
Sherin membeku di tengah ruangan memegang dengan gemetar ujung gaun dengan gemetar...
Bisakah dia memohon kalau ini hanyalah sebuah mimpi...? hatinya hancur tidak berbentuk ketika menyadari kalau Damar kekasihnya malah berdiri di depan matanya..
Mengapa Damar ada disini....apakah Damar teman Alex, ataukah justru keluarganya...gadis itu bergerak mundur seolah tak ingin menerima kenyataan, sementara Damar juga tak pernah membayangkan kalau calon istri Alex ternyata kekasihnya sendiri, gadis yang teramat di cintainya yaitu Sherin...
''Sherin.....kaukah itu...aku mencarimu kemana-mana, aku bahkan hampir putus asa...ternyata kau adalah....calon istri Alex...''
Sherin mengangguk menelan luka yang menganga di dadanya,...memandang Damar yang sedang meneteskan airmata penuh rasa sakit...semua kenangan masa lalu kembali menghantui keduanya sekaligus memberi rasa sakit tidak terkira..bagaimana ketika Damar dan Sherin sudah punya impian sendiri tentang masa depan, juga pernikahan...Damar sungguh mencintai Sherin dengan tulus bahkan tak pernah membayangkan bagaimana hidupnya tanpa gadis ini..
Namun...apa yang dia liat sekarang sungguh sangat menyakitkan hati...Sherin sudah memakai gaun penganti dan akan menikah dengan kakak tirinya...sungguh tak ada yang lebih menyakitkan selain melihat orang yang di cintai akhirnya menikah dengan orang lain...dan impian yang dulu mereka rajut hancur seketika tanpa meninggalkan bekas...
Sungguh menyakitkan...
Damar mendekati Sherin dan menatap wajah cantik Sherin yang semakin bersinar dalam balutan gaun pengantin ini...Damar kini harus merelakan Sherin menjadi milik Alex yang kejam...
''Maafkan aku Damar...''hanya itu yang bisa di ucapkan seorang Sherin kepada Damar yang berdiri di depannya..''
''Maaf....bagaimana mungkin kau meminta maaf padaku Sherin..apa kau melakukan kesalahan padaku...''
Damar dan Sherin berdiri saling memandang dengan rasa sakit yang sama...
Sherin mengangguk....
''Aku telah menghianati cinta kita Damar...aku tidak setia dan aku.....''
''Dimana kau bertemu Alex...katakan kepadaku karna aku tau benar kalau Alex tidak dapat di temui sembarang orang...dia pria yang anti sosial dan tak pernah terlihat di pesta manapun Sherin...jadi katakan padaku dimana kalian bertemu...''
Sherin menghela nafas...bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada Damar, bagaimana mungkin dia menjelaskan dengan jujur kalau awalnya di di kirim untuk berkerja di perkebunan namun entah bagaimana akhirnya takdir malah mempertemukan Sherin dengan seorang Alex hingga pria itu sangat tertarik kepadanya, sejak saat itu Sherin di paksa tunduk di bawah kendali seorang Alex Steward sampai akhirnya dia di paksa menikah...
Bagaimana mungkin Sherin mengatakan semua itu kepada Damar..itu tidak mungkin bukan..
''Mengapa kau diam Sherin...mengapa kau tidak menjawabku...''
__ADS_1
Sherin mengangkat wajahnya dan menatap Damar penuh sesal...semua sudah terjadi..dia tak mungkin bisa lepas dari seorang Alex saat ini...Sherin sungguh hancur menyadari dia tak bisa melakukan apapun untuk mengubah keadaan..
''Tidak penting dimana aku bertemu dengan Alex...tapi...apa hubunganmu dengannya mengapa kau bisa hadir di pernikahan kami...jika bukan keluarga dekat kau tidak mungkin bisa...''
''Aku adalah adik tiri Alex....''
Deg!!!!
''Adik tiri...''ulang Sherin membeku..
''Yah...aku adik tirinya itu sebabnya aku datang untuk menghadiri pernikahannya dan apa yang aku liat ini Sherin..kau malah sudah menjadi miliknya....mengapa..apakah karna Alex lebih kaya..apakah karna dia lebih hebat dariku..''
