Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Hancur 2


__ADS_3

Alex membeku di tempatnya..ia bahkan kehilangan kekuatannya untuk berdiri...sementara Virgo hanya menatapnya dengan tatapan tak terbaca,...tuan Alex tampak begitu hancur...jadi apakah dia telah melakukan sebuah kesalahan besar...?


Tidak...ini baru awal bukan..ini tentang hidup nyonya Sherin..jadi Virgo tak akan pernah mau mengalah..ini semua demi nyonya Sherin dan anak-anak...


''Tuan Alex...''


''Mengapa dia meninggalkan aku..mengapa..bukankah aku sudah bilang aku tak ingin kehilangannya..bagaimana mungkin ini terjadi...''


''Tuan Alex.....keinginan nyonya adalah agar tuan mendapatkan anak lelaki dan nyonya berhasil melakukannya..tuan muda kecil sangat sehat dan aktif..dia tampan...'' ucap Alex mengalihkan pembicaraan agar Alex tidak terlalu sedih..


Alex menoleh kepadanya..


''Aku menyesal....aku sungguh menyesal pernah memerintahkanmu untuk melenyapkan Sherin...aku menyesal aku selalu menyakitinya dengan perkataanku..aku sungguh menyesal...Virgo...aku sangat menyesal sekarang, apalah arti seorang anak jika aku kehilangan ibunya..'' tatap Alex begitu menyesal..


Deg!!!!


Virgo menghela nafas...


''Tuan Alex...semua sudah terjadi, bagaimana dengan tuan muda kecil..bagaimanapun sebagian dari nyonya Sherin ada dalam diri tuan muda kecil yang bahkan belum di beri nama..setidaknya tuan harus kuat demi dirinya...''bujuk Virgo..


Alex kemudian bangkit berdiri dan mengusap wajahnya yang sembab...ia menatap Virgo yang masih berdiri dengan wajah babak belur..Virgo memang stia kepadanya..


''Virgo....basuh wajahmu sekarang..kau terlihat jelek..lalu antarkan aku ke makam istri dan anak-anakku yang lain...''


''Baik tuan..''


Virgo menundukan kepalnya dalam-dalam..sementara ia melangkah di belakang tuan Alex yang melangkah gontai keluar dari ruang rawat..


Virgo terus menatap Alex yang hanya diam saja sambil terus melangkah keluar dari sana...


''Tuan apakah kita akan singgah ke kamar bayi..''


''Tidak...aku ingin melihat istriku..aku ingin melihatnya lebih dahulu..''suara Alex terdengar berat...


Virgo pun mengangguk, mereka melewati ruang bayi begitu saja...walau terdengar tangisan dari luar...Virgo memejamkan matanya..apakah itu bayi tuan Alex dan nyonya Sherin,..?


Mengapa dia mulai merasa bersalah sekarang.....?


Alex dan Virgo memasuki mobil yang akan membawa mereka menuju taman...sepanjang perjalanan, Alex hanya diam....dia duduk di belakang sementara Virgo yang menyetir sang tuan...


Alex hanya terdiam sepanjang perjalanan,...mau tak mau semua kenangan yang pernah dia lewati bersama Sherin mulai merasuki dirinya...


Betapa menyakitkan semua yang dia rasakan saat ini bagaimana mungkin Sherin berani meninggalkan dirinya sendiri..membawa kedua anaknya yang lain..


Oh...ini adalah rasa sakit kedua yang begitu memukul telak seorang Alex..yang pertama ketika dia kehilangan sang ibu dan yang kedua dia malah kehilangan ibu, dari anak-anaknya....mengapa rasanya begitu menyakitkan...?


Mengapa....

__ADS_1


Pertahanan Alex runtuh ketika ia tak mampu menahan airmatanya, rasanya dunianya hancur dengan kepergian Sherin..


Oh....Sherin..apakah kau sedang memberi hukuman padaku..yah...aku merasa begitu tersiksa dengan hukuman ini..tidak pernah..tidak pernah di bayangkan oleh Alex jika ia akan kehilangan wanita yang paling berarti dalam hidupnya...bahkan Sherin pergi meninggalkan kenangan seorang putra yang semakin membuat luka besar di dalam hati Alex...


Pria itu tak sanggup menahan rasa sakit yang dia alami...


Mobil berhenti dan Virgo menatap dari kaca....melihat airmata Alex yang mengalir..pria itu meremas stir mobilnya cukup kuat...


''Tuan.....kita sudah sampai..''


Alex membuka matanya dan menatap sekelilingnya..matanya terbuka lebar...melihat 3 buah makam yang masih baru...hati Alex seperti di remas dengan kuat..pria itu tak kuasa menahan tangisnya...ketika Virgo membuka pintu mobil untuknya..


Alex keluar dari sana dengan airmata yang jatuh..rasanya remuk seluruh tubuhnya...namun ia berusaha kuat melangkah satu demi satu langkah mendekati makam yang berukir nama istri dan kedua anak mereka..


Tubuh Alex kembali goyah sementara Virgo menahan tubuh sang tuan yang hampir rubuh..


''Tuan Alex....''


''Aku baik-baik saja Virgo...kau bisa menunggu di mobil..''


