
Zayden sama sekali tak ingin menatap ke arah lain dan hanya ingin menatap Mommy dan juga Zelina sesekali...bahkan cara makan Zelina sama persis dengan Daddy....hal itu sungguh membuat hati Zayden bergetar...dia anak tertua dan selama 10 tahun Zayden tak pernah bertemu dengan Mommy, bahkan ia berpikir Mommy dan dua saudaranya sudah meninggal...tapi kenyataannya adalah Mommy berada di hadapannya..masih sangat muda, dan cantik...
Kesan pertama yang di dapat Zayden adalah Mommy adalah wanita yang lembut dan penuh kasih sayang, juga sabar karna beberapa kali Mommy sabar menghadapi Zelina yang manja dan keras kepala...mungkin karna itu juga Daddy jatuh cinta padanya..tanpa sadar Zayden tersenyum....
Namun ketika Zayden memandang Mommy Sherin adalah hal yang terindah yang pernah di alami oleh Zayden...hingga ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita yang melahirkannya itu..
Sherin merasa aneh ketika Zayn menatapnya dengan pandangan yang tajam..wanita itu mengangkat wajahnya dan membeku ketika Zayn menatapnya dengan dalam...hal itu membuat hati Sherin bergetar..apa yang terjadi dengan putranya, tak biasanya Zayn menatapnya seperti ini..
Sherin lalu mendekati putranya dan menatapnya penuh selidik..
''Zayn...apa kau punya masalah sayang..''
Hening.....
Zayden menatap wajah Sherin dengan tatapan memuja,...lalu menghela nafasnya...
''Mommy......aku sungguh merindukanmu..aku sangat mencintaimu dan....kau segalanya bagiku..''ucap Zayden dengan ketegasan seorang Alex..
Sherin menghela nafas...apa yang sebenarnya terjadi pada putranya, mengapa tiba-tiba dia bersikap sangat aneh,..bukankah dia terlihat baik-baik saja namun mengapa dia berkata-kata tak seperti biasanya..Sherin sungguh penasaran..
Sementara Zelina menyipitkan matanya dengan tajam...
''Apakah kakak baru kembali dari luar angkasa hingga merindukan Mommy...padahal kita setiap hari bersama...''ucap gadis kecil itu dengan bolamata yang berputar sinis..
Zayden pun tersenyum...
''Sebenarnya aku bermimpi buruk semalam Mommy...''ucap Zayden dengan sinar mata yang redup hingga Sherin mengerutkan kening..
Sherin menyentuh jemari putranya dan menatapnya penuh perhatian..
''Baiklah..mari kita bicara sayang....katakan apa yang kau mimpikan..''
Zelina pun penasaran dan menghentikan makannya....mereka sedang di sebuah kedai restoran siap saji, dan suasana memang sedang sepi kesempatan itu di gunakan Sherin untuk mendekati sang putra...
Zelina merapat pada kakaknya dan sang Mommy...
''Katakan Zayn...''
''Aku bermimpi kalau Daddy dan kakakku masih hidup..''
Deg!!!!!!
Sherin sampai menjatuhkan ponsel yang dia pegang....jantungnya berdebar kencang mendengar ucapan Zayn...Sherin bahkan sampai berkaca-kaca mendengar ucapan Zayn kepadanya....
''Mommy.....''
''Itu hanya bunga tidur Zayn....''ucap Sherin sedikit tegas..
Sementara Zelina berdehem...
''Aku yakin kakak mengarang cerita...aku rasa kakak hanya heran sama seppertiku mleihat anak yang berwajah mirip seperti kita bukan..''
Sherin menoleh menatap Zelina yang serius..
''Apa maksudmu Zelina...apakah di sekolah ada anak yang mirip dengan kalian...''
''Bahkan kami seperti kembar...para guru dan teman-teman sampai heran, padahal kami bukan saudara..''ucap Zelina cuek..
Kini pandangan Sherin tertuju pada Zayden yang pucat,..astaga Zelina memang tak dapat di percaya kalau begini Mommy akan curiga...
''Zayn...apakah itu benar..''
'Hanya sedikit mirip tapi itu bukan masalah....jangan dengarkan Zelina dia terlalu melebihkan...''sambar Zayn tajam..
Sherin mengangguk karna selama ini Zayn tak pernah berbohong kepadanya jadi Sherina memilih percaya pada Zayn dari pada Zelina...
''Baiklah Mommy percaya kepadamu Zayn.,..dan tentang mimpi itu.....Daddy dan kakak kalian sudah di surga...''suara Sherin bergetar seakan berat mengucapkan kata itu tapi dia sadar dia harus melakukannya atau semuanya akan hancur..bukankah sudah 10 tahun dia menjaga rahasia...?
Entah dimana Alex membawa Zayden kini..namun Sherin tak ingin memikirkan hal itu atau dia akan sedih...yah...setiap malam Sherin selalu mendoakan Alex dan putranya agar mereka baik-baik saja....Sherin hanya ingin tenang....dia tak ingin bertemu dengan masa lalunya karna jika Alex tau dia memalsukan kematiannya maka Alex akan marah dan Sherin tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya...jadi merahasiakan lebih baik bukan...?