Sherin hampir menangis karna perkataan Damar kepadanya tentu saja tidak benar..tentu saja dia tidak seperti itu...Damar seharusnya mengerti dia bukan gadis seperti itu..
''Damar aku........''
Suara Sherin kembali tercekat ketika pintu kamar terbuka dan Alex masuk, sedikit terkejut melihat mereka berdua apalagi di tambah wajah Sherin yang hampir menangis....
''Ada apa ini....mengapa kalian berdua terlihat sedih..''suara Alex tenang, namun sebenarnya tidak,..dia sedang cemburu setenga mati dia melihat dan mendengar jelas apa yang mereka katakan melalui layar cctv dan hal itu cukup membuat mood nya berubah buruk meski dia sendiri yang sengaja menyiapkan pertemuan mereka untuk menyakiti keduanya..namun dia tak menyangka justru dia merasakan sakit itu sendiri..
''Aku hanya berbincang sebentar dengan pengantinmu karna setiap melihatnya aku selalu ingat dengan mantan kekasihku..dia mirip dengan Sherin...''
Alex mendekat....dan menatap keduanya bergantian..
''Mengapa kau tidak mengajak mantan kekasihmu saja...mungkin akan lebih ramai, kau tidak perlu sendirian..''ucap Alex tajam..
Sementara Damar memandang Sherin sambil menjawab..
''Dia seorang penghianat...dia rela meninggalkan aku dan memilih pria yang lebih tua asal beruang...''
''Eehm...mungkin saja dia sudah bosan jika hidup menderita, aku ingin mengatakan padamu Damar kalau hidup adalah pilihan kau tak bisa menyalahkanya..''ucap Alex dengan nada dingin..
Smentara Damar hanya mengangguk...
__ADS_1
''Aku tak akan pernah melupakan apa yang dia lakukan kepadaku...''desis Damar menahan nyeri di dadanya..
Sementara Alex trtawa sambil menepuk pundak Damar sedikit keras...
''Jangan khawatir masih banyak gadis lain di pesta ini temukan salah satu dan bersenang-senanglah...''ucap Alex terkekeh..
Alex lalu mendekati Sherin yang berdiri kaku di antara keduanya...pria itu menarik tubuh Sherin merapat kepadanya di depan mata Damar yang mulai terbakar...
''Kau cantik sekali sayangku..aku tak sabar lagi menjadikanmu miliku...''bisik Alex yang di dengar oleh Damar..
Hingga jemari Damara mengepal menahan kuat rasa sakit yang dia rasakan saat ini..seharsnya dia yang menikahi Sherin,..seharusya dia yang berdiri di depan gadis yang dia cintai..mengapa malah Alex yang mendapatkan segalanya...
Damar mencoba menahan semua sikap mesra Alex yang seolah sengaja ingin membuatnya panas..
Damar bahkan sampai berpikir kalau Alex sengaja melakukan semua itu agar dia melihatnya...dan terluka..
''Mungkin kita harus pergi Alex...pemberkatan akan segera di lakukan.''ucap Sherin mencoba mengalihkan pembicaraan..
''Tentu saja kita akan segera kesana sayangku...ayo aku tak sabar lagi..''bisik Alex cukup mesra di telinga Sherin..
Alex menggenggam jemari Sherinn dan membawanya keluar melewati Damar yang berdiri dengan pandangan terluka..
''Ayo Damar..acara pernikahan akan segera di mulai..''ucap Alex tersenyum..
''Aku mengerti Alex...''
Mereka akhirnya keluar dari kamar itu dengan Damar yang melangkah di belakang pasangan pengantin ini hingga mereka akhirnya sampai di depan keluarga Sherin...
Josep tak menyangka kehadiran Damar di tempat ini hingga mereka saaling menatap..
Damar sungguh kecewa ternyata keluarga Sherin sudah bersepakat untuk melindungi Sherin darinya, apakah itu sebanya ketika dia mengunjungi Sherin mereka malah mengatakan kalau mereka tidak tau dimana Sherin berada sekarang..
Damar sungguh marah ketika dia telah tertipu....hatinya terluka dengan sangat dalam karna kehilangan Sherin yang dia cintai...
__ADS_1
Pria itu memalingkan wajahnya dengan sedih, sementara Alex tersenyum menang...dia mampu membuat Damar merasakan sakit...