Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Hancur


__ADS_3

Alex berdiri tampak rapuh, pria yang paling di takuti itu seperti kehilangan pegangan, Alex menatap penuh harap..sementara sang dokter menatapnya dengan pandangan yang tak terbaca..


''Bagaimana istri dan anak-anakku...dokter, mereka selamat bukan...''


Hening....


''Tuan Alex....maaf, tapi aku harus menyampaikan kabar ini kepada anda,...jika sebenarnya..''


Suara dokter tertahan di udara ketika Alex mencekal ujung jas miliknya dan menatapnya tajam...


''Katakan apa maksudmu Dokter...jangan bilang terjadi sesuatu dengan istri dan juga anak-anakku...''teriak Alex mulai hilang kendali..


Jantungnya berdebar kencang ketika melihat ekspresi tak biasa di wajah sang dokter...


matanya berkaca-kaca tak mampu menahan rasa sakitnya..


''Tuan Alex..maafkan aku...sebelumnya anak anda berjumlah kembar 3 dua laki-laki dan satu orang perempuan...''


''Apa....kembar 3.......''ulang Alex sungguh tak percaya, memang selama ini dia tak tau berapa jumlah anaknya, karna Alex ingin itu menjadi kejutan dan ternyata anaknya berjumlah kembar 3.


Alex hampir tertawa namun kata-kata Dokter berikutnya mampu membuat Alex membeku di tempatnya...


''Tapi maaf tuan Alex...nyonya Sherin dan sepasang anak kembar tuan Alex tak bisa di selamatkan mereka meninggal dan hanya satu bayi kembar laki-laki yang bertahan...''ucap sang dokter dengan nada pasrah..


''Apa maksudmu dokter...aku akan membunuhmu,....''


''Maaf....kami sudah berusaha...''


''Tidak....''teriaknya dengan suara keras...


Alex yang memang terlalu lelah hari itu, bukan hanya fisiknya tapi batinnya, yah..dia pria yang kuat namun beberapa hari terakhir terjadi masalah di dalam dirinya sendiri, batinnya yang terus saja berperang tentang bagaimana sikap Sherin yang tulus lalu tentang penyesalannya selama ini karna kurang peka..atas segala perasaan bersalah di hatinya Alex hanya ingin Sherin hidup itu saja, tak ada yang lebih penting dari semuanya...


Jadi ketika mendengar ucapan dokter yang mengerikan ini sungguh Alex tidak dapat menerima apapun lagi..rasanya ia ingin meledak di dalam amarah...mana mungkin Sherin berani pergi tanpanya,...mana mungkin wanita itu pergi membawa anak-anaknya..


Tidak...ini tidak benar bukan...??


Alex menatap sang dokter dengan tatapan tajam..segera pria itu menarik ujung jas sang dokter dan mencengkramnya dengan gerakan mencekik...


''Apa maksudmu jika Sherin dan dua anakku pergi...''


''Tuan...inilah kenyataannya aku minta maaf tapi itu adalah kebenaran...''


''Kebenaran apa.....bukankah Sherin baik-baik saja sebelum operasi..bagaimana mungkin Sherin meninggal....bagaimana mungkin..''


Alex tak dapat menahan amarahnya, pria itu lantas menghantam wajah sang dokter dengan kekuatan penuh hingga pria berjas putih itu terjatuh dengan wajah penuh darah...


Alex mendekati dokter dan kembali meraihnya..


''Aku akan menghabisimu jika kau menyebabkan istriku meninggal..''

__ADS_1


''Tuan Alex..sadarlah...bukankah aku sudah beritau resikonya..bukankah aku beritahu kalau operasi ini mungkin tak berjalan sesuai apa yang tuan mau...ingat tentang nyonya Sherin yang telah meminta tuan memilih..''jawab sang dokter di sela rasa sakitnya..


''Lalu mengapa kau tidak menyelamatkan istriku saja....mengapa...''


''Di ruang operasi nyonya Sherin masih memohon pada kami...kalau anaknya harus selamat..bukankah tuan Alex lebih membutuhkan anak sebagai penerus.....'' ucap dokter dengan tatapan serius..


Deg!!!!!


Pegangan Alex melemah, ketika ucapan itu mampu memukul telak dadanya, yah..dialah pria jahat itu yang telah mengatakan berulang kali pada Sherin bahwa dia butuh anaknya sebagai penerus..anaknya..


Dan kini Sherin mengabulkan permintaannya dia mendapatkan anaknya namun..sebaliknya...Sherin meninggalkannya..Sherin pergi tanpa sempat mendengar bahwa Alex mencintainya...bahwa wanita itu adalah yang terpenting untuk dirinya..


