Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Rahasia Yang Terbongkar


__ADS_3

Sherin terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu yang cukup keras, gadis itu masih belum mengumpulkan kesadarannya namun ia tak bisa tenang karna bunyi itu semakin keras memekakkan telinga...


Tak berapa lama kemudian asap mulai masuk melalui cela pintu hingga Sherin terkejut...gadis itu tak berpikir apapun selain ia harus lari atau mati di kamar ini...Sherin bangkit dan berlari menuju pintu dan membukanya dengan cepat..


Terlihat salah satu pelayan perempuan menatapnya tak berkedip untuk beberapa saat namun Sherin tak juga sadar apa arti tatapannya..


''Ada apa ini....''


''Ada kebakaran di lantai bawah...kau harus naik ke lantai atas dan menghindari kebakaran ini....''


''Hah.....''


''Cepat Sherin...'' teriak pelayan itu..


Lagi-lagi Sherin tak sadar lagi pula dia baru saja di bangunkan tiba-tiba jadi masih mengumpulkan ingatannya..Sherin segera berlari menaiki tangga ketika melihat ruangan di penuhi asap. Karna dia punya asma jadi gadis itu tak lupa dengan Ventolin miliknya...


Begitu naik ke lantai atas, segera Nayra berlari ke sebuah teras samping yang ada disana..dan menghirup udara segar....


Nafasnya mulai terengah-engah karna memang dia bangun tiba-tiba dan di paksa untuk lari...Sherin memegang pagar balkon untuk sekedar mengambil nafas...ini sudah tengah malam...


Sherin kemudian menyadari sesuatu, ada yang aneh,....jika itu kebakaran maka pasti ada banyak suara teriakan...tapi mengapa sepi sekali....bahkan ketika dia melihat gerbang utama...para penjaga tampak masih berdiri seolah tidak terjadi apapun...


Nafas Sherin menjadi sesak karna terlalu terkejut....apa yang sedang terjadi dia tak mengerti...tiba-tiba...air jatuh di atas kepala dan membasahi tubuhnya, Sherin membeku..hujan di tengah malam...?


Gadis itu membalikan tubuhnya dan membeku ketika melihat sosok Alex sang psikopat berdiri di depannya dengan tatapan membunuh yang kentara...dan tubuh Sherin menjadi lemah seketika ketika sadar dia tidak melakukan penyamaran, tubuh rampingnya hanya berbalut gaun tidur tipis yang kini sudah basah...rambutnya juga tergerai basah wajahnya mulus tanpa satupun debu seperti biasanya...


Sherin gemetar karna dia telah tertangkap basah...


''Tu...tuan Alex...''


Sherin menundukan kepala dengan mata berkaca-kaca, sungguh dia gemetar membayangkan bagaimana pria ini sangat menakutkan..


Sementara bagi Alex...dia sungguh terpukau, gaun Sherin cukup ketat sehingga menunjukan lekuk tubuhnya yang ramping, kulitnya yang mulus...wajahnya yang menggoda..semuanya....berbeda dengan apa yang selama ini dia tampilkan hingga Alex merasa dia seperti sedang membuka sebuah kado manis yang terbungkus dedaunan kering...


Pria itu mengepalkan tangannya dia mendekat seiring matanya menangkap kalung berbentuk huruf S disana yang melekat di leher Sherin hingga dia semakin tertarik..


Mereka berdua berdiri di bawah hujan rintik yang membasahi tubuh mereka masing-masing dan saling menatap tajam...


''Jadi inikah dirimu yang sebenarnya Sherin Almora...'' suara dingin itu terasa menggetarkan jiwa Sherin..ia mulai ketakutan..

__ADS_1


''Aaa...aku minta maaf...''


''Mengapa kau melakukannya....mengapa kau bisa terpikir untuk dengan berani menipu seorang Alex Stewart...''


Alex mendekat mengikis jarak di antara mereka sementara Sherin tak tau harus kemana dia terjebak di antara pagar Balkon dan tak bisa lari....


Hingga senyum kejam yang pernah dia liat itu akhirnya ada di depannya..


