
Damar membaca isi surat yang di berikan Sherin lalu tersenyum,....pria itu bangkit dari tempat duduknya sembari menekan tombol di pintu lalu seseorang masuk dan mendatanganinya..
''Lea.....''
Seorang gadis muda berusia 20 tahun itu mengangkat wajahnya, dia adalah pengawal sekaligus asisten Damar, dan telah bekerja selama 2 tahun terakhir bersama Damar...pria ini selalu mempercayainya..
''Tuan Damar...''
''Aku ingin kau menyamar menjadi seorang perawat karna aku akan menyelamatkan kekasihku..''ucap Damar dengan senyuman tegas di wajahnya..
Lea menganggukan kepalanya dengan patuh, nyonya Sherin Almora nama itu bagai mantra yang harus di ingat siapapun yang menjadi anak buah seorang Damar...pria ini bahkan menaruh sebuah foto dalam bingkai yang besar di tengah ruangan untuk membuat semua pelayan mengingat wajah sang wanita yang teramat di cintai tuan Damar..jadi walaupun Lea memejamkan matanya dia bisa mengingat wajah nyonya Sherin Almora..
''Baiklah tuan Damar....aku akan melakukan apa yang tuan maksud...''
''Bagus....waktunya sudah dekat..dan aku tak sabar lagi menemui Sherin..'
Damar melangkah menuju jendela ketinggian lantai 80 miliknya dan menurunkan pandangan di bawah gedung yang sangat kecil..
sekali dayung maka dua tiga pulau akan terlampaui...yah...Damar akan merebut Sherin sekaligus memberi rasa sakit pada Alex...dia masih mengingat dengan jelas kalau Alex begitu kejam hingga menyebabkan ibunya menjadi gila..dan sekarang bahkan sang ayah, Arsenio sudah sakit-sakitan..
Selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang anak haram yang selalu di katakan oleh Alex membuat Damar tak sabar menunggu waktu itu datang....Alex akan merasakan bagaimana dia kehilangan apa yang dia cintai..
Inilah saatnya pembalasan Alex...
''Kapan aku akan mulai menyamar tuan Damar..''
Pria itu menoleh...dan tersenyum....
''Saat ini juga Lea...''
*************
Usia kandungan Sherin sudah memasuki hari-hari terakhir...yah dia sedang menunggu hari untuk melahirkan anak-anaknya namun setiap saat dia selalu saja cemas...tentu saja...Sherin bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak di samping Alex..dia takut kalau Alex akan menghabisinya ketika dia tertidur lelap lalu mengambil anak-anaknya..
Sherin pun semakin gelisah melewati setiap harinya, sementara Virgo juga mulai memantaunya..tentu saja, ia sudah menyiapkan orangnya juga tuan Damar juga telah bersiap di tempatnya. Bukan berarti Virgo ingin berhianat namun dia tak bisa melaksanakan rencana tuan Alex untuk melenyapkan nyonya Sherin...Virgo bahkan telah berjanji untuk mempertahankan nyawanya sendiri demi melindungi sang nyonya yang begitu dia hormati..
Sherin sedang duduk bersandar di sofa santainya di dalam kamarnya, pagi ini berbeda..perutnya mulai merasa mulas, yang berbeda..tentu saja Sherin pun bisa mengenali rasa sakit yang biasa dia rasakan sebelumnya..
Disaat yang sama Alex membuka pintu kamar dan menemukan wajah Sherin yang sedang menahan nyeri..pria itu sontak melangkah mendekat dan mengulurkan tanganya untuk menyentuh lengan Sherin dengan pandangan yang begitu cemas...
Sherin membeku..ketika dengan sigap Alex menjatuhkan dirinya dan mulai mengelus permukaan perut Sherin..
''Apa yang terjadi...apa yang kau rasakan Sherin...''
__ADS_1
Hening......
Alex lagi-lagi menunjukan wajah cemasnya dan membuat hati Sherin bergetar...
''Aku baik-baik saja Alex....hanya saja aku memang mulai merasakan mulas tapi tidak sering dia datang dan pergi...''
Alex lalu menyentuh jemari Sherin dan menggenggamnya...pria itu menatap Sherin dengan pandangan yang berbeda..
''Aku ingin bicara kepadamu Sherin ini tentang perasaanku...'
