Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Pertemuan Mengharukan


__ADS_3

Sherin menutup pintu kamar seraya melangkah menuju ranjang dan duduk disana..dia sama sekali tidak menyangka bahwa Alex mampu melakukan sesuatu yang kejam kepadanya, usianya masih muda dan...hamil dan melahirkan adalah hal yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya jika dengan pria yang dia cintai mungkin Sherin masih lebih rela di bandingkan bersama pria yang tidak kenal dan bukan hanya itu saja Alex adalah psikopat yang dengan mudahnya menghancurkan siapapun yang berani melawannya..


Sherin bahkan tidak sudi mengandung anak dari pria yang di bencinya...


Sherin meneteskan airmata...pandangannya beralih pada sebuah gaun pengantin yang sudah siap...pernikahan dengan seorang pria yang kejam tak pernah di bayangkan oleh Sherin sebelumnya hingga dia tak mampu berpikir..otaknya terasa buntu sekarang, bagaimana cara melepaskan diri jika sudah menikah bahkan tak ada lagi yang bisa menolongnya..bahkan paman sudah tak ada, sementara Damar...tak mungkin baginya untuk bertemu dengan kekasihnya tidak mungkin....


Tangisan Sherin pecah di kamar sepinya, ia membiarkan dirinya menumpahkan semua perasaannya karna setelah ini dia mungkin tak akan pernah bisa menangis lagi..orang tuanya akan datang dan dia tak ingin mereka merasakan sakit dan sedihnya...Sherin menyentuh dadanya yang nyeri sembari terus meneteskan airmatanya sebelum pernikahan...tak ada siapapun yang menghiburnya..kamar terasa sepi dan kosong hingga Sherin merasa lebih leluasa untuk melampiaskan semua perasaan sedihnya, sampai akhrinya dia tertidur lelap di atas ranjang masih dengan bekas airmata yang menetes disana...


************


Pagi sekali....


Pintu kamar Sherin di ketuk hingga gadis itu membuka mata dan baru sadar dia melewatkan makan malam dan menangis sampai ia lelah dan tertidur semalam...Sherin segera beranjak membuka pintu dan Sherin terkejut setengah mati ketika melihat kedua orang tua dan adiknya yang berdiri di depannya dengan senyuman yang di paksakan...


''Ibu...Ayah....Jason..''jerit Sherin melompat untuk mendekap kedua orang tuanya dengan begitu erat....


Tangisan Sherin pun pecah saat itu juga, hingga sesegukan, Josep sang ayah meneteskan airmata begitu juga sang ibu yang sudah menangis,..


Sherin membawa mereka masuk ke dalam kamar lalu menutup pintu di belakangnya...


''Ayo duduklah dulu Ibu..ayah..Jason....''ucap Sherin masih dengan tangis..


Pandangannya begitu tersiksa menyadari ibu dan ayah semakin tua, sementara Jason hanya berdiri dan menatap dalam diam....ketika Sherin mendekatinya..


''Jason....''


Airmata pria muda itu menetes di wajah dinginnya..


''Kakak......''suaranya serak dan begitu menyakitkan bagi Sherin hingga sesaat kemudian keduanya kembali saling memeluk dengan perasaan yang hancur...


''Kakak merindukanmu Jason...''


''Aku juga kak.....aku sangat merindukanmu, setiap malam aku selalu duduk di teras sampai tengah malam hanya untuk menanti kakak pulang..''


''Oh Jason..maafkan kakak....''isak Sherin tak mampu menahan rasa sakitnya..


Sementara Josep dan istrinya kembali meneteskan airmatanya, mereka tau siapa tuan Alex...bahkan hanya mendengar namaunya saja mereka sudah gemetar..Josep bahkan merinding dengan pasukan bersenjata yang menjaga di sekitar rumah besar ini..bahkan mereka di giring seperti hendak masuk ke sebuah tahanan...


sungguh hidup seperti apa yang telah di jalani putrinya..sampai harus menikah...Josep tau hati Sherin..bahkan dia bisa mengenali tangisan Sherin kali ini adalah tangisan putus asa yang penuh siksaan..dan sayangnya mereka tidak punya kekuatan untuk melawan kekuatan seorang tuan Alex Steward..


Sherin melepaskan pelukannya dan mereka pun duduk bersama di dalam,sementara para pelayan datang untuk melayani mreka dengan penuh penghormatan..


''Pamanmu Mervin..sayang sekali dia harus meninggal karna kecelakaan kerja, kalau tidak dia pasti bahagia melihatmu menikah Sherin...''


Hati Sherin remuk mendengar ucapan sang ayah yang penuh kesedihan namun Sherin mengigit bibirnya agar dia berusaha tenang..

__ADS_1


''Aku ikut sedih ayah dan ibu...''


''Setelah pernikahan besok pagi kami akan langsung pulang ke kota Sherin..''


Kali ini Sherin mengangkat wajahnya penuh airmata...


''Apa....mengapa cepat sekali..''


''Tuan Alex menginjinkan kami hanya sehari bersama kakak..'ucap Jason dengan suara dingin..


Sherin berusaha menelan rasa sakit..


''Kakak akan bicara lagi pada Alex...agar mengijinkan ibu dan ayah juga kau beberapa hari disini..''


''Kami baik-baik saja kakak...akan lebih baik kami pulang..kita tau sendiri bagaima seorang Alex Steward...dia sangat kejam..''ucap Jason tajam..