''Tidak..aku akan menunggu di sini...tuan..''


Alex hanya menganggukan kepalanya pasrah...pria itu mendekati makam Sherin dan tersenyum walau airmatanya menetes...ia tersungkur di antara ketiga makam dan duduk disana...


''Sherin sayangku...istriku...bagaimana perasaanmu sekarang..bagaimana rasanya terlepas dariku apa kau merasa lega sayang....bagaimana anak-anak kita..apa mereka merindukan aku...'' suara Alex bergetar penuh rasa sesak di dada,....


Sementara Virgo pun tak mampu menahan airmatanya......


Alex membawa beberapa ikat bunga yang di bawa lalu di letakan masing-masing di atas makam Sherin dan anak-anak mereka..


''Aku yakin kau pasti sudah bahagia sekarang bukan...aku ingin kau tau bahwa aku...juga bahagia ketika kau bahagia istriku sayang...istirahatlah dengan tenang....dan maafkan aku...maafkan aku sayang...aku telah banyak menyakitimu dan aku ingin kau tau aku sangat menyesal......''


Hening....


Angin bertiup dengan begitu halus menerpa wajah Alex hingga pria itu menundukan kepalanya dalam-dalam....


Apakah ini adalah hukuman dari Tuhan untuknya...karna dia telah melakukan banyak dosa...tapi mengapa harus Sherin yang pergi...siksa saja dia dan jangan Sherin...


Alex memejamkan matanya ketika airmatanya menetes pasrah..bagaimana hidupnya kini Alex sungguh tidak tau...rasanya semua teramat menyakitkan.....


Sherin.....aku mencintaimu......batin Alex terasa pedih....


*******


Virgo dan Alex kembali dari makam, dan kerumah sakit..dari jauh terdengar suara yang melengking..tangisan seorang bayi lelaki yang sedang berusaha di bujuk oleh para suster namun mereka tak bisa menghentikan tangisnya...


Alex mempercepat langkahnya ketika ia membuka pintu...suster langsung mendekatinya dan memberikannya kepada Alex..

__ADS_1


''Dia menangis terus dari tadi, aku sudah berusaha membujuknya...namun dia tak mau diam..''


Alex mengambil bayi yang sangat tampan itu dan mendekapnya..hatinya bergetar dengan kuat...airmatanya menetes menyadari putranya tampak mulai tenang ketika dia mendekapnya...


''Anakku....''bisik Alex dengan rasa sedih yang tak bisa di sembunyikan..sungguh Alex tak dapat mengusai dirinya...


Alex baru tau kalau kini bukan hanya dia saja yang terluka namun putranya akan sangat terluka kehilangan Sherin...


Alex mencium bayinya teramat pelan...dan hati-hati...sambil menatapnya dengan tajam.


*****************


Sementara,.........


Sherin terpaku menatap kedua bayi kembar di hadapannya..ia tersenyum lega menyadari kedua anaknya tertidur dengan nyenyak...meski dia merindukan salah satu anaknya yang lain yang berada di dalam pelukan Alex..


Wanita itu terdiam....ketika matanya berkaca-kaca...bukankah ini yang dia inginkan...bukankah ini yang dia harapkan..melepaskan diri dari Alex sepenuhnya...yah...ini yang terbaik karna pada akhirnya Alex akan menghabisinya dengan kejam dan memisahkannya dengan anak-anaknya jadi..keputusan Sherin adalah yang terbaik dengan membawa dua anak bersamanya...


Semoga kelak mereka mengerti kalau apa yang dia lakukan adalah yang terbaik...adalah yang terbaik...


Walau sudah hampir 1 minggu...Sherin tetap mengirim asi pada putranya yang berada dalam pengawasan Alex...tentu saja lewat Virgo...


Sherin berharap dia dan kedua anaknya akan bahagia meski tanpa ayah dan saudara mereka yang lain..


Sherin mencoba berbaring dan memejamkan matanya, mencoba untuk tertidur lelap karna sejak dia membuka matanya..dia sulit tidur karna pikirannya tertuju pada Alex dan putranya yang lain...bahkan mereka belum di beri nama...


**********


Sementara di tempat lain..


Alex menatap pengasuh anaknya yang hendak memberikan susu botol..


''Apakah itu susu Formula...''


''Tidak tuan Alex, kata tuan Virgo ini adalah asi murni yang di dapatkan dari pendonor asi...jadi untuk tuan muda lebih baik jika minum asi..''


''Apakah sumbernya jelas, apakah itu steril....atau kau mau membunuh anakku..''teriak Alex lantang..


Mendengar teriakan Alex, Virgo buru-buru masuk ke dalam kamar dan membungkuk di hadapan Alex yang murka..


''Virgo..dari mana kau mendapatkan asi untuk putraku...dari mana...aku harus tau asal pendonor asi ini...''


''Tuan Alex..sebenarnya....''


Alex mendekat dan menatap tajam ke arah Virgo dengan pandangan menyelidik..


''Aku ingin tau identitas pendonor asi ini dan memutuskan apakah dia layak atau tidak dalam memberi asi untuk anakku.''

__ADS_1


''Tapi tuan......''wajah Virgo memucat seketika..


Bagaimana sekarang.......??


__ADS_2