__ADS_1
Zayden meneteskan airmatanya menyadari kalau Mommy bahkan menganggapnya sudah tak ada di dunia..hati Zayden teramat sakit....entah apa yang tejadi kepada kedua orang tua mereka hingga menganggap satu sama lain sudah tiada...apa yang terjadi sebenarnya...Zayden tidak mengerti yang dia inginkan adalah Mommy dan Daddy bersatu...yang dia inginkan adalah mereka bisa kembali menjadi satu keluarga utuh..
Melihat tangisan Zayden membuat Sherin tak mampu menahan airmatanya...wanita itu segera menarik Zayden ke dalam pelukannya..dan mendekapnya dengan erat...
''Maafkan Mommy Zayn...maafkan Mommy Zelina..''
Zelina juga tak mampu menahan airmatanya melihat Mommy dan kakaknya menangis dia pun menghambur untuk memeluk Mommy dan kakaknya dan menangis bersama....
Dalam hati Sherin sungguh dia meminta maaf karna ia terlalu egois,tapi sesungguhnya Sherin hanya tak ingin di pisahkan dari anak-anaknya..dia hanya ingin menjadi ibu walaupun Alex mungkin tak menginginkannya sebagai istri lagi..mungkin Alex sudah menikah sekarang dan membentuh keluarga bahagia..ini sudah 10 tahun dan Sherin tak bisa mengatasi segala hal yang terjadi...Sherin hanya ingin tenang bersama anak-anaknya meski dia terluka kehilangan salah satu putranya...dalam hatinya Sherin sungguh memohon maaf karna keegoisannya mereka melalui hidup yang sulit..
''Maafkan Mommy Zayn....semua ini salah Mommy..tapi Mommy janji pada kalian berdua kalau semua akan baik-baik saja..kita akan melalui ini bersama hum...Mommy akan selalu memberikan yang terbaik walau tak ada Daddy bersama kakak...mereka sudah tenang di surga...bisakah kalian mengerti itu...bisakah kalian tidak bertanya tentang mereka lagi...karna Mommy juga merasa hancur dan tak bisa berkata-kata lagi Zayn...Zelina...Mommy sangat mencintai kalian berdua...''bisik Sherin semakin mempererat pelukannya..
Zayden dan Zelina akhirnya mengangguk pasrah...dan menghentikan tangisannya, namun bagi Zayden dia tak akan pernah menyerah...Zayden akan memikirkan cara untuk mempersatukan mereka..dan liat saja apa yang akan terjadi...
''Maafkan Zayn Mommy....''
''Tentu nak...''
Airmata Sherin menetes di wajahnya walau begitu ia trus mencium Zayden dan Zelina bergantian untuk menenangkan mereka..
''Kita akan bahagia tanpa Daddy dan kakak....Mommy janji, jadi bisakah kita bekerja sama...''ucap Sherin meminta perhatian anak-anaknya..''
Zelina yang sesegukan lalu mengangguk setuju sementara Zayden pun menganggukan kepalanya dengan patuh..
''Tentu saja Momm....aku tak akan bertanya lagi tentang Daddy dan kakak...''
''Aku juga Mommy...maafkan kami yah..''ucap Zelina memeluk Sherin dan menciumnya..
Sementara Sherin merasa sedikit lega, walau ia masih sesegukan ketika mengingat Alex yang dia cintai..betapa dia sulit hidup tanpa suaminya..betapa dia menderita mengurus kedua anaknya sendiri..seandainya saja..seandainya saja Alex mau menerimanya..seandainya saja Alex tidak berpikir untuk menyingkirkan dirinya...mungkin sekarang mereka akan menjadi keluarga bahagia..anak-anak tak perlu menderita begini...
Sherin masih terus menangis hingga Zayden merasa sedih..
''Mommy...sudahlah jangan menangis Momm...''
Sherin semakin tak kuasa menahan airmatanya....suasana yang sepi disana membuat Sherin lebih leluasa menumpahkan perasaannya..Sherin memeluk Zayden dan juga Zelina sekali lagi...
Zayden menghela nafas panjang, sesungguhnya Mommy tidak baik-baik saja....Mommy berbohong untuk menenangkan mereka...dari tangisan Mommy entah mengapa Zayden tau kalau Mommy sebenarnya menderita sama seperti Daddy...
**********
Mereka sampai di gedung apartement dan Zayden berusaha tenang, dia bingung karna ini pertama kalinya dia datang ke apartemen yang terkesan biasa, tidak mewah dan juga tidak murah....dimana kamarnya....ada dua kamar disini...
''Kakak...bantu Zelina sebentar,...''rengek Zelina mengalungkan tangannya di lengan Zayden..
Sementara Sherin menatap mereka...
