Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Menyelamatkan Jason


__ADS_3

David segera berlari menuju pantai dan menarik Jason yang akan terbawa arus yang cukup keras di malam hari, sementara Nia menjerit keras dan ikut mendekat ke pantai..


Tubuh David dan Jason sudah sepenuhnya basah dan ketika tubuh Jason akan terbawa arus..beruntung David dapat menahannya walau harus terluka karna tubuhnya tergores dengan karang di sekitar pantai yang tajam...


''Daddy...''tangis Jason pecah hingga keduanya saling meme;uk..


David menghela nafas panjang ketika menyadari Jason sudah berada di dalam pelukannya..pria itu mendekap Jason dengan senyuma lega...


''Putraku.....putraku Jason..'' suara David berubah serak..


''Daddy sudah menyelamatkan aku...Dad....aku senang sekali...''


''Tentu tampan..kau adalah putraku...ayo kita pergi dari sini...tubuhmu basah...''


''Daddy juga basah...''ucap Jason khawatir..


Ikatan bathin itu terbentuk dengan sempurna hingga Jason dan David sama-sama lega..yah..keduanya melangkah menuju daratan dengan saling memeluk, hingga pemandangan itu mampu mengejutkan Nia..


''Oh....Jason..kau tidak apa-apa nak...''


Nia mendekat dengan airmata yang tertahan ia memeluk Jason dengan erat..namun Nia tak menyadari kalau David juga terlihat basah kuyup..

__ADS_1


''Ayo kita ke kamar..kau harus segera mandi air hangat atau kau akan sakit Jason..''


''Baiklah Ma....tapi bagaimana dengan Daddy.....''ucap Jason menoleh pada David yang memeluk tubuhnya sendiri dia kedinginan..


''Daddy akan mandi sendiri dan istirahat ayo...''


''Tidak aku mau bersama Daddy....apakah Mama sedang menjauhkan kami..''


Nia berdehem dengan senyuman cemas di wajahnya...ia melirik lengan David yang berdarah..


''Baiklah Dad...ayo kita ke kamar...mandilah bersama Jason dan aku akan mengobati lukamu..bagaimana..''


Mereka lalu masuk ke kamar milik Nia dan masuk ke kamar mandi untuk mandi air hangat..


Sementara Nia mempersiapkan coklat panas dan roti bakar agar mereka bisa menikmatinya sehabis mandi...Nia menghela nafas ketika dia sedang menyiapkan coklat panas...ya ampun...mengapa hubungan mereka berkembang dengan begitu cepat..seolah mereka adalah sebuah keluarga saja..


Bagaimana ini...apa yang harus dia lakukan...Nia tak mungkin menolak keinginan Jason sekarang atau anaknya tak akan memaafkan dirinya..tentu saja hal ini sungguh membuat Nia bingung..sementara hatinya belum siap..Nia memejamkan matanya berusaha mencari cara untuk melepaskan diri dari situasi ini karna dia sangat bingung..


Tak berapa lama kemudian Jason dan David keluar bersama lalu mengganti masing-masing bajunya..Jason lalu menghampiri coklat panas dan meminumnya..sementara Nia membantu David membersihkan luka di lengan David..


''Aoww....sakit Nia...'' ucap David mengerang ketika Nia membersihkan luka di lengannya..sementara Nia hanya menghela nafas...

__ADS_1


''Bertahanlah tuan David...rasa sakitmu hanya sebentar..''ucap Nia pelan..


Sementara Jason tersenyum dengan tingkah laku Mama dan Daddynya...sambil menggigit roti bakarnya..Jason menatap Nia...


''Ma....Daddy..bisakah aku bertanya sesuatu pada kalian berdua..'


Nia dan David menoleh...


''Katakan saja Jason..''seru mereka serempak..


Jason menatap kedua pasangan itu dengan sinar mata penuh harap...hingga Nia menjadi takut sendiri..dia mengenali tatapan Jason jika dia sedang menginginkan sesuatu..


''Jason....ada apa katakan saja Mama akan........''


''Mama.....Daddy,...apakah kita akan tinggal bersama sekarang....''


Deg!!!!


Nia dan David saling menatap...


''Jason.......''

__ADS_1


__ADS_2