Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Pertengkaran


__ADS_3

Alex terdiam ketika Sherin mengetahui segalanya entah dari mana...sial yang pasti Alex akan mencari tau segalanya dan mereka akan mendapatkan hukuman, kini dia harus menenangkan Sherin...


''Sherin....kau mau kemana...''


Sherin menoleh dengan mata yang basah, ia pikir dia sudah mengerti seorang Alex padahal tidak...dia pikir dia sudah mendapatkan hati pria ini tapi sebenarnya tidak..bahkan dengan lancangnya Sherin berpikir kalau pria ini sudah berubah karna cinta pada Sherin juga pada anak mereka yang sebentar lagi akan lahir tapi sekali lagi dia salah...


seseorang tak akan berubah karna orang lain tapi dari dirinya sendiri dan Sherin terlalu percaya diri ketika membayangkan kalau Alex akan berubah...


''Aku harus menenangkan diriku bahkan untuk menyiapkan diri..''


''Apa maksudmu..mengapa kau malah marah padaku, bukankah Nessa selalu jahat padamu....''


''Dia jahat namun bukan berati kau harus menyingkirkannya Alex....bagaimana perasaan kak David sekarang..bagaimana perasaannya..kau terlalu kejam Alex...''


''Diam......beraninya kau berteriak padaku...''


''Lalu kau mau apa...bahkan aku merasa kau benar-benar semakin menunjukan sisi psikopatmu Alex...mungkin hari ini Nessa besok kau bahkan tak ragu untuk menyingkirkan aku...jika tiba waktunya kan....airmata Sherin menetes...jika sampai saat itu datang maka aku juga harus mempersiapkan diriku...''


Sherin menepis tangan Alex, dan melangkah meninggalkan kamar dengan penuh airmata....rasanya dia begitu hancur menyadari kalau Alex semakin kejam...hoh..bagaimana hidupnya nanti,...bahkan Sherin takut untuk berbuat satu kesalahan pun...setiap malam...Sherin bahkan harus berjaga-jaga takut kalau mungkin Alex akan menghabisinya..


Sherin keluar dari lift dan melangkah menuju halaman belakang....tempat yang tak pernah dia datangi...entah mengapa langkah Sherin terhenti melihat sebuah kolam berwarna hitam gelap...mengapa ada kolam disini...bukankah Alex bilang semua ikan piranha miliknya sudah di lenyapkan...?


Jantung Sherin berdebar kencang....ketika ia mulai curiga dan benar saja dia menemukan pakaian wanita di dekat kolam, dan pakaian itu milik Nessa...?


Sherin gemetar hingga tersungkur jatuh di tanah dekat kolam...sementara....airmatanya menetes, menyadari mungkin saja Nessa di buang ke kolam piranha untuk di lenyapkan...


Tidak mungkin Alex sekejam itu...Sherin gemetar hingga dia ketakutan setengah mati....Sherin menundukan kepalanya..menatap perutnya dengan gerakan melindungi...Sherin begitu takut terjadi sesuatu dengan dirinya juga anak-anaknya kalau Alex sedang marah...jika marah Alex bahkan tidak bisa mengontrol dirinya...yah..selama ini Alex memang tak pernah menyakiti fisiknya namun bukan berarti dia tak bisa menyakiti batin Sherin...yah...


Sherin kembali menatap kolam..matanya memandang ke segala arah dan menemukan buah apel yang jatuh, entah milik siapa....Sherin kemudian mengambilnya dan melemparkannya ke arah kolam dan beberapa saat kemudian...buah apel itu langsung menjadi rebutan beribu ekor ikan piranha yang lapar, dan kenyataan itu membuat Sherin gemetar..itu artinya mereka tidak di hancurkan namun Alex malah memindahkan mereka ke halaman belakang yang tersembunyi..sungguh Sherin tak bisa menyembunyikan ketakutannya..


Wanita itu segera bangkit dan meninggalkan tempat mengerikan itu...airmatanya mengalir deras..tubuhnya merinding membayangkan jika Nessa mungkin sudah di lempar di dalam kolam mengerikan berisi beribu ikan piranha yang lapar..Sherin berlari dan meninggalkan halaman belakang dengan wajah yang pucat pasi..