Sherin menghela nafasnya yang terasa sesak karna terlalu takut...


''Katakan....mengapa kau berani menipu seorang Alex....'' teriak Alex murka..


''Maafkan aku tuan.....aaku...aaku memang terbiasa melindungi diriku sendiri aku senang....''


''Kau senang membohongi semua orang begitu maksudmu...kau senang menipuku dan tertawa di belakangku begitu..''


''Tidak...aku mohon maafkan aku tuan...aku berjanji aku tidak akan pernah muncul di hadapan tuan...aku berjanji..''isak Sherin dengan tangisan yang pecah..


Alex tertawa hingga tawa itu terdengar begitu mengerikan di telinga Sherin...pria itu kemudian mencengkram lengan Sherin dan mendekatkan wajahnya..


''Setelah kau membohongiku..setelah kau tertawa di belakangku lalu kau akan pergi begitu saja...kau pikir aku akan membiarkannya..''


Seorang Alex tak akan pernah mau mengampuni, bahkan dia tidak merasa iba sedikitpun walau Sherin sudah mengiba...


Alex menatap keseluruhan Sherin yang benar-benar menggoda...yah..Sherin sangat indah dengan tubuhnya yang sempurna yang tercetak jelas di depan mata Alex hingga pria itu menaikan sudut bibirnya..


Alex menarik Sherin mendekat dan menyentuh bibir gadis itu dengan sedikit kasar...


''Hukuman yang pantas untukmu adalah percintaan yang panas bersamaku dan awas saja jika kau tidak mampu memuaskan aku...''


''Tidak....aku tidak mau, aku tidak mau nasibku sama seperti wanita itu...lebih baik kau bunuh aku saja..''teriak Sherin pasrah..


Deg!!!!


Alex baru ingat ketika dia menemukan gelang ber inisial huruf S...sinar mata Alex membara..


''Jadi kau adalah gadis yang mengetahui semua rahasiaku begitu..''


Wajah Sherin menjadi pucat....mengapa dia bodoh sekali karna ketakutannya, Sherin justru mengakui semua yang seharusnya dia sembunyikan..

__ADS_1


Bagaimana ini...


''A....aku tak sengaja...''


''Aku tidak menerima alasan Sherin...''


Alex tak ingin membuang waktu, makan malam sudah siap dan saatnya dia menikmati segalanya bukan...


Sherin tak bisa menolak ketika Alex menyeret tubuhnya masuk melalui pintu yang terhubung dengan balkon..jadi...semua insiden kebakaran itu hanyalah alasan untuk memancingnya keluar..


Hati Sherin hancur seketika...setelah perjuangannya untuk tetap melindungi dirinya sendiri akhirnya sia-sia ketika dengan mudah...Alex mengetahui segalanya...dan kini malah memaksakan kehendak padanya, sementara Sherin tak bisa berkata apapun untuk melawan..pria ini terlalu kejam...


Pintu terbuka lalu Alex menarik tubuh Sherin masuk ke kamar dan menghempasnya dengan kuat hingga Gadis itu tersungkur di atas ranjang....namun Sherin seketika berdiri dan kembali mencoba untuk memohon belas kasihan meski dia tidak yakin.


Sementara Alex mulai membuka kemejanya dan matanya menatap mata Sherin dengan pandangan mengancam...


''Buka pakaianmu sekarang Sherin....''


''Tidak aku mohon tuan...aku mohon jangan lakukan itu padaku..''


''Aku tidak meminta pendapatmu Sherin...kau harus melayaniku karna itulah yang akan terjadi..''


''Tidak....''


Sherin tak bisa menghindar ketika Alex menangkap tubuhnya dengan mudah lalu pria itu menyentuh atasan Sherin..


''Tidak....''


Srakkkk!!!!!


Gaun yang sudah basah kuyup itu terbuka di depan mata Alex hingga pria itu terbakar gairah..


Alex menarik tubuh Sherin merapat padanya dan seketika itu juga...melum** bibirnya dengan hasrat membara...


Deg!!!!


Sherin meronta namun terlambat baginya...


Skip....

__ADS_1


__ADS_2