Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Meluapkan Perasaan


__ADS_3


Sherin menyeret gaun pengantinnya yang sedikit lebih berat menuju kamar, nafasnya tersengal menahan emosi, sambil mengutuk di dalam hatinya.. Sherin...bisa-bisanya dia menikahi seorang psikopat dan tak punya moral, Alex bahkan tidak memandang David kakaknya dan malah membiarkan Nessa memeluknya,..cih...bukankah itu adalah perbuatan keji..


Meski Alex memang penggila wanita tapi bukankah dia harus memilih gadis lain selain istri kakaknya sendiri..Sherin membanting pintu kamar dan melangkah menuju meja rias dan mulai melepaskan satu persatu asesoris yang menempel di tubuhnya mulai dari riasan di kepala, Sherin bahkan tidak tau tujuan Alex menikah sebenarnya untuk apa..jika memang dia menginginkan penerus maka dia mudah mendapatkanya tanpa harus menikah...


Sherin memandang dirinya sendiri lewat pantulan cermin...wajah cantik, riasan mewah semuanya yang menempel di kepalanya membuat Sherin kembali merasa sakit..


Mengapa Alex harus menyeret dirinya di dalam pernikahan ini..bukankah ini sangat menyakitkan untuknya...


Sherin hampir menjayuhkan airmatanya ketika dia sadar ada gerakan pintu terbuka...Sherin mulai menjaga sikapnya.


Alex membuka pintu dan membeku ketika dia melihat Sherin menatapnya tajam dari cermin...keduanya saling menahan pandangan sementara Alex mendekat..


''Sherin.....mengenai yang kau liat...''


Sherin sudah tak bisa menyembunyikan isi hatinya, wanita itu bangkit dan memalingkan wajahnya mendekati Alex..dengan rasa sesak yang tak mampu dia tahan..


''Apakah kau memintaku menutup mata atas apa yang aku liat tadi...''


Alex mengeraskan wajahnya..


'Aku dan Nessa kami.....''


''Itukah alasannya meminta pesta bubar agar kau bisa berduaan dengan kakak iparmu...bahkan di saat aku masih ingin bersama keluargaku aku harus mengalah padamu....''


''Nessa..hubungan kami tidak seperti yang kau pikirkan...''


''Lalu bagaimana aku harus berpikir jernih ketika melihat Nessa memelukmu dengan erat, aku yakin ada perasaan di dalamnya...Alex...aku sungguh tak menyangka kau sekeji itu...setidaknya kau masih memandang kakak kandungmu David....tapi yang terjadi kau malah mengabaikan itu semua...''


''Sherin...cukup..kau bahkan tidak punya hak untuk mengintrogasiku ingat posisimu dan alasan aku menikahimu,jangan berpikir kau bisa bebas mengatakan apapun yang ada di kepalamu...aku tidak terima..''


Sherin mengangguk ketika airmatanya menetes......


''Kau baru saja menikahiku Alex...jika memang kau tak ingin aku ikut campur apapun mengapa kau menikahiku, mengapa kau menyeretku ke dalam pernikahan bag neraka ini....aku kehilangan segalanya Alex..''


''Diam.......''teriak Alex keras...


Keduanya berdiri saling menantang sementara Alex, tak mampu menahan emosinya dengan mendorong tubuh Sherin hingga membentur meja di belakangnya...Sherin terperangah namun dia tidak melawan, sebaliknya..Sherin menatap Alex dengan tajam..


''Dengar baik-baik Sherin jika kau masih terus menuduhku maka aku mungkin akan melenyapkanmu..apa kau mengerti..''

__ADS_1


''Maka lakukanlah Alex...aku bahkan tidak menemukan perbedaan antara aku masih hidup atau sudah mati sekarang,...aku lelah menghadapi semua ini...aku juga punya perasaan Alex....tangisan Sherin pecah seketika..aku juga punya keinginan dan semua itu harus hancur ketika kau merampas segalanya dariku...jadi jika kau ingin melenyapkan aku maka lakukanlah..lakukan dengan cepat karna aku bahkan...tidak menginginkan hidupku lagi...''tatap Sherin pasrah di sela isakannya..


Di luar dugaan, cengkraman Alex melemah..sekali lagi Alex mengerutkan kening..entah mengapa...dia tak bisa menyakiti Sherin seperti dia mudah menyakiti orang lain,...dia lemah di detik terakhir,...


Alex mengeraskan wajahnya dia menatap Sherin dengan tajam..