Jadi Alex tidak menghancurkan kolam ikan buas itu namun malah memindahkannya di halaman belakang...betapa kejamnya Alex...Sherin semakin yakin sekarang jika Alex tak akan memandang hubungan dalam membunuh, tentu saja Nessa yang adalah kakak iparnya saja mampu di lenyapkan Alex, hal yang sama pasti akan menimpanya jika Sherin sampai berbuat satu kesalahan yang membuat pria itu marah, Alex pasti tak akan ragu untuk melenyapkan dirinya..

__ADS_1


Sherin


Sherin melangkah ke arah taman, ia ingin sekali bersikap biasa saja...dia ingin bersikap tenang namun bagaimana bisa tenang kalau ia baru saja mengetahui kalau Nessa mungkin sudah lenyap di dalam kolam mengerikan itu..


Oh tidak....jantung Sherin berdebar ketakutan...dia takut sekali astaga,..bagaimana caranya agar menjauh dari Alex...bagaimana kalau dia akan menjadi korban berikutnya..


Deg!!!!!


Sherin tidak memperhatikan jalan hingga kakinya terantuk batu, dan hampir saja jatuh namun sebuah tangan yang kuat menangkap tubuhnya...


Deg....deg.....deg.....


Sherin menoleh dan menjerit ketika ia sadar kalau Alex yang memeluknya dengan erat..


''Aaaaaarrrggghhhhh.....lepaskan aku...''


Sherin memberontak hingga Alex memegang tubuhnya semakin kuat..


''Lepaskan aku..kau pembunuh...lepaskan..''


Alex menggertakan gigi,..


''Diam...''


''Tidak....aku tidak mau bersama denganmu...lepaskan...''


''Sherin jangan mengujiku...''


Alex berusaha menahan Sherin agar dia tenang namun Sherin tak mau mengalah..ia semakin meronta dan hal ini semakin membuat Alex gusar..dia takut terjadi sesuatu dengan bayi dalam kandungan Sherin..


''Lepaskan aku...lantas kenapa kalau aku mengujimu apa kau juga akan melenyapkan aku dengan sadis seperti kau melenyapkan Nessa...kau sangat kejam dan aku tak akan pernah sudi hidup bersama denganmu Alex...jadi ceraikan aku...aku mau cerai..''jerit Sherin tak terkendali..


''Cerai..''ulang Alex dengan tatapan dingin...

__ADS_1


''Yah...aku mohon lepaskan aku Alex....aku hanya ingin tenang...aku mohon kepadamu..''


Kata-kata Sherin tentang perceraian sanggup membakar seorang Alex...pria itu menarik Sherin mendekat hingga dia tenggelam di dalam rengkuhannya..


''Beraninya kau meminta perceraian dariku, beraninya kau...Sherin..taukah kau bahwa aku memberimu segalanya, uang kenyamanan, semua yang di inginkan wanita aku telah memberikannya,..bukannya kau bersyukur kau malah meminta perceraian dariku..


Sherin menggeleng....ia bahkan tidak pernah silau dengan semua yang di punyai oleh Alex....jika untuk tenang saja Sherin harus mengiba...


''Aku tak pernah menginginkan semua hartamu Alex...aku tak akan meminta apapun...asal aku bisa pergi...''


Kata-kata Sherin menguap ketika Alex mendekatkan wajahnya dengan seringai tajam...


''Kau bermimpi untuk lepas dariku Sherin..yah aku pria yang kejam jadi jangan bermimpi kau bisa bercerai dariku Sherin...apa kau mengerti..''teriak Alex keras..


Sherin menangis histeris....sungguh ia semakin membenci Alex...liat saja dia akan mencari cara untuk pergi...


''Aku benci padamu...''


''Kau pikir aku perduli dengan kebencianmu Sherin...''balas Alex dingin..


''Aaarrgghh...''


Alex akhirnya merenggangkan pegangannya ketika merasakan kalau tubuh Sherin melemah...


''Aku tak akan pernah mau membiarkanmu pergi Sherin..apa kau dengar itu,....meski aku harus merantaimu.''desis Alex dengan sinar mata tajam..


Pria itu lalu melepaskan pegangannya sementara Sherin hanya berdiri menatapnya dengan tajam...


''Kau harus masuk ke kamar sekarang Sherin....mulai sekarang, kau tak akan kemanapun tanpa ijin dariku...apa kau mengerti..''desis Alex menarik Sherin mengikuti langkahnya..''


''Alex lepaskan aku...''jerit Sherin meronta namun..tak bisa...


Alex bahkan tidak goyah dengan tangisannya...

__ADS_1


__ADS_2