Sherin melonggarkan tenggorokannya ketia Alex duduk di depannya, jemari pria itu menyentuh permukaan perut Sherin dan membelainya...
''Waktu itu kau bertanya kepadaku, siapa yang aku pilih ketika aku di hadapkan dengan pilihan antara kau atau anak-anak...''
Sherin berdehem..melihat keseriusan di wajah Alex kali ini pria itu mengecup punggung tangannya dan mengusapnya..
''Aku memang pernah berkata kalau aku sangat menginginkan anak-anakku...Sherin..aku juga pernah bilang aku hanya menginginkan anak lelaki untuk menjadi pewarisku...dan aku sama sekali tidak menginginkan anak perempuan..sesungguhnya aku sangat menyesal mengatakan hal ini kepadamu Sherin..aku memang menginginkan anak-anakku tapi aku juga menginginkanmu...Sherin..''
''Benarkah.....aku senang sekali mendengarnya..''
Sherin berkaca-kaca....Alex sedang menghiburnya sekali lagi Sherin mengeraskan hatinya sulit untuk percaya pada Alex...naluri psikopatnya begitu dominan..hingga Sherin tak bisa berpikir jernih ia tak bisa percaya kalau Alex berubah karna itu tidak mungkin.
''Jadi Sherin...aku hanya ingin kau tau kalau aku akan menyelamatkanmu lebih dahulu jika memang dokter memintaku memilih antara kau atau anak-anak kita...''
''Terimakasih Alex....setelah menunggu beberapa hari akhirnya aku mendengar kabar ini..sungguh aku terharu mendengar ucapanmu tentang memilih dan aku percaya kepadamu..''
Pria itu tersenyum dingin........
''Aku lelah dan aku ingin tidur sebentar..bisakah kau menemaniku Alex..''
''Tentu saja...aku akan memelukmu dari belakang....''
''Yah....''
Mereka pun bangkit menuju ranjang dan berbaring miring disana sambil Alex memeluk Sherin dari belakang, jemari Alex melindungi anak-anaknya....sementara Sherin memejamkan matanya berusah kuat menyimpan ingatan wajah Alex..hingga ketika bersama nanti dia bisa membayangkan pelukan Alex ketika sedang rindu..
Hingga untuk beberapa saat Sherin mulai menghafal..
''Sherin........''
'Yah,.....''
''Apa kau percaya padaku....''
__ADS_1
Hening.......
''Mengapa kau bertanya hal seperti itu Alex..''
''Aku sudah banyak melukai dirimu...aku sudah membuatmu menangis, aku juga sudah merebut masa depanmu..setelah semua yang aku lakukan apakah kau percaya padaku...''
Sherin menghela nafas...
''Kepercayaan bukan hanya sekedar kata-kata, tak bisa hanya di ukur dengan ucapan...Alex....aku tak bisa menjawabmu..''
Alex mengangguk membenarkan...
''Maafkan aku Sherin...aku sungguh minta maaf...''
Sherin memejamkan matanya ketika airmatanya menetes....Alex sedang meminta maaf sebelum membunuhnya...Sherin merasakan itu..
''Tentu aku akan selalu memaafkan dirimu Alex...''
''Bagus,...aku akan berjuang untuk mendapatkan kepercayaan darimu Sherin.''
Keduanya memejamkan mata dan tertidur masih di atas ranjang...
Sampai akhirnya di sore hari..
Alex terbangun ketika Sherin menjerit dengan keras...
''Sakit,.....''rintih Sherin dengan mata yang basah..
Dengan sigap Alex bangkit dari ranjang dan mulai menelfon beberapa anak buahnya...ini wakturnya Sherin melahirkan..
''Bersabarlah sayangku...kau akan baik-baik saja...aku berjanji..''bisik Alex mengecup dahi Sherin lalu bibirnya..
''Yah....''rintih Sherin mulai takut..
Tak berapa lama kemudian...pintu terbuka dan sosok Virgo mendekati mereka bersama para pelayan..
''Tuan Alex..mobil sudah siap di depan..''
''Bagus....aku akan membawa Sherin ke rumah sakit..''
''Baik tuan...''
Disaat yang sama Sherin dan Virgo saling menatap dengan pikiran yang sama....
__ADS_1
Deg!!!!!!