berusaha menjadi istri yang baik bagi Alex meski pria ini begitu membencinya..
Sherin tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya..
''Sudah kau duduk saja Sherin...aku akan membawakanmu disitu..''
__ADS_1
''Baiklah....''
Sherin mengalah dan duduk kembali, sementara itu Alex meletakan semua kantung di atas meja dan mulai membukanya satu persatu....
Sherin menatap dengan pandangan mata yang berbinar..
''Wah....ini enak sekali...aku suka..''
''Makanlah...''ucap Alex menatap Sherin yang tampak lahap saat makan..
Pria itu menyandarkan tubuhnya di kursi sambil memperhatikan Sherin yang sedang makan, usia kandungan Sherin sudah 7 bulan...dia tampak kesulitan karna dia hamil kembar meski sampai sekarang Alex tidak mau melihat jenis kelamin anaknya..biarkan itu menjadi kejutan untuknya...
Sherin makan sambil sesekali mengerang, ia sampai meneteskan airmata hingga Alex terkejut..
''Apa yang terjadi Sherin....''
Alex mengambil minuman dan membantu Sherin untuk minum...
''Tidak...aku hanya terharu..kau baik sekali Alex...terimakasih...''bisik Sherin semakin tak kuasa menahan airmatanya...
Alex membeku ketika Sherin mengatakan kalau dia adalah pria yang baik...pria itu terdiam sebentar...
''Aku pria yang baik...''ulang Alex seakan tak percaya dirinya sendiri.
''Tentu saja,....terimakasih kau sudah memberiku segalanya...aku tau..aku dulu adalah seorang pelayan rendahan namun kau menikahiku dan memberiku segalanya...''
Hening...
Alex kehilangan kata..
Sherin mendekat dan meraih tangan Alex membuat pria itu menatapnya...
''Aku tak tau sampai kapan aku menemanimu Alex...kematian datang tanpa bisa kita duga,..jadi aku ingin minta maaf padamu karna selama ini aku bahkan selalu menentangmu meski begitu kau selalu sabar...aku minta maaf...Alex...''
Alex hanya diam ketika Sherin memeluknya dengan erat...
Pria itu sama sekali tak menolak ketika Sherin menangis di dalam pelukannya..
''Sherin........''
''Aku percaya kau suamiku yang peduli padaku dan anak-anak kita...aku akan berubah...aku berjanji Alex...aku berjanji menjadi istrimu yang terbaik.''isak Sherin di pelukan Alex..
Alex sungguh tak mengerti mengapa jauh di dasar hatinya dia merasakan damai.
__ADS_1
Mengapa....????