Josep berdehem...


''Jason jaga sikapmu...kau tau jika kau membangkang yang akan menerima resiko adalah kakakmu..''


''Ayahmu benar...kita akan pulang, bagi kami melihatmu baik-baik saja sudah cukup Sherin...jaga dirimu baik-baik...asal kau selalu sehat itu hal yang paling penting untuk kami nak..''suara rendah sang ibu sungguh menyakitkan untuk Sherin dengar..


Rasanya dia ingin lari dari kenyataan ini, ingin lari dari Alex yang membelenggunya, namun dia sama sekali tidak berdaya...tidak berdaya hingga Sherin tak berhenti mengutuk kebodohannya..


''Maafkan aku ibu, aku tak bisa menjadi anak yang bisa membuat ibu tenang, dan untuk ayah...maafkan aku...aku tak bisa membanggakanmu...dan Jason, kakak minta maaf karna tak mampu menjadi sandaran mu ketika kau butuh pelukan kakak...aku sungguh minta maaf....''suara Sherin terdengar serak sambil menangis...


''Bersabarlah kakak...tunggu aku dewasa dan aku akan merebut hidupmu kembali..''ucap Jason dengan suara serak yang menyakitkan..


Semua rasa haru mulai menyebar, sampai akhirnya pintu kembali terbuka dan kali ini mereka langsung bersikap hati-hati ketika melihat Alex tersenyum di balik pintu..


Jason mengangkat wajahnya..menatap lurus sosok Alex yang punya aura dingin yang kuat...pria itu bahkan terlihat dingin bahkan ketika dia tersenyum atau bersikap ramah...dia terlihat seperti bukan dirinya..


''Selamat datang tuan Josep dan nyonya...ow...seharusnya aku mulai membiasakan diriku untuk memanggil nama ibu dan ayah..''ucap Alex..


Hening...


Alex lalu duduk di samping Sherin dan memeluk pundaknya...


''Jadi...di depan kalian berdua aku ingin meminta restu untuk pernikahan kami besok....aku juga akan memberikan apapun yang kalian minta, jadi katakan saja sekarang.''ucap Alex dengan suara yang ramah.


Mata Sherin kembali terasa panas...menyadari kedua orang tuanya bersikap mengalah..


Alex...sebagai seorang ayah aku tak punya apapun untuk di berikan..dalam hal harta aku tidak sebanding denganmu..tapi aku tidak meminta apapun asal Sherin bisa bahagia dalam pernikahan ini sudah cukup bagi kami...''ucap Josep dengan nada bijak hingga Alex sedikit terkejut..


Tentu saja...dia tak pernah mendengar seorang ayah bicara seperti itu..

__ADS_1


''Aku mengerti dan aku akan memberikan segalanya pada putrimu jadi jangan khawatir...dia akan bahagia bersama denganku ayah..''ucap Alex mencoba mengerti..


Smentara Sherin berdiri..


''Ayah, ibu dan Jason istirahan saja di kamar ini...aku akan berada di kamar Jason karna pagi sekali aku harus bangun..''ucap Sherin menundukan kepala..


Ayahnya punya penyakit jantung jika dia terus menatap Alex maka dia tak akan bisa menebak apa yang terjadi..


''Alex...kita keluar saja, aku juga ingin bicara padamu..''


''Baiklah sayang...ayo kita pergi..''


Mereka pun pamit dan meninggalkan kamar, Jason lalu mendekati ranjang dan duduk disana..pandangannya menyebar ke seluruh ruangan yang mewah ini..semua warna disini sesuai warna kesukaan kakaknya..Jason mengerutkan kening, Alex,....bagaimana dia bisa kejam sekaligus perhatian dalam waktu sekejap..


''Ibu, Ayah...apakah menurut kalian kakak bahagia..''tanya Jason penasaran..sementara sang ayah lalu menghela nafas..


''Ayah tidak bisa menebak masa depan, bagaimana kalau kita mendoakan yang terbaik saja..agar kakakmu bisa menjadi istri yang baik...''


''Awas saja jika dia menyakiti hati kakakku, aku tak akan mengampuninya..''ucap Jason dengan suara tegas..


''Ssstt...jangan bicara sembarangan, jangan membuat kakakmu semakin tersiksa Jason..''ucap sang ibu memperingatkan sementara Jason hanya mampu menghela nafas..


''Maafkan aku ibu..''pria muda itu menundukan kepalanya..


**********


Sementara...


Di kamar...Sherin masuk dan langsung di sergap dari arah belakang dan Alex kembali mencumbunya,...Sherin heran sekali mengapa pria ini tergila-gila dengan se*...dia bahkan bisa pulang dari sutu acara hanya karna dia merindukan Sherin..


Alex kembali mencumbunya namun kali ini Sherin harus bicara..


''Alex...aku ingin bicara...''


Pria itu menghentikan cumbuannya sebentar..sambil menatap Sherin dengan tajam..


''Katakan....sayang..''


Jemari nakal Alex mulai sudah masuk ke dalam piyama milik Sherin namun menghindar dengan menatap mata Alex....


"Alex.......bisakah orang tua dan adikku tinggal beberapa hari setelah pernikahan...."ucap Sherin memohon...


Alex tertawa dingin.....


"Maaf tapi itu tidak bisa Sherin.....mereka akan pulang besok setelah pernikahan selesai...."

__ADS_1


Tubuh Sherin melemah....


"Apa......"


__ADS_2