''Tidak mungkin....''suara Alex terdengar penuh siksa..pria itu melepaskan pegangannya..


''AKu ingin melihat Sherin..aku ingin melihatnya..''


Dokter mengangguk...


''Baiklah tuan Alex...''


Alex yang tak kuasa mendengar informasi yang diterimanya tiba-tiba..tubuh Alex jatuh tersungkur di lantai dengan airmata yang tiba-tiba jatuh begitu saja...


Tidak....bagaimana mungkin Sherin meninggalkan dirinya bagaimana mungkin....dan dua anaknya, bagaimana mungkin ini terjadi padanya..


''Tidak....aku tak percaya...istriku...anak-anakku...aku tak percaya ini semua..'' teriak Alex murka..


Alex lalu melangkah menuju ruang operasi namun ia tak dapat menahan kesadarannya...tubuh Alex jatuh tersungkur membentur lantai...


Disaat yang sama Virgo bru saja sampai dan langsung berlari menghampiri Alex yang jatuh pingsan...Virgo dan sang dokter saling menatap...


''Apakah tuan Alex sudah tertidur.''


''Sepertinya tuan Alex terlalu syok menghadapi kenyataan di tambah obat tidur yang kau berikan dalam minumannya...tuan Virgo, saranku adalah kita harus mempercepat rencana sebelum tuan Alex sadar...''


Virgo menganggukan kepalanya....


*************


3 Hari kemudian...


Alex membuka matanya waspada tak butuh waktu lama untuk dia mengingat apa yang terjadi sebelum dia menutup mata...


Pria itu memegang kepalanya ketika rasa sakit itu mulai menjalar dan menyakiti dirinya, Alex segera menegakkan tubuhnya berusaha menguatkan dirinya meski itu tak mudah...


''Sherin......''


Suara Alex tercekat di tonggorokannya ketika ingatan terakhirnya sanggup membuatnya hancur...Sherin telah meninggal..?


Tidak...dia harus memastikannya sendiri...Alex mencabut infusnya sendiri dan melangkah keluar ruangan..namun seorang dokter melihatnya dan buru-buru menahan langkahnya..

__ADS_1


''Tuan Alex..tangan anda berdarah..''teriak seorang dokter muda menahan langkahnya..


''Mana istriku..aku harus melihatnya dokter...mana dia...''


''Bersabarlah tuan...aku akan menutup luka tuan, setelah itu tuan boleh pergi..''


Alex mau tak mau harus menurut...ia masuk kembali ke ruangan dan mencoba sabar ketika dokter menutup luka di tangannya, tak berapa lama kemudian..pintu terbuka dan sosok Virgo muncul dan menundukan kepala ke arahnya..


''Tuan Alex...tuan sudah sadar..''


''Aku harus menemui istriku sekarang..dimana dia Virgo..''


Alex melangkah menuju pintu melewati Virgo yang sedikit cemas..


'Tuan Alex.....''


Pria itu menoleh dengan tatapan tajam...


''Katakan padaku ada apa...mengapa kau tidak mengikutiku..''


''Sebenarnya...nyonya Sherin dan kedua anak tuan sudah di kuburkan,...''


Deg!!!!


Wajah Alex merah padam, amarahnya bangkit mendengar informasi yang di terimanya kali ini...mengapa Virgo berani mengambil keputusan ini..bahkan tidak menunggu dirinya..?


Langkah Alex mendekat hingga mencengkram ujung kemeja Virgo..


Bugh........


Sebuah pukulan keras mengenai Virgo hingga pria itu terkapar di lantai...sementara Alex kembali mendekatinya..


Bughhh..........


Alex memukul Virgo dalam kemarahan..


''Bagaimana bisa istriku dan anak-anakku di kubur tanpa pemberitahuan dariku bagaimana bisa...apa kau bosan hidup Virgo...''


''Tuan Alex...tuan terbaring dan tidak sadar selama 3 hari...menurut dokter tidak baik jika nyonya dan anak-anak di kubur belakangan...kasian mereka...''


''Apa.....3 hari...''ulang Alex dengan dadanya yang bergemuruh..


''Tuan Alex....aku punya beberapa dokumennya foto atau video karna aku tau tuan pasti tidak terima..tapi bukankah tidak baik jika nyonya dan anak-anak tidak segera di kubur..


Airmata Alex menetes....hatinya sungguh hancur, dan bagi Virgo ini pertama kalinya dia melihat sang tuan menjatuhkan airmata di hadapannya..


''Tuan.....Alex...''


Alex mengepalkan tangannya...

__ADS_1


__ADS_2