
Alex merasa hatinya bergetar ketika menatap mata seorang gadis berusia 10 tahun di hadapannya, sekilas dia mirip Zayden, namun setelah di lihat untuk waktu yang lama..dia mirip dirinya..
Mana mungkin....?
Alex membungkukan tubuhnya agar sejajar dengan Zelina yang menatapnya tanpa kedip...
entah mengapa dia merasakan perasaan aneh di dalam dirinya...ada rasa sayang yang berbeda,...padahal ini kali pertama mereka bertemu dan Alex merasa tertarik pada gadis ini..
''Jadi namamu adalah Zelina...mirip dengan nama putraku Zayden...''
Disaat itu Zayden dan Virgo saling menatap dengan pandangan yang dalam..
''Benarkah.....di sekolah mereka bilang kami mirip..terutama dengan kakakku..''
''Jadi kau punya kakak laki-laki..''
''Yah....'' Zelina menganggukan kepalanya..
''Baiklah mengapa kau tidak membawa kakakkmu kemari..''
''Dia sedang mengerjakan tugasku dan tugasnya..''
''Hah....mengapa tugasmu kau berikan padanya untuk di kerjakan...mengapa bukan kau saja yang mengerjakan tugas itu..''
Zelina mengerutkan kening....matanya terlihat indah dan polos,...
''Karna dia kakakku dan dia akan melakukan semua yang aku mau...selama kakak ada..maka aku tak akan mendapat masalah...''
Mendengar hal itu Alex tertawa dengan keras, dan itu pertama kalinya dia tertawa selepas itu..bagi Alex kata-kata Zelina yang polos sangat lucu baginya..dan dia tak bisa berhenti untuk tertawa...
''Jadi maksudmu kau tak akan pernah mengerjakan semua tugas dan melimpahkannya pada kakakmu..''
''Yah...''
''Mengapa kau melakukannya...tidakkah kau kasihan pada kakakmu...''
''Tidak...aku tidak kasihan...kakak sendiri yang bilang..jika Daddy sudah di surga jadi aku boleh menganggapnya seperti Daddy....dan aku melakukannya...''
Hening...
Zayden berkaca-kaca mendengar ucapan Zelina..hingga ia mengusap wajahnya dengan kasar agar Daddy tidak curiga kalau dia ikut sedih..
Alex meredupkan matanya..ketika melihat mata Zelina yang terlihat rapuh...dan hampir menangis..
''Maafkan paman...jadi apakah Daddymu sudah di surga..benar-benar di surga..''
''Yah....Mommy bilang seperti itu...Daddy dan kakak ku sudah di surga..''
''Jadi kau punya kakak lagi...''
''Yah...kakak kembarku...''
''Kembar...''ulang Alex sedikit nyeri...
Jika kedua anaknya masih hidup maka mereka akan seperti Zelina dan Zayden...Alex terdiam sesaat, tenggelam dengan perasaan hampanya...
''Paman.....bisakah aku mengatakan sesuatu..''
Alex mengangguk....
''Paman mirip seperti Daddy di dalam foto...''
__ADS_1
Deg!!!!
Zayden dan Virgo saling menatap, oh tidak..jangan sampai Zelina berbicara terus..
''Zelina...bukankah kau datang kerumah kakak untuk bermain..bagaimana kalau kita berdua bermain saja...'' bujuk Zayden..
''Aku tidak mau....aku mau bermain dengan paman....''
Hening.....
Virgo menghela nafas..dadanya berguncang, betapa ikatan batin itu tak mampu di pisahkan walau sudah lama mereka terpisah..
Zayden meneteskan airmata, ia tak sanggup menahan rasa sedihnya ketika Zelina meminta hal sederhana..namun...ia takut kalau Daddy akan mematahkan hati adiknya...Zelina akan sangat sedih...
''Zelina....''
Alex mengangkat tangannya pada Zayden...
dan menggeleng....ketika Zayden hendak membawanya pergi...
pandangan mata Alex tertuju pada Zelina yang memang sangat mirip dengannya...
Alex tak tau perasaan apa yang dia rasakan saat ini namun....Alex tak sanggup membendung hatinya yang rapuh ia tak mampu menolak permintaan gadis kecil ini..
''Bermain bersama....paman sebenarnya menyukai...''
''Sepak bola...''seru mereka serempak...
Daddy dan Zelina sama-sama menyukai sepak bola, mereka bahkan sama-sama bersorak..dan menjadi akrab.
