
Sherin turun dari tangga lantai dua rumahnya menuju ruang makan tempat kedua anaknya Zayn dan Zelina sedang sarapan pagi,...
''Selamat pagi Zayn dan Zelina..''sapa Sherin sambil mendekati si kembar dan mencium mereka satu persatu..
''Pagi Mommy....''sapa Zayn dan Zelina serempak..
Sherin pun lalu duduk dan menemani mereka sarapan..
sementara Zelina tampak sedikit lesu...si bungsu itu memang mempunyai wajah paling mirip dengan Alex dari segala sisi...sikap yang keras dan juga manja, bersikap egois dan juga kasar..
''Aku tidak suka ini Mommy...''ucap Zelina mengeluh..
Zelina bosan jika harus makan roti lapis setiap hari...dia ingin sesuatu yang lain..
''Apa lagi kali ini Zelina..''desis Sherin memijit pelipisnya..
''Aku ingin makan spageti di Mall aku ingin makan disana..''
''Ya ampun Zelina...baru kemari paman Jason mengajak kita ke mall dan kau makan banyak sekali Zelina....mana mungkin kau mau spageti lagi..'' sambar Zayn sedikit kesal dengan sikap Zelina yang keras kepala.
Zelina memajukan tubuhnya dia bersedekap sama sekali tak perduli dengan ucapan Zayn yang tajam.
''Tapi aku ingin lagi..apa salahnya coba..''
''Tidak baik makan spageti terus sayang..begini saja..nanti siang setelah pulang sekolah minta paman Jason untuk mengantar kalian ke mall kau bisa bebas membeli eskrim disana..''ucap Sherin mengirim sinyal tegas..
Zelina akhirnya menurut, gadis kecil itu akhirnya menghabiskan sarapannya setelah mendapat persetujuan dari sang Mommy.
''Mommy jangan di biasakan mengikuti kemauan Zelina....dia akan besar kepala...'' Zayn menaikan alisnya dengan tegas..
Sherin tersenyum lalu menatap si kembar dengan mata berbinar,...Zayn menuruni sifatnya dia tak suka dengan sifat serakah, dia anak yang pengertian dan juga suka memberi nasihat pada Zelina meski tak di dengarkan sedikitpun..Sherin menghela nafas..tanpa terasa mereka sudah berusia 10 tahun..dan ingatannya malah terbang pada sosok putra pertamanya Zayden yang sekarang dalam pengasuhan Alex..bagaimana kabarnya, apakah dia baik-baik saja...? mata Sherin berkaca-kaca..jauh di dalam lubuk hatinya dia teramat merindukan Zayden...hatinya sakit sekali menyadari salah satu putranya jauh darinya...Sherin hanya bisa berdoa agar putranya tumbuh baik-baik saja..
''Mommy.....mengapa menangis..''
Suara Zayn menembus pendengaran Sherin hingga ia membuka matanya seketika..
Zelina juga penasaran dan menatapnya...
''Ada apa Momm...apa Mommy sebenarnya sedih kalau aku memaksakan kehendak..''tanya Zelina dengan suara serak..
''Tidak..Mommy baik-baik saja dan untukmu Zelina,..Mommy tidak marah hanya saja..tidak baik jika kau terus makan spageti sepanjang hari...bagaimana kalau Mommy membuat jadwal makan kalian berdua..''tanya Sherin..
''Baiklah...okey...''ucap Zayn dan Zelina serempak..
Sherin tersenyum puas..
*****************
__ADS_1
Sementara di kediaman Alex...
Hari ini Zayden akan pindah ke sekolah yang baru karna dia resmi di keluarkan dari sekolah lama...penyebabnya karna Zayden mengancam temannya mengggunakan pistol.
Zayden duduk depan meja makan dengan tatapan dingin...jauh di depannya sang Daddy Alex juga menemaninya sarapan..
''Daddy harap ini adalah sekolah terakhir Zayden..semoga kau betah disana dan tolong jangan membawa pistol atau pisau..''ucap Alex menegaskan.
Zayden hanya menaikan sudut bibirnya...ia tak bisa lepas dari benda-benda kesayangannya itu dan suka bermain-main dengan mereka...ia tak punya saudara jadi merekalah saudaranya.
''Baik Daddy,...aku berjanji kalau aku tak akan pernh melakukan hal yang jahat..''ucap Zayden di sebrang meja..
Alex mengangguk lega...
