
Setelah makan malam..Alex dan Sherin memutuskan untuk bersantai dengan anak-anak diruang keluarga sebelum mereka tidur..
Zelina selalu berada di dalam pelukan Alex dan memintanya bercerita tantang masa lalu Alex dan Sherin ketika masih belum menikah..
Sementara Sherin menyiapkan beberapa camilan kecil dan kopi untuk Alex karna sepertinya malam ini akan panjang untuknya karna Alex akan melewatkan sesi wawancara dengan Zelina dan Zayn yang tidak melepaskannya..sementara Sherin duduk bersebrangan dengan Alex yang dari tadi mencuri pandang untuk menatapnya, Sherin masih berusia 32 tahun dia masih sangat cantik dan mempesona seperti gadis..dan sebagai lelaki Normal yang sudah menahan hasratnya bertahun-tahun Sherin adalah cobaan terberat baginya...antara ego dan juga hasrat yang memang semakin naik ketika Sherin kembali kerumah ini..Alex merasa dia sakit kepala sekarang.
''Minumlah susu hangat ini sebelum tidur sayang..''ucap Sherin seraya memberikan satu persatu gelas pada ketiga putri mereka sementara ia melewati Alex dan meletakan secangkir kopi..ini akan berguna untukmu Alex.''ucap Sherin tersenyum..
Alex memalingkan wajahnya dengan dingin, sementara Sherin hanya menghela nafas...
ia melangkah mendekati Zayden dan memeluk putra pertamanya..
''Ehm....apakah Daddy mencintai Mommy..''tanya Zelina pada Sherin dan Alex.
Hening...
Tak ada yang ingin menjawab...Sherin lebih memilih menyibukan diri dengan Zayden yang memintanya terus memeluk..
''Tentu saja...dulu Daddy sangat mencintai Mommy..''
Deg!!!!
Sherin mengangkat wajahnya dan menatap Alex dengan tatapan tak terbaca..
''Lalu mengapa Daddy dan Mommy hanya saling diam...''ucap Zelina mengerutkan kening..
Alex berdehem kemudian menatap Sherin yang sedang menatapnya,...hatinya bergetar bahkan setelah 10 tahun tak bisa menghapus perasaannya kepada Sherin..
''Zelina sayang...jangan membuat Daddy bingung...dulu dan sekarang Mommy dan Daddy tetap saling mencintai buktinya kami tidak menikah dengan orang lain kan...''jawab Sherin kepada putrinya..
Sementara Alex hanya memeluk Zelina dan Zayn bergantian seolah tak bosan, dalam hatinya dia senang Sherin menjawab hal itu..
''Kalau begitu malam ini kita harus tidur di kamar masing-masing dan biarkan Mommy dan Daddy bersama...''ucap Zayden melirik Zelina..
Mendengar hal itu Sherin menggeleng..
''Anak-anak..tidak masalah, malam ini biarkan Mommy dan Daddy tidur bersama kalian..''
''Bagaimana kalau kita semua tidur di kamar Mommy dan Daddy malam ini..''ucap Zayn meminta persetujuan..
''Tapi...'' suara Sherin menggantung ketika Alex mengangguk..
''Baiklah terserah kalian..''Alex menyesap kopinya sambil menatap ke arah Sherin...
__ADS_1
''Ayolah Mommy itu baru adil....kita berlima tidur bersama...aku senang sekali..''bisik Zayden sambil menyandarkan tubuhnya di pelukan Sherin..
''Baiklah...terserah kalian..''
**********
Malam harinya..
Sherin membuka kamar milik Alex yang luas..ini pertama kalinya dia masuk ke dalam kamar Alex..dan ketika melangkah matanya terpaku pada sebuah foto pernikahan berukuran besar di tengah ranjang..
Hati Sherin tak mampu menahan rasa sakit ketika ia menyadari kalau Alex benar-benar menderita selama 10 tahun ini...sebenarnya ketika ia masih memberikan kotak berisi asi melalui Virgo untuk di berikan pada Zayden..Virgo sudah mengatakan segalanya tentang Alex yang sudah berubah lebih baik dan membatalkan rencana pembunuhan terhadapnya namun kala itu Sherin masih di liputi dendam hingga dia tidak mau pulang dan berpikir akan menghukum Alex sedikit lebih lama agar pria itu mengerti bagaimana jika dia kehilangan Sherin di hidupnya..walau memang semua tak mudah.
