Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Terganggu


__ADS_3

Alex sungguh tak habis pikir mengapa hatinya mulai meragu dan memikirkan tentang Sherin padahal sebelumnya tidak..semakin hari Alex semakin di buat terpukau dengan semua perlakuan manis Sherin kepadanya, sikapnya kelembutannya..Alex mau tak mau hanya menyimpan semua kebaikan hati Sherin yang tak sadar telah menyentuh hatinya yang gelap...


Alex sudah berusaha menepis semua perasaannya pada Sherin namun tampaknya tidak mudah...setiap malam dia selalu terjaga ketika Sherin tidur dan memperhatikan Sherin..takut kalau mungkin istrinya terbangun dengan rasa sakit yang mulai dia rasakan..kandungannya sudah semakin tua dan hal itu semakin membuat Alex cemas..namun berusaha menyembunyikannya..


Sementara di sisih lain...Sherin memang benci sekali pada Alex, tak usah di tanya seberapa besar rasa muak dan bencinya..pada pria ini rasanya Sherin akan meledak dalam kemarahan namun sekali lagi ia ingat betul kata Virgo untuk menahan diri dan tidak membuat Alex curiga kepadanya..karna itu Sherin harus berusaha kuat tetap tersenyum dan berlaku baik di depan Alex agar bisa mengambil hatinya..tentu saja ini tak mudah awalnya karna Alex adalah pria yang berbeda..seorang psikopat yang penuh intuisi..jadi Sherin harus benar-benar menahan dirinya..agar pria itu percaya kepadanya...


Sherin membelai perutnya ketika dia mulai merasakan nyeri di perutnya,,bayi-bayinya sangat kuat dan mungkin merasa sesak disana...Sherin sungguh mulai kesulitan menghadapi tekanan dan rasa kram di dalam perutnya ketika bayi-bauinya menendang dan berdesakan disana..


Mereka sudah ingin melihat dunia...


Sherin tersenyum sambil mengusap perutnya, sementara itu...Virgo melangkah mendekatinya, hari ini Alex sedang berada dalam sebuah pertemuan bisnis di kota..jadi waktu ini yang tepat bagi Virgo untuk menemui Sherin..


''Nyonya Sherin....aku sudah menyampaikan pesan nyonya kepada tuan Damar..''


Sherin menoleh dan menganggukan kepalanya..


''Virgo, kau tau apa yang aku rasakan saat ini....''


Virgo menggeleng....dan Sherin menatapnya...


''Semakin dekat dengan kelahiran anakku aku semakin takut....''


''Tenanglah nyonya, semua baik-baik saja..bukankah dokter bilang nyonya sangat sehat..''


Sherin mengangguk...


''Virgo, apakah menurutmu tuanmu Alex bisa berubah...aku rasa beberapa hari terakhir ini.....''


''Aku menyerahkan semua keputusannya kepada nyonya, tapi bagaimana kalau tuan tidak berubah dan nyonya akan di eksekusi..''


Hening........


Sherin menoleh dengan mata berkaca-kaca,


''Wanita cenderung memakai perasaannya Virgo...belakangan ini sikap Alex sedikit berubah dan aku sangat bahagia...''


''Memakai perasaan sangatlah baik, tapi logika juga harus bisa di gunakan nyonya..selama ini aku selalu mengikuti tuan Alex..menemaninya melakukan kejahatan,...tuan Alex tidak pernah iba ketika menghadapi korbannya walaupun itu permpuan...seperti Nessa yang bodoh dan jatuh pada perasaannya, aku sungguh berharap nyonya bisa lebih memakai logika kali ini karna aku sungguh tak tega melihat wanita sebaik nyonya Sherin si habisi begitu saja..oleh tanganku karna perintah itu datang aku harus melakukannya.'


Sherin melonggarkan tenggorokannya ketika membayangkan perlakuan manis Alex kepadanya...mengapa dia mulai meragu, tapi apa yang di katakan Virgo benar Sherin tak boleh menggunakan perasaannya, bagaimana kalau ternyata Alex benar-benar akan menghabisinya...


Sherin menundukan kepalanya ketika matanya berkaca-kaca...mengapa dia masih berharap pria itu akan berubah dan mencintainya...betapa Sherin sangat bodoh dengan perasaannya sendiri...rasa cinta dan benci memang begitu tipis hingga dia mulai bingung dengan apa yang di rasakan hatinya...


Pergi atau mati....

__ADS_1


Dan Sherin tak mau mati dan meninggalkan anak-anaknya dalam pengaruh kejam Alex...tidak....dia tak akan pernah tenang..apalagi anak-anaknya kembar.....Sherin harus bisa lebih mengandalkan logika dari perasaan mulai sekarang...dia harus kuat menjadi ibu untuk anak-anaknya..


''Baiklah terimakasih Virgo....terimakasih telah membantuku berpikir..''


''Tentu saja nyonya jauh di dalam hatiku aku sungguh menghormati nyonya dan ingin nyonya selamat dengan anak-anak...''ucap Virgo dengan tatapan serius..