Sekali lagi Zayden menghela nafas, apakah sebuah kesalahan karna membawa Zelina kemari..bukan tidak senang, Zayden sangat senang..hanya saja dia belum mengerti benar apa yang sebenarnya terjadi...apa yang menyebabkan kedua orang tuanya berpisah..apa yang membuat kedua orang tuanya masing-masing mengakui bahwa pasangan mereka sudah meninggal..
Zayden butuh kebenaran dan kebenaran itu tak mungkin dia dapatkan dari Daddy...dan ketika Zayden menoleh dia menemukan wajah Virgo yang memucat...
''Kita punya hobi yang sama..''
''Yey...bagaimana kalau kita bermain sekarang...''ajak Zelina dengan mata berbinar..
Alex menegakan tubuhnya dan berpikir sejenak, sebenarnya dia sedang ada pertemuan penting namun mungkin Alex akan menundanya kali ini, karna entah mengapa dia tak bisa menolak permintaan gadis ini...
''Baiklah..paman akan meminta seseorang menyiapkan kaos bola...''
''Baiklah aku akan menunggu...''
Alex lalu menatap Virgo dengan isyarat..
''Baik tuan...pelayan akan membawanya dalam beberapa menit..''
Alex tersenyum lalu menatap Zayden...
''Apa kau juga mau bermain bola...''
Zayden menggeleng....
''Aku lebih suka bermain Game Daddy..tapi aku akan ikut bermain tapi sebelumnya aku perlu paman Virgo untuk melihat peralatan game ku yang sedikit eror..''
Alex dan Zelina tersenyum,...
''Tapi apakah paman punya lapangan disini...kita main dimana kalau begini..''
Alex tersenyum..
__ADS_1
''Paman punya lapangan kecil di lantai 5 paling atas Mansion ini....kita akan bermain disana..''ucap Alex tersenyum..
''Yah...itu bagus...aku suka ketinggian..ayo kita kesana sekarang..''
Zelina menarik tangan Alex menuju tangga..
''Tidak Zelina kita naik Lift..''
''Oh...lift...''
Zelina pun merasa senang, ini pertama kalinya dia melihat sebuah rumah dan ada lift di dalamnya, kak Zayden sangat beruntung...
Sementara itu...Zayden menoleh ke arah Virgo yang tampak pucat,, Zayden mendekati Virgo dengan senyuman..
''Paman Virgo...''
''Jangan menatapku seperti itu tuan muda...''
''Bisakah paman jujur padaku apa yang terjadi di masa lalu...aku sudah tau segalnya kalau Mommy dan adik-adikku masih hidup...Zelina adalah adik kembarku...''
Virgo tersungkur di depan Zayden..airmatanya menetes di wajahnya...
''Tuan muda.....''
''Ikut aku ke kamarku paman Virgo....''
Virgo mengangguk patuh...selama bertahun-tahun dia menyimpan rahasia ini...dan akhirnya ia sampai pada keputusan untuk melepaskan semua beban di hatinya...tuan Zayden bahkan sudah mengetahui kebenaran....?
Virgo tak punya pilihan selain mengikuti Zayden ke kamarnya...
*****
Zelina menatap pemandangan dari atas atap dengan mata berbinar penuh rasa bahagia...
''Indah sekali pemandangan dari sini paman Alex...''
Alex yang sedang menggunakan sepatu bolanya mengangguk membenarkan..sudah lama dia tidak kemari...sudah lama dia tidak menghabiskan waktu bersama seseorang bahkan putranya..
Alex menatap Zelina yang sedang memainkan bola, dari gerakannya cara menendangnya persis seperti yang biasa Alex lakukan..
Anak ini benar-benar membuat hati Alex bergetar..rasa sayang timbul begitu saja di hatinya padahal mereka tak pernah bertemu sebelumnya..
Dan ketika Zelina menoleh dia tersenyum kepada Alex...dan senyum mereka mirip..
''Ayo...Paman...kita mulai saja...''
Alex menegakan tubuhnya...
''Baiklah Zelina....tendang bolanya...'' balas Alex menunggu..
**************
''Apa yang tuan muda Zayden katakan itu benar kalau memang..nyonya Sherin dan kedua saudara kembar tuan masih hidup....dan mengenai nona Zelina aku belum tau pasti tapi...aku pikir tuan Zayden benar kali ini....mereka adalah saudara kembar tuan Zayden...''
Deg!!!!!
Airmata Zayden menetes penuh rasa sakit, menyadari dia dan saudaranya tersiksa karna kebenaran yang terpendam ini..
''Katakan padaku paman..apa yang terjadi sebenarnya..apa yang terjadi sehingga Mommy dan Daddy berpisah.........''
Deg!!!!
__ADS_1
Virgo membeku.....
Bagaimana menjelaskannya pada tuan Zayden....??