
Alex terkejut pagi ini ketika ia melihat Sherin sudah mulai bersikap baik padanya, di mulai dengan sarapan yang di bawa ke kamar ketika pria itu membuka mata..lalu Sherin juga menyiapkan kemeja juga menyiapkan dasi untuk di pakai Alex pagi ini..
Ketika Alex keluar dari kamar mandi, Sherin tersenyum lembut...
''Jangan lupa sarapannya Alex...''bisiknya sambil mengunyah roti yang di bawa Alex semalam..
Alex terdiam sebentar....mengapa sikap Sherin berubah membaik, biasanya dia akan selalu membantah dan melawan hingga mereka harus selalu adu argumen di setiap kalu pertangkaran...Alex melangkah ke arah ruang ganti..
''Aku telah menyiapkan pakaiannmu sayang, jika kau tidak menyukainya kau bebas menggantinya..''
Alex mengangguk dalam diam,...pria itu akhirnya masuk ke dalam ruang ganti sementara Sherin memperhatikan Alex,..pintu ruang ganti masih tertutup apakah pria itu akan mencari pakaian yang berbeda...?
Entahlah namun, Sherin memang ingin berbuat baik di sisa hidupnya..dan selebihnya dia akan menyerahkan kembali pada kehendak Tuhan...tak berapa lama kemudian Alex keluar dari ruang ganti dan yang membuat Sherin lega adalah dia memakai pakaian kerja yang di pilih oleh Sherin..
Wanita itu tersenyum.........
''Kau tampan sekali...''
Alex hanya tersenyum kaku...mendekati Sherin yang sudah duduk di dekat balkon dengan membawa sarapan untuknya..
''Mengapa kau membawa sarapan untukku..''tanya Alex basa basi dengan meneguk kopinya..
Sherin mengusap perutnya..
''Aku akan melahirkan sebentar lagi,...aku tidak tau dalam proses persalinan itu aku selamat atau tidak......''
Alex menghentikan kegiatannya untuk mengambil sarapan dan pria itu menatap Sherin dengan tajam..
''Apa yang kau katakan ini...''
Mata Sherin berkaca-kaca...
''Ayolah jangan menatapku seperti itu Alex..lagi pula aku akan senang jika memang aku harus mati tapi anak-anakku selamat...aku hanya ingin kau tau itu..''
Alex mengunyah roti dengan sangat terpaksa...dan mengunyahnya dalam diam.
''Jadi kau tidak keberatan bukan kalau aku akan meminta kita sarapan bersama disini...aku semakin lelah membawa bayi-bayiku dan sedikit kesulitan ketika aku harus naik turun tangga...''
''Baiklah,....lakukan sesuatu yang membuatmu nyaman Sherin..'
Wanita itu mengangguk....ia menatap Alex...
''Aku ingin tau pendapatmu....Alex.''
Pria itu menatap Sherin dengan tajam..
''Apa yang mengganggumu sehingga kau bersikap aneh Sherin..apa yang terjadi..katakan padaku..''
''Jika di persalinan nanti terjadi masalah dan kau harus memilih menyelamatkan aku atau bayi kita....kau akan memilih siapa..''
Hening...
__ADS_1
Alex hampir saja tersedak mendengar ucapan Sherin yang aneh...sesuatu di dadanya bergetar...dan itu tidak normal untuknya..
''Mengapa kau bertanya begitu,....jangan berandai sebaiknya kau mulai berpikir hal yang normal Sherin..semua itu hanya berasal dari rasa takutmu...aku tak bisa memberikan jawaban padamu..''
''Mengapa kau merasa sulit menjawabnya....mata Sherin berkaca-kaca..''
Alex menoleh lagi..kali ini Alex mengusap wajahnya...ia menjadi bingung...
''Sherin.....''
''Katakan saja....aku tak masalah...keduanya sangat penting bagimu Alex tapi aku memintamu memilih yang paling penting untukmu..''
Alex mendesah..
''Ganti pertanyaan konyolmu aku akan menyelamatkan kau dan anak-anak kita..''
Deg!!!!
Airmata Sherin menetes ketika dia sadar ucapan Alex hanya untuk menghiburnya...wanita itu tersenyum..lalu menggenggam tangan Alex dan meminta pria itu menatapnya...
Alex menatapnya..
''Kau tau mengapa aku menanyakan pertannyaan ini...''
Alex mengangkat bahu...
''Tidak..kau hanya ingin mengujiku...''balas Alex terlihat tenang..