''Ganti baju kalian berdua lalu mandi dan baru mengerjakan tugas dari sekolah..''
''Baik Mommy...''seru mereka serempak..
Sherin lalu melangkah masuk ke kamar miliknya dan tenggelam disana..
''Ayo kakak...mengapa diam disitu...ayo kita ke kamar...''ucap Zelina menarik Zayden masuk ke dalam kamar...
Zayden pun terpaksa ikut dan dia baru sadar kalau kamarnya dan kamar Zelina menyatu...mereka punya tempat tidur tingkat yang sederhana terbuat dari kayu..
Dan pandangan Zayden selanjutnya adalah tertuju pada beberapa bantal milik Zelina yang di penuhi foto Daddy...Zayden menatap Zelina yang sedang duduk sambil mengeluarkan tugasnya..namun sebelum itu Zelina mengambil bantal miliknya dan menciumnya hingga Zayden tetegun..
''Hai...Daddy,....tadi aku makan spageti loh..enak sekali..Daddy dan kakak apakah melihatku...aku merindukanmu dan kakak..''suara Zelina berubah serak..
Melihat itu Zayden tidak tega lalu mendekat dan menyentuh rambut Zelina...gadis cantik itu menoleh...
''Kakak.......''
''Sudahlah...jangan berbicara dengan bantal ....''
''Tapi aku merasa jika aku bicara pada bantal seperti aku bicara pada Daddy...''
''Ssstt...kakak akan mengajakmu ke rumah kak Zayden..bagaimana...''
__ADS_1
''Zayden...apa kakak tidak salah bicara..dia bahkan melotot padaku aku benci sekali padanya...''
Zayden memejamkan matanya..ya ampun dia baru ingat dia memang melotot pada Zelina di awal perjumpaan mereka dan bersikap ketus..
''Dia sebenarnya baik..dia bahkan mengatakan pada kakak untuk meminta maaf padamu...''
Zelina pun mencibir dengan wajahnya yang culas...
''Aku tak percaya...''
Zayden tersenyum...
''Itu benar Zeline...dia bahkan meminta kakak agar memberitahumu kalau dia akan mengajakmu kerumahnya lalu membelikanmu coklat yang banyak...apapun yang kau mau...''
Mata Zelina melebar seakan tak percaya...
''Apakah itu benar....kak Zayden akan mengajakku kerumahnya..''
''Tentu saja asal kau harus berjanji satu hal...''
''Hum....janji apa.....''
Zayden mendekat lalu duduk di samping Zelina dan memeluknya...
''Kau tidak boleh menyusahkan Mommy okey...kasihan Mommy sangat lelah mengurus kita...''
''Baiklah tapi apakah rumah kak Zayden besar..apakah dia kaya raya...''
''Hum...sangat besar, ada kolam renangnya juga..''
''Wah.....aku tak sabar ingin kesana...kapan aku bisa ikut kak Zayden....''
''Besok..bagaimana...''
''Yey....aku senang sekali aku akan mandi di sana...di kolam renang....''
Zayden tersenyum....
''Tentu saja Zelina..kakak senang kalau kau senang..jadi sekarang ayo mandi dan kita akan mengerjakan tugas sekolah...''
''Baik kak Zayn..''
Zelina bangkit dari tempat duduk dan melangkah menuju kamar mandi, sementara Zayden lalu merapikan kamar mereka dan segera keluar kamar..
''Mommy....mau kemana...''
Sherin menoleh dan tersenyum...
''Zayn...Mommy harus bekerja sekarang jadi kau harus menjaga adikmu sampai Mommy pulang...
''Mommy bekerja..dimana...''
Sherin menghela nafas...apa yang sebenarnya terjadi dengan putranya dia bahkan tidak ingat kalau Sherin sedang membuka butik kecil untuk menyambung hidup mereka...
Yah...sebenarnya Sherin bisa menerima bantuan Damar namun dia tak ingin bergantung pada siapapun, Sherin bisa menjahit jadi dia membuat baju dan mulai menjual brand miliknya sendiri meski dalam skala kecil...Sherin hidup sederhana namun dia bertekat menyekolahkan anaknya di sekolah bergengsi mereka sekarang di tambah lagi baik Zayn dan Sherin sangat pintar...jadi mereka mendapatkan beasiswa dari sekolah..
''Mommy akan ke butik...apa kau melupakannya sayang..''
Zayden menggeleng...
''Maaf aku hanya bercanda...bagaimana kalau kami ikut Mommy saja...''
''Tidak...sayang sudahlah Mommy baik-baik saja kok...kau jaga Zelina saja Mommy akan pulang dengan cepat...''
Zayden akhirnya mengangguk dengan cepat...dan hanya menatap sedih pada Mommy yang melangkah keluar dari apartemen mereka..
Disaat itulah Zayden mengeluarkan sebuah kartu emas pemberian Daddy..dengan kartu ini Zayden bisa membeli apapun yang dia mau...
Zayden tersenyum....
__ADS_1