''Paman Virgo akan mengantarmu ke sekolah..''
''Seandainya aku bisa membawa mobil sendiri ke sekolah.''ucap Zayden penuh harap..
''Tidak...kau putraku satu-satunya kau belum cukup umur dan aku tak ingin kehilanganmu Zayden...''
Zayden mengangkat wajahnya dan menembus mata tajam milik sang Daddy..dia lalu tersenyum..
''Aku mengerti Daddy...''
''Bagus...Daddy akan segera ke kantor jadi kau bisa pergi bersama paman Virgo..''
Setelah Alex meninggalkan ruang makan, Zayden lalu mengambil dompet miliknya dan memandang foto sang Mommy dengan mata yang basah....
''Mommy....aku akan memulai sekolah, maafkan aku karna aku mungkin mengecewakanmu...Mommy...aku ingin sekali memelukmu tapi itu tidak mungkin bukan...kau terlalu jauh sekarang...''ucap Zayden tak kuasa menahan kesedihan..
Dan tanpa sengaja, Virgo yang masuk ke ruang makan mendengarkan semua ucapan Zayden dan tentu saja hal itu sanggup membuatnya sedih. Virgo melihat bagaimana foto sang nyonya selalu di simpan Zayden..bahkan di dalam kamarnya, foto nyonya Sherin memenuhi ruangan..dan Virgo mulai merasa bersalah karna hal itu...semoga saja ada jalan untuk tuan Zayden bertemu kembali dengan nyonya Sherin..
''Tuan Zayden...''
Mendengar panggilan Virgo di belakangnya, Zayden buru-buru menyimpan gambar ibunya di dalam dompetnya dan berdehem, Zayden kembali pada sikap dinginnya..
''Paman sudah siap..''
''Ya....paman sudah siap...''ucap Virgo tersenyum.
Zayden lalu bangkit dan melangkah lebih dahulu menuju mobil dan Virgo di belakangnya..
Di dalam mobil...
Zayden menyandarkan tubuhnya dengan malas...
''Di sekolah yang baru ini, tuan akan mendapat banyak teman baru....dan tuan sendiri akan betah...''ucap Virgo berusaha menenangkan sang tuan muda dari kegelisahannya..
__ADS_1
Zayden memejamkan matanya..
''Aku tak suka di ganggu jadi sebaiknya..mereka tidak mencari masalah denganku, jika tidak maka paman harus bersiap mencari sekolah baru..''ucap Zayden dengan santainya.
Virgo hanya menggelengkan kepala,...sikap tuan muda sama dengan sikap tuan Alex..begitu dingin dan tidak takut pada apapun...
semoga kali ini memang tuan Zayden betah di sekolah yang baru...
''Mereka tak akan berani pada tuan Zayden..''
''Itu bagus...''
''Kita hampir sampai...''
''Hmm....oya paman Virgo...paman pasti mengenal Mommy...bagaimana Mommy...apakah dia cantik seperti di foto..''
Deg!!!
Yang selalu di hindari Virgo adalah pertanyaan soal nyonya Sherin..dirumah tuan Alex mendidik tuan Zayden dengan keras, bahkan tak pernah pria itu memeluk putranya..sikap mereka begitu kaku..
''Nyonya Sherin begitu cantik dan hangat...dia juga wanita yang lemah lembut dan penuh kasih sayang...dia mencintai tuan Zayden..''
''Aku merindukannya...''
Satu kata itu dan mampu membuat jantung Virgo berdebar...
''Yah.....nyonya Sherin juga pasti merindukan tuan Zayden...''
''Dari mana paman tau..bukankah Mommy sudah di surga...''
Virgo lantas mengangguk patuh, syukurlah karna mereka akhirnya tiba di sekolah dan ia tak perlu menjawab pertanyaan tuan muda Zayden..
mobil berhenti, dan Virgo lantas tersenyum lega..
''Tuan Zayden...silahkan kita sudah sampai..''
''Kau selalu menghindari pertanyaanku paman Virgo..''desis Zayden sedikit kesal..
Di saat yang sama...
Mobil milik Zayn dan Zelina sampai di parkiran sekolah dan mereka keluar dari sana...
Virgo membuang pandangan dan membeku ketika melihat saudara kembar itu bertemu di depan gerbang..
Wajah Virgo memucat seketika...
''Takdir apa ini.....mengapa secepat ini...'' ucap Virgo dengan mata melebar tak percaya...
__ADS_1