
Karna rasa penasaran yang tinggi pada gadis misterius bertubuh besar itu, maka Alex diam-diam menempatkan mata-mata untuk sekedar mengawasi dan mencari tau gadis jelek itu...
Dan kali ini dia tak akan melepaskan siapapun yang berani mempermainkannya...termasuk Mervin..
Tak berapa lama kemudian, terdengar suara ketukan di pintu...
''Tuan Alex...ada kabar duka, tuan Arsenio dan nyonya Yuni....''
Alex bangkit dengan tatapan tak terbaca mendekati anak buahnya dan memberi perintah..
''Jika sudah begitu maka mereka berdua harus di masukan ke rumah sakit j*wa kan...kau harus mengabarkan ini pada kakakku dan biarkan dia juga tau kabar duka ini...''suara Alex begitu tenang lalu meninggalkan ruangan itu dengan langkah teratur padahal...anak buahnya sudah gemetar disana,....bagaimana bisa ada orang sekejam itu di dunia ini...??
********
David sang kakak segera di beritahu kondisi ayah dan wanita di masa lalunya, jadi David pun setuju menyerahkan sang ayah dan wanitanya untuk di rawat di rumah sakit jiwa...pria itu kemudian mendekati sang adik Alex yang sedang duduk dalam diam..
''Kakak akan kembali besok dan mengenai semua yang ada disini kakak akan menyerahkannya kepadamu Alex....''
Alex mengangkat wajahnya menatap mata sang kakak yang beku kepadanya...dimata Alex, David cukup di hormatinya hingga dia tak akan pernah menyakiti David...
''Kau akan mengawasiku dari jauh bukan...''
David tersenyum lalu menatap serius kepada adik bungsunya..
''Berhentilah Alex..carilah wanita dan hiduplah secara teratur....''
''Apa maksud kakak...'' lirik Alex terlihat bingung..
David sudah tau bagaimana sang adik selama ini..sepak terjangnya, satu-satunya alasan David jauh dari Alex adalah dia sangat menghindari konflik dengan Alex..mengingat sifat Alex sedikit berbeda darinya..
''Aku tau apa yang terjadi pada wanita itu dan ayah...semua karna dirimu...'
Alex tersenyum...walau dia memakai seribu topeng namun percuma saja, David seolah bisa membaca seluruh dirinya...
wajah Alex mengeras....
''Bukankah mereka pantas mendapatkannya...''
David memijit pelipisnya...dia paham betul apa yang menimpa Alex di masa kecil dulu bagaimana adiknya melihat semua perbuatan jahat sang ayah dan merekamnya di dalam kepalanya. sungguh David ikut sedih...dan terluka tapi bukan berarti membenarkan semua perbuatan Alex yang terlalu kejam..
''Mereka sudah mendapatkan hukuman, jadi bisakah kau berhenti,....aku selalu memikirkanmu setiap saat dan aku rasa ibu kita juga akan sedih jika kau terus seperti ini...''
Mata Alex berkaca-kaca...
''Ibu.....''ulangnya dengan tatapan hampa..
__ADS_1
David mengangguk, masa kecil mereka memang sangat kelam dan penuh dengan banyak kekerasan, beruntung David bisa mengendalikan hatinya agar tidak terjebak dendam,...dia juga beruntung bertemu dengan wanita yang cantik baik wajah dan hati yang pelan menuntunnya dari gelap menuju terang dan kini mereka bahagia..hanya tingga Alex yang masih belum menemukan seseorang itu....David hanya berharap Alex segera menemukan malaikat penolongnya sendiri...
''Yah...ibu...kau adalah anak kesayangannya, bahkan aku sampai iri denganmu...''
Suara David tertelan ketika Alex sudah berdiri dan memalingkan wajahnya..
''Jika kakak ingin pergi maka sampaikan salamku pada kakak ipar dan anak-anak..''
Alex melangkah meninggalkan ruangan dan membuat David berkaca-kaca, kakak mana yang akan tenang ketika tau adiknya masih berada dalam lingkaran dendam dan sakit hati...bahkan David bisa melakukan apapun demi melihat Alex bahagia..
********
Dua hari kemudian..