Airmatanya menetes di wajahnya ketika menyadari dia telah melakukan kesalahan besar dengan menyiksa dirinya dan juga Alex dan anak-anak mereka...dan Sherin bertekad dia akan memenangkan hati Alex kembali dan berjanji kalau ia tak akan pernah pergi dari kehidupan Alex untuk kesekian kalinya..
Ada gerakan pintu yang terbuka hal itu membuat Sherin menghapus jejak airmatanya dengan cepat...lalu membalikan tubuhnya dan membeku ketika melihat Alex yang melangkah dengan wajah datar kepadanya..
''Dimana anak-anak..''
''Mereka masih bermain di ruangan bermain...''
''Baiklah aku akan menyusul...''
Sherin melangkah melewati Alex dan pria itu menarik tangannya dan membuat Sherin menoleh kepadanya...
''Jangan berpikir bahwa semua akan baik-baik saja..bagiku kau tak ada artinya...cintaku telah mati untukmu Sherin dan kebersamaan kita hanyalah semata untuk menebus dosa pada anak-anak..''
Mata Sherin berkaca-kaca..
''Alex...aku tau aku salah, aku tau kalau aku telah memberikan luka dalam kepadamu tapi..tak adakah kesempatan untukku..''
''Tidak...kau mau tau mengapa...waktu 10 tahun bukan sebentar...saat ini perasaan yang aku rasakan padamu adalah perasaan benci namun aku akui kau tetaplah ibu dari anak-anakku..aku tak bisa membalasmu tapi Sherin...tak akan ada hubungan batin di antara kita apa kau mengerti...''
Airmata Sherin akhirnya menetes di wajahnya..dia mendekati Alex dan begitu terluka ketika Alex menepis sentuhannya..
''Aku mohon Alex..aku tak akan memaksamu untuk memaafkanku karna itu terlalu egois...yah...aku akan menerima semua perlakuan dinginmu padaku aku akan menerimanya...mungkinkah kau sudah punya wanita lain untuk memuaskanmu selama aku pergi..''
Hening....
Alex tidak menjawab benar atau salah, ia memilih membiarkan pikiran Sherin yang berkembang disana tanpa mampu dia tepis....
Alex mendekati Sherin dan tersenyum..
''Itu bukan urusanmu Sherin yang perlu kau ingat kalau aku tak akan menyentuhmu....tapi bukan berarti kau bebas keluar dari rumah ini...kau akan menghabiskan hidupmu sebagai istriku meski kau akan di perlakukan seperti boneka sekarang..kau hanya seperti patung bagiku aku hanya akan melihatmu tanpa menyentuh...apa kau mengerti....anggaplah itu hukuman untukmu Sherin...''
__ADS_1
Alex melangkah meninggalkan kamar dan membiarkan Sherin tersungkur disana....airmatanya menetes...ia mengepalkan tangannya dan menatap ke arah pintu kamar..
''Alex Steward,....astaga..kecuali kalau kau sudah imp*ten baru kau bisa menolak pesona seorang Sherin...''
Sherin lalu bangkit dari sana dan menghela nafas...baiklah sepertinya dia harus bersikap sedikit keras...apakah Alex punya wanita lain..mengapa hal ini membuatnya kesal..?
Sherin pun akhirnya keluar dari kamar Alex dan melangkah menuju ruang bermain yang berada di lantai yang sama..
Pintu terbuka dan ia bisa melihat ketiga anaknya sedang bermain..
''Anak-anak waktunya tidur...''
Zayden menoleh dan tersenyum..
''Mommy...''
Sherin mengecup mereka satu persatu..
''Ayo kita tidur,...''
''Ah...Mommy sebenarnya kami tak mau tidur di kamar Mommy dan Daddy lagi..''seru Zelina..
''Apa maksud kalian..''
''Jadi kami bertiga sedang bermain bersama dan setiap malam kami akan tidur di kamar bersama-sama di kamar masing-masing...''
''Jadi malam ini kita akan tidur di kamar kak Zayden..besoknya di kamar kak Zayn lalu kamarku begitu seterusnya..''
''Apa Mommy boleh ikut..''bisik Sherin sedikit memaksa..
''Astaga tidak ini hanya anak-anak..Mommy tidur saja bersama Daddy...''
Disaat yang sama...Alex membuka pintu kamar karna dia mendengar semuanya...berada di kamar yang sama adalah ujian berat belum tentu Alex lolos meski dia benci Sherin setengah mati..
''Apa maksud kalian anak-anak.'' Alex bersedekap dengan tatapan dingin..
Deg!!!!!!
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Novel baru siap meluncur di bulan Februari penuh cinta...
__ADS_1