''Dokter bilang kandunganku dalam masalah..dan kau benar-benar akan memilih di saat itu Alex..''
Oh tidak......wajah Alex mendadak pucat, jantungnya berdebar takut...pria itu membeku..menarik tangannya dan kemudian meneguk kopi sampai habis dan bangkit berdiri...
''Aku harus pergi karna akan sangat terlambat Sherin....''
Ketika Alex berbalik,...Sherin berdehem..
''Aku serius dengan perkataanku Alex...''
Alex melonggarkan tenggorokannya dia membalikan tubuhnya dan mendekati Sherin...
membawa istrinya berdiri dan memegang bahunya dengan sedikit kuat..
''Mengapa kau mengatakan hal ini...''
''Aku hanya ingin kau berjaga-jaga saja...jika hal itu terjadi maka kau harus memilih...''
''Kita ganti dokter kandungan saja aku...akan membunuhnya jika dia tak bisa menyelamatkan kau dan anak-anak..''
Sherin tertawa....hingga Alex terdiam...
''Mau berapa kalipun dokter di ganti, tetap saja hasilnya adalah kandunganku bermasalah Alex, jadi kau harus memilih antara aku dan anak-anak..dan aku ingin kau tidak salah memilih...''
__ADS_1
''Apa maksudmu Sherin...''suara Alex meninggi tidak terima..
Mengapa rasanya seperti ini kemarin jelas dia ingin membunuh Sherin setelah melahirkan tapi ketika Sherin mengatakan bahwa kandungannya bermasalah Alex menjadi gusar...dia tidak terima ketika dia di paksa memilih...
Alex sendiri tak tau mengapa dia merasa ragu..
''Aku ingin ketika saat itu datang kau tetap memilih anak-anak kita...''
''Apa maksudmu...''
''Kau bisa mendapatkan penggantiku dengan mudah Alex, tapi tidak dengan anak-anak...aku...ingin kau memilih mereka...''ucap Sherin dengan airmata yang menetes di wajahnya..
Alex tak kuasa berdiri..dia duduk kembali dan menatap Sherin yang terlihat pasrah,...
''Tidak...aku akan mencari dokter yang terbaik untuk menyelamatkanmu Sherin...''
''Untuk apa kau melakukannya...''
''Karna kau adalah istriku aku tidak ingin,.....''
Sherin merasa muak mendengar ucapan Alex yang dia rasa adalah kebohongan, bukankan pria ini meminta Virgo untuk menyelamatkan dirinya..bukankah dia memberi perintah mengerikan itu..namun mengapa sekarang harus berpura-pura khawatir...?
''Aku sudah menandatangani sebelumnya Alex..dan aku harap kau juga menandatanganinya...''
''Tidak aku tidak mau...''
''Mengapa kau tidak mau....''
''Karna aku tak bisa membiarkanmu mati...aku tak bisa Sherin...aku tak bisa...''
''Bisakah kau tidak usah berpura-pura padaku Alex...bisakah kau jujur dengan perasaanmu sendiri...aku...mengalah,...kau bisa membesarkan anak-anak kita dengan baik..''
''Tidak tanpamu Sherin....''
''Oh...hentikan semua sandiwaramu Alex...''
Alex terdiam dengan ucapan Sherin yang aneh...
''Apa yang terjadi denganmu Sherin..''
Wanita itu masih tersenyum...untung saja dia tidak lepas kendali dan mengatakan segalanya tentang dia mendengar pembicaraan Alex dan Virgo..kalau tidak pria ini akan sangat marah..Sherin mendekat dan menyentuh lengan Alex...keduanya kembali bertatapan..
''Aku sudah menandatanganinya, dan kini giliranmu...Alex...aku hanya ingin menikmati waktuku bersama denganmu sampai akhirnya waktu itu tiba...aku tak punya penyesalan lagi untuk dirimu...''
Alex menghela nafas dengan berat, jauh di dalam hatinya terjadi perang disana..Alex tak mengerti mengapa dia bimbang, padahal dia baik-baik saja ketika memberi perintah pada Virgo..
Sementara Sherin melangkah mendekati ranjang dan berbaring miring, disana....wanita itu memejamkan matanya ketika rasa sakit itu mulai menyebar di dadanya..
Sakit sekali...
Sherin tertegun ketika seseorang menyentuh wajahnya dan membuatnya membuka mata..
__ADS_1
''Sherin...aku ingin jujur kalau........''