Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
H*srat


__ADS_3

Sherin menjerit ketika penutup tubuhnya terlepas dalam sekejap bahkan dia tak sempat untuk menghindar..pria ini terlalu kuat untuk dia lawan..apalagi ruangan kamar yang redup ini menjadi saksi bisu betapa Alex terlihat seperti pria yang kehilangan kendali..


Bibir Sherin terlihat bengkak hingga ia tak kuasa merintih...meski dia mencoba mengiba namun Alex sama sekali tidak tersentuh..pria itu malah semakin panas menciumnya..


Srakk!!!!!


Gaun itu terlempar begitu saja di lantai dan jatuh tanpa bisa di selamatkan lagi..sementara Alex menatapnya dengan sinar mata membara..


Pria itu mengulurkan tangannya dengan penuh tekanan...sementara Sherin menggeleng mundur...


''Tuan Alex..aku mohon...''suara Sherin terputus...


''Baiklah jika itu maumu..kau lebih suka aku memaksa...''


''Tidak...tuan Alex..''


Alex mendekat meraih Sherin dan mendorong tubuhnya di atas ranjang empuk di kamarnya sembari pria itu bergerak naik..


Alex tersenyum ketika Sherin tampak pasrah di bawahnya....


''Kau akan menjadi milikku...kau dengar itu..dan bersiaplah atas hukuman yang akan kau dapatkan karna semua kebohongan yang kau ciptakan...aku tidak gampang memaafkan..''


Pria itu tersenyum dingin...sementara Sherin begitu ketakutan...ketika Alex menjamah tubuhnya dengan sedikit kasar...


Gadis itu merintih ketika bibir Alex menyentuh tubuhnya yang sensitif dan meninggalkan tanda...


rasa sakit dan malu tak mampu di tanggung Sherin hingga ia menangis histeris..namun Alex tidak menghentikan sentuhannya..


Pria itu mengerang nikmat ketika ia bahkan tidak mampu untuk menepis gejolak dalam dirinya..Sherin berbeda..tatapan polos dan ketakutannya mampu menembus hati Alex yang beku selama ini..


Sherin berbeda dan hal itu membuat Alex tak sabar untuk menyentuhnya lagi dan lagi...seolah candu...


Sampai akhirnya dia puas dan menempatkan dirinya di antara tubuh Sherin yang padat..


Sherin menjerit ketika pria itu bersiap menyatukan diri dengannya, ia kembali memohon agar berhenti..


''Tuan Alex..aku mohon...aku mohon lepaskan aku...''isak Sherin mengatupkan kedua tangannya karna ketakutan..


Namun Alex kembali menarik tangan Sherin dan menempatkannya di sisi tubuhnya, pria itu menatap dari atas...


''Mulai saat ini kau adalah milikku Sherin apa kau mengerti...''

__ADS_1


'Tidak...aku mohon...''


Sorot mata Sherin begitu tersiksa namun Alex tak bergeming ia kembali mengarahkan tubuhnya untuk memasuki Sherin tanpa ampun....hingga terdengar jeritan keras memenuhi kamar di tengah malam..


Sherin menangis histeris karna rasa sakit yang baru pernah dia rasakan selama ini dan membuatnya hancur...


''Ibu.........'' jerit Sherin di sela kesakitannya..


Smentara Alex menatap puas...Sherin beruntung karna dia masih perawan karna jika tidak maka gadis ini akan mati...


Alex melanjutkan kegiatan bercintanya membawa Sherin dengan paksa untuk memuaskannya..


*********


Percintaan itu telah selesai dan meninggalkan kesan yang puas di hati Alex..pria itu bahkan tak segan untuk mengulang kembali..dengan alasan hukuman untuk Sherin..


Alex duduk di sofa santai miliknya sembari menunggu Sherin yang sedang membersihkan dirinya...


Alex mengenang..


Setelah percintaan itu selesai tadi, Sherin tidak mengatakan apapun, ketika Alex memberinya perintah gadis itu pergi tanpa banyak kata..


Alex merenung...sudah 3 batang rokok yang dia habiskan untuk menunggu Sherin namun gadis itu belum kembali...


Sedangkan Sherin sedang berada di toilet di bawah shower..gadis itu menangis disana..tak perduli tubuhnya yang basah karna air hujan namun, Sherin tetap saja berdiam diri disana..