''Kau adalah milikku pikirkan itu di dalam kepalamu Sherin dan hanya satu-satunya milikku mengenai Nessa, dia adalah mantan kekasihku yang menghianatiku dulu...berjanji menikah denganku namun ketika dia melihat kakakku Nessa malah berubah pikiran dengan mendekati David...Alex mendekatkan wajahnya..Nessa menggoda kakakku David dan berhasil membuat David jatuh cinta padanya,..kau tau mengapa Nessa masih hidup sekarang....itu karna dia adalah istri kakakku...jadi Sherin...jika kau berani menghianatiku maka aku akan menghabisimu...karna aku benci penghianat..''desis Alex dingin..


Sherin membeku mendengar informasi yang dia terima langsung dari Alex, pantas saja Nessa langsung mendekatinya dan mencoba bicara dengannya...Sherin menghela nafas....


''Kau tak perlu menjelaskan padaku...kita bahkan tidak terikat perasaan..''


Alex tersenyum, dan itu pertama kalinya bagi Sherin melihat senyum di wajah pria kejam ini..


Alex merapat pada Sherin dan membuat Wanita itu gugup..apalagi ketika bibir mereka nyaris bersentuhan..


''Apa kau ingin perasaan kita mulai terikat..''


''Tidak.....''jawab Sherin tanpa berpikir..


Bahkan dalam mimpipun Sherin tak ingin ada hubungan apapun antara mereka...dia tak akan mengijinkan hatinya untuk melunak..


''Kau terlalu percaya diri...''


''Aku hanya ingin mengingatkan dirimu dan hatiku....''


Deg!!!!!!!


''Apa maksudmu...''


Alex lalu tersenyum sebelum mengul** bibir Sherin dengan tiba-tiba...


''Biarkan sisanya menjadi misteri untukmu, lagi pula ini malam pertama kita...aku tak mungkin membiarkan kita hanya bicara sepanjang malam...''


''Aku lelah......''Sherin memberi alasan..


Alex bahkan tidak perduli, pria itu lalu menarik Sherin duduk kembali di meja rias,..sambil membantunya melepaskan semua asesoris di kepalanya....sambil menatap Sherin lewat cermin..


''Selagi kau tidak pingsan maka aku anggap kau masih kuat sayang...''


''Kau.....''

__ADS_1


Kata-kata Sherin menggantung ketika Alex menekannya lewat tatapan mata...Sherin tak bisa melawan, atau menghindar dari percintaan malam ini karna Alex tidak akan pernah membiarkan dirinya tenang..


Selesai...


Alex melepaskan semua asesorisnya dengan cepat lalu menarik Sherin berdiri sejajar dengannya,


''Kita akan mandi bersama setelah ini bagaimana..''


''Aku akan kedinginan...''


''Bukankah malam ini akan hangat..''


''Alex....''


''Sherin......dengarkan aku jika kau tidak melawanku malam ini maka aku pikir orang tuamu akan bisa lebih lama beberapa hari bersamamu...''


Sherin membeku...ia tak tau harus sedih atau senang mendengar ucapan Alex yang berubah...


''Jangan berbohong..''


''Tidak...''


''Bagaimana dengan sumpah....''


''Sherin........''


''Baiklah.......aku tak akan melawan...''


Sherin menyerah ketika Alex menjatuhkan gaun pengantinnya...keduanya bertatapan tajam...


''Aku menginginkanmu Sherin...''tatapan Alex berkabut gairah sementara Sherin hanya diam dan pasrah menerima gairah Alex dan meleburnya dan membuatnya puas..


Alex membawa Sherin menuju ranjang dan mendorong tubuh wanita itu ke atas ranjang, Sherin terdorong ke belakang sementara Alex mulai melepas satu persatu kemejanya dan menyisakan tubuh atasnya yang polos..


Sinar matanya membara..setiap saat dia hanya menginginkan percintaan dengan satu wanita saja yaitu Sherin....hanya Sherinlah yang mampu membuatnya puas, hanya Sherin yang mampu menenangkannya ketika dia merasa lelah dengan dirinya sendiri...


Alex segera naik ke atas ranjang dan memeluk Sherin dengan senyum mengapa Sherin begitu indah, seakan semua yang dia cari berada pada gadis ini..hingga Alex sendiri tak mampu mengendalikan dirinya setiap berada di dekat Sherin..


Pria itu mendaratkan bibirnya di bibir penuh Sherin dan melum**nya dengan dalam...


Skip....

__ADS_1


__ADS_2