Perkebunan, dan semua harta jatuh kepada Alex, karna sang Ayah Arsenio harus menjalani perawatan di rumah sakit j*wa setelah menyiksa Yuni. sementara David menyerahkan semua kekuasaan kepadanya dan membuat Alex semakin di segani...kekejamannya tidak berkurang sedikitpun malah semakin bertambah..
Para pekerja semakin di paksa untuk melakukan pekerjaan berat dan menyiksa mereka, hari demi hari seperti neraka kecil bagi para buruh disana..
Alex sedang duduk di ruang kerjanya ketika seseorang mengetuk pintu ruangannya..
Pintu terbuka dan sosok Mervin masuk dan menundukan kepalanya di hadapan Alex..
''Mervin...ada apa...''
''Tuan...aku datang ingin mengingatkan jika hari ini adalah hari dimana akan terjadi penukaran para pekerja dari perkebunan dan aku sudah menunjukan beberapa nama...yang akan di ajukan...''
''Baiklah...sebutkan ada berapa nama....lalu aku akan mempertimbangkannya..''
Mervin mengangguk..
''Ada 3 orang dua laki laki dan satu orang permpuaan...''
''Baik...sebutkan nama mereka, Mervin...''
''Baik tuan...yang pertama, Nikholas, kedua Jack dan yang ketika Sherin....''
''Sherin....siapa dia...''
''Gadis gemuk keponakanku tuan Alex, dia menderita diabetes dan kelelahan parah aku akan menggantinya dengan gadis lain yang menarik...''
''Sherin....Sherin....''
Alex memejamkan matanya, seingatkan tak ada pekerja perempuan yang punya nama dengan awalan huduf S, dan huruf S begitu misterius dan mengusik Alex...dia penasaran...
Seketika matanya terbuka...
__ADS_1
''Sherin...aku ingin kau membawanya, panggil dokter untuk memeriksanya aku akan melihat rekam medisnya jika dia memang punya penyakit maka aku akan melepaskannya tapi jika tidak maka dia akan berhadapan denganku..''
Wajah Mervin seputih kapas..dia memucat dan syok mendengar jika Tuan Alex malah tertarik pada Sherin...astaga..apa yang harus dia lakukan..
''Mervin....''
Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke arah Mervin yang gemetar...
''Ya tuan Alex...''
'Alex memajukan tubuhnya menatap lurus mata Mervin yang takut...''
''Bawa gadis itu keruanganku malam ini juga dan pastikan kalau dia tak tau apapun tentang ini semua..katakan padanya kalau dia akan segera di berangkatkan dini hari nanti..''
''Tapi tuan Alex...apa yang akan terjadi padanya..''
Alex bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Mervin dan mencekik lehernya hingga pria itu mengerang...
''Tua...tuan....''
''Jangan banyak tanya jika sekali lagi kau bertanya maka kau akan kehilangan lidahmu apa kau mengerti...''
''Baik tuan Alex...''
Alex tersenyum dingin lalu melepaskan cengkramannya dan menatap Mervin dengan tajam...
''Cepat lakukan tugasmu dan kau akan selamat...''
Dengan berat hati Mervin mengangguk patuh..
***********
''Apa paman yakin ruangan tunggunya disini...''tanya Sherin dengan wajah polos..
Mervin mengangguk lemah tak lupa menyerahkan alat hisap untuk penderita Azma jika mereka Sherin kambuh...meletakannya di dalam genggaman Sherin dan menatapnya..
''Maafkan paman Sherin....maaf..''
''Tapi...paman...''
Mervin membuka pintu ruangan dan membukanya di lalu segera mendorong tubuh Sherin masuk..ruangan itu gelap hingga Sherin sangat ketakutan..Sherin mulai melangkah di dalam kegelapan dan ketika dia terantuk sesuatu tubuhnya menjadi goyah dan ia jatuh membentur lantai..
''Aaarrhhh......''
Disaat bersamaan...lampu di nyalakan dan Sherin terkejut setengah mati...
__ADS_1
''Tidak mungkin...''jerit gadis itu meronta...
Ketika melihat apa yang ada di hadapannya, tubuhnya bergetar seketika.....Sherin begitu ketakutan.....