Yang dia rasakan saat ini adalah nyeri di seluruh tubuhnya, Alex psikopat itu memperlakukannya seperti seorang pelac*r seeperti para wanita yang dia pakai, dan hal itu membuat Sherin membenci dirinya sendiri...bagaimana bisa dia berakhir dengan pria itu bagaimana bisa...


Jemari Sherin mengepal....ia tak akan pernah memaafkan Alex..meski harus mati di tangan pria itu...bukankah lebih baik baginya mati dari pada hidup namun di bawah bayang Alex yang mengerikan...tidak...Sherin tak ingin memberi kesempatan kepada Alex sedikitpun..tidak akan pernah..


Gadis itu mulai mengigil dan hilang kesadaran...tepat sesaat kemudian pintu terbuka dan Alex menatapnya di depan pintu dengan pandangan mengeras..


''Sherin.....''


*******


Airmata mengalir lagi di wajah Sherin yang pucat sementara Alex duduk di hadapannya dengan tatapan beku...tubuhnya seakan lemas ketika mendapati Sherin sedang duduk di depannya dengan wajah pasrah..


''Apa yang kau lakukan tadi hah...apa kau sengaja ingin membuatku marah...apa maumu sebenarnya Sherin..''


''Apa tuan tidak salah bicara..aku telah kehilangan segalanya...''jerit Sherin tanpa takut..

__ADS_1


Alex menyipitkan matanya dengan tajam..


''Jadi kau mulai berani bersuara keras padaku Sherin kau berani..''


''Apa kesalahanku tuan katakan...kau bahkan dengan kejam merampas kesucianku aku tak punya apapun lagi untuk aku banggakan...aku tak bisa menikah aku...''


Sinar mata Alex membara..pria itu bangkit dan meraih Sherin berdiri sejajar dengannya..


''Menikah...apakah kau sedang bercanda denganku..siapa yang akan membiarkanmu menikah...''


Sherin berdehem ketika jemari Alex mulai menjalar di leher jenjangnya....tubuhnya merinding ketakutan, ternyata menghadapi kematian sebenarnya Sherin bahkan tidak berani dia terlalu pengecut untuk mati sia-sia..


''Beraninya kau ingin mengatakan hal itu padaku..beraninya kau ingin pergi sementara aku tidak mengijinkanmu...kau sudah melakukan kesalahan dengan menyembunyikan kebenaran dariku dan kau pikir aku akan diam saja....''


Sherin mulai terbatuk-batuk karna sesak nafas....rupanya Alex mulai mengeratkan cengkramannya di leher Sherin sementara dia tersenyum dingin..


''Tak ada yang bisa pergi dariku termasuk kau Sherin apa kau mengerti...''


Wajah Sherin menjadi pucat ketika Alex menghempaskaannya jatuh tersungkur di lantai...


Sementara pria itu melangkah menuju laci meja dan mengambil pisau miliknya hingga membuat Sherin gemetar,...pisau yang sama yang pernah dia liat ketika Alex melukai wanitanya...


Sherin beringsut mundur...sementara Alex menoleh kepadanya...


''Seharusnya kau bersyukur karna aku tidak membunuhmu Sherin..aku tidak membunuhmu dengan tanganku aku.....masih membiarkanmu hidup tapi....aku punya hobi untuk bermain...maukah kau bermain bersama denganku...''


Alex mendekat sementara Sherin bergerak mundur..gadis itu menggeleng ketakutan ketika Alex memegang pisau yang berkilau di tangannya..


Pria itu menaikan sudut bibirnya..


''Tidak...aku mohon jangan tuan Alex..''


''Katanya kau ingin mati..mengapa kau bilang jangan....kau tak akan mati Sherin namun...hanya sedikit rasa sakit dan darah...aku suka darah..aku suka kesakitan seseorang aku..''


Sherin tertahan di balkon kamar sementara dia mulai merasa sesak nafas..


Sial di saat seperti ini Asmanya kambuh..semakin Alex mendekat Sherin semakin merasa sesak nafas...


Hingga Alex mengangkat pisau di saat yang sama..Sherin menjerit seiring tubuhnya jatuh tersungkur dengan nafas yang satu-satu..


Alex membeku..ia tak pernah melihat seseorang yang menderita karna susah nafas..bahkan dia belum sempat memainkan permainan berdarah itu..

__ADS_1


''Sherin....''


__ADS_2