Sherin menganggukan kepala...


''Aku mengerti....''balas Sherin tersenyum..


**************


Untuk kesekian kalinya Nia harus menghadapi nafs* David yang kian intens menyentuhnya..


setiap malam ketika Syakira sudah tidur...David akan masuk ke kamar Nia dan membekapnya memaksanya untuk memuaskan David..


Dan Nia sudah lelah...meski pria ini tak kejam seperti tuan Alex ketika marah namun dia selalu memaksakan kehendak..


Malam ini Nia mengunci pintu kamarnya....gadis itu lalu melangkah mendekati jendela..kebetulan kamarnya tepat berada di taman belakang yang mempunyai satu pintu untuk keluar dari rumah besar, biasanya pintu itu digunakan untuk keadaan darurat saja...Nia sudah memegang kunci pintu namun di siang hari ia tak bisa keluar ada banyak pelayan lalu lalang...jadi saat inilah yang paling tepat untuk dirinya...


Nia lalu melompat turun dari lantai dua menggunakan kain gorden yang cukup panjang untuk sampai di bawah...


Nia lalu mengendap-endap melangkah menuju dapur dan langsung bersembunyi ketika melihat seorang pelayan tuan David yang sedang membuatkan minum entah apa....Nia masih terus bersembunyi sampai pelayan itu selesai dan meninggalkan dapur..


Namun tak lama...


Karna beberapa detik kemudian terdengar bunyi alarm yang memekakan telinga, alarm itu sangat nyaring dan membuat Nia ketakutan setengah mati..


''Hoh...apa yang terjadi....''


Gadis itu lalu bergegas melarikan diri....airmatanya menetes takut dia bahkan tak pernah memperhitungkan kalau di rumah ini terpasang alarm.....


Nia terus berlari tanpa menoleh ke belakang,...kebetulan di depan rumah itu ada hutan kecil dan pepohonan...


Ada juga banyak mobil bekas yang tidak terpakai....Nia bersembunyi disana dengan wajahnya yang pucat sambil menunggu situasi lebih tenang....


Nia memejamkan matanya menyadarkan tubuhnya pada salah satu mobil bekas yang tidak terpakai dan mulai menangis,..hidup yang dia bayangkan tidaklah seperti ini...ia masih muda dan harus menjalani semua ini dalam hidupnya,...tuan David memang memberikan segalanya kepadanya, bahkan memberikan dia mobil tapi untuk apa....Nia tak butuh itu semua dia ingin bebas...dia ingin hidupnya kembali...


Nia merasakan lebih baik dia menjadi pelayan nyonya Sherin dari pada disini, meski nona Saykira tak pernah menyulitkannya namun Nia tak sanggup menghadapi tuan David yang terus memaksanya..hampir setiap hari pria itu menyentuhnya dan Nia tak sanggup lagi...


Gadis itu bertahan sembunyi disana ketika dia mendengar suara beberapa mobil keluar dari rumah tuan David...mereka pasti sedang mencarinya karna itu Nia segera masuk ke salah satu mobil dan tidur disana...ia lalu mengirim pesan pada seorang pria yang baru di kenalnya beberapa hari ini ketika Nia mengantarkan Syakira ke mall untuk berbelanja....pria itu berusia sama dengannya dan pernah menawarkannya pekerjaan di salah satu perusahaan..


Nia mulai mengirim pesan, berharap kalau pria itu akan menolongnya...

__ADS_1


****************


Setelah merasa situasinya sudah aman, Nia lalu tersenyum ketika sebuah mobil berhenti dan pria itu tersenyum kepadanya dan memintanya masuk..


Nia akhirnya dengan senang hati pergi bersama pria yang baru di kenalnya...


''Hai.....''sapa sang pria dengan senyuman ramah..


''Hai,.....''


''Jadi kau melarikan diri dari rumah itu..''


''Ya,......jadi apakah kau bisa mengantarku pada pekerjaanku..''tanya Nia antusias..


''Tentu saja....aku akan mengantarmu kesana Nia....''


Keduanya saling melemparkan senyuman....


********


Sementara itu David berdiri di dalam kamar milik Nia dan memejamkan matanya..aura kemarahan tampak menguar dari dalam dirinya..


''Aku mau kak Nia Dadd......''ucap Syakira di belakang pria itu..


''Syakira.....''


David menoleh dan membeku ketika putrinya menangis....


''Syakira kau....''


''Daddy menikah saja dengannya, agar kak Nia tidak pergi....aku kesepian dan aku ingin kak Nia kembali...''


''Menikah...''


''Yah....aku tau Daddy perlu pendamping jadi kak Nia adalah gadis yang tepat..aku setuju jika ibuku adalah kak Nia...'' ucap Syakira dengan tatapan putus asa..


David mendekat..


''Tapi dia sudah pergi...''


''Semoga saja waktu pergi Kak Nia memakai jam yang aku berikan..bukankah Daddy bisa melacaknya..''ucap Syakira memberi jalan..


David menghela nafas.....

__ADS_1


__ADS_2