
Sherin berdiri di balik pintu ruang kerja milik Alex dan meneteskan airmatanya...sungguh tidak pernah dia bayangkan kalau Alex akan sekejam ini bahkan kepadanya....tubuh Sherin bahkan hampir pingsan jika saja dia tidak cepat pergi dari sana..
Sherin melangkah meninggalkan pintu ruang kerja dan bersikap seolah dia baik-baik saja..bersikap seolah dia tidak terganggu dengan perintah Alex pada Virgo untuk melenyapkannya..
Sherin mengepalkan tangannya..jadi pria yang berbagi ranjang dengannya setiap malam...pria yang bahkan selalu dia puaskan hampir setiap malam menginginkan kematiannya...
Sungguh tak ada yang lebih menyakitkan dari hal itu dan hati Sherin sungguh hancur mendengar semua yang di katakan oleh Alex,...
Bunuh dia....
Sherin memejamkan matanya...ketika ia tak kuasa menahan sakit di hatinya...Sherin tertunduk lemah sampai tersungkur di taman...
perut Sherin memang lebih besar dari sebelumnya dan sudah bisa di tebak kalau dia mengandung lebih dari satu bayi di dalam perutnya..
Sherin berusaha melangkah menuju taman dan duduk disana...matanya kembali terpejam...untung saja dia sudah menginjinkan Nia ikut bersama kakak iparnya kak David...berbeda dengan Alex,.sikap kak David sangat baik, jadi Nia akan aman berada disana...
Sherin duduk disana dalam diam dan berusaha menenangkan pikirannya..wanita itu mengusap permukaan perutnya dan kembali merasa sedih...
Untuk pertama kali Sherin merasa kasihan pada bayinya sendiri..bagaimana jika mereka perempuan, apakah Alex akan melenyapkan mereka semua sekaligus...dada Sherin terasa sesak ketika memikirkannya...dan mulai saat menyentuh perutnya dia berubah sayang pada mereka...entah dari mana naluri keibuan Sherin muncul begitu saja...
airmatanya jatuh seketika....Sherin merasa begitu sakit menyadari anak-anaknya terancam..
Dan tak berapa lama kemudian...
Virgo keluar dari rumah besar, pandangan matanya terarah pada sosok Sherin yang sedang duduk disana..
Jelas perintah Alex adalah membunuh nyonya Sherin setelah melahirkan anaknya....meski itu sangat sulit di lakukan Virgo...Nessa juga sedang mengandung anaknya jadi...dia merasa berat untuk melakukan hal yang kejam seperti itu, namun tak tau harus berbuat apa...
Virgo akhrinya sampai pada Sherin yang duduk diam di bangku taman..
''Nyonya Sherin....''
''Aku mendengar perintah untukmu pagi ini..''
Deg....
Deg....
Deg.......
Virgo tampak pucat dia tak menyangka kalau nyonya Sherin mengetahui segalanya...dan itu sangat mengejutkan baginya..
''Nyonya Sherin..''
Sherin menoleh...dan menatap Virgo dengan tajam..
wanita itu bangkit dan mendekati Virgo..
''Aku yakin kau tak akan pernah tega membunuhku dan anak-anakku kalau mereka ternyata perempuan..''
Virgo menoleh dengan mata berkaca-kaca...Virgo terbiasa membunuh dan itu bukankanlah hal baru baginya namun melenyapkan Sherin adalah hal yang berbeda...
Nyonya Sherin sangat baik padanya bahkan Virgo tak tega menyakiti sang nyonya sedikitpun..tidak bisa melakukannya..
''Nyonya..entah bagaimana nyonya bisa tau aku,....''
''Virgo......aku mohon padamu...jangan bunuh aku dan anak-anakku...meski anakku laki-laki aku tak akan membiarkan Alex mendapatkannya..''desis Sherin tegas.
''Nyonya Sherin...''
__ADS_1
''Bisakah kau bersumpah padaku Virgo..tolong lindungi aku dan anak-anakku..'' Sherin menundukan kepalanya dengan airmata yang menetes...
Hingga Virgo terdiam sebentar...
''Apakah nyonya tau siapa yang membuka pintu menuju taman belakang....''
Sherin mengerutkan kening...
''Apa itu kau...jangan bilang kalau kau yang mendorong Nessa ke dalam kolam..''jerit Sherin dengan suara yang tercekat..
Virgo menggeleng dengan tegas..
''Nessa masih hidup dan kini berada di suatu tempat bersama denganku...''
''Apa.....''
Sherin melebarkan matanya dengan tatapan terkejut setengah mati..
''Virgo....''
''Nyonya Sherin...aku berjanji padamu aku akan melindungki nyonya juga anak dalam kandungan nyonya Sherin..seperti aku tidak tega membunuh nyonya Nessa maka aku tak akan pernah tega membunuh nyonya...''ucap Virgo penuh janji..
Sherin menjadi lebih tenang dengan menyentuh permukaan perutnya dengan gerakan melindungi..Sherin sungguh tak tau bagaimana nasibnya jika tak ada Virgo..
''Aku percaya kepadamu Virgo..''
''Jadi nyonya bisa tenang sekarang, sampai waktunya aku bahkan akan mempertaruhkan segalanya demi keselamatan nyonya..''
Sherin mengangguk dengan senyuman..
''Terimakasih Virgo..semoga Tuhan melindungimu.''
********
Sementara di sisih lain..
Nia mematikan ponselnya, dia baru saja bicara dengan nyonya Sherin dan mengetahui segalanya...dia tak lupa berterimakasih karna bahkan nyonya Sherin memikirkan keselamatannya dengan mengirimnya ke rumah tuan David meski sama saja meski tuan David tidak sekejam tuan Alex tapi..Nia selalu takut ketika pria itu mendekatinya. Memang sejak melakukannya malam itu, tuan David sudah tak pernah lagi menyentuhnya dan selalu bersikap kaku...
sementara Nia berusaha menghindar dari tatapan tuan David jika mereka bertemu..dan selalu Nia mengambil langkah seribu ketika melihat bayangan tuan David dari ujung tangga..
Syakira adalah seorang anak yang baik, mereka seperti teman dan kamar Nia berada tepat di samping kamar Syakira...gadis kecil ini tidak menganggapnya pengasuh..Nia merasa dia beruntung..
''Arrrgghh.....aku tak bisa mandi di kolam kakak...aku malu memakai pakaian ini..''jerit Nia menolak..
''Pakai saja kak Nia...aku saja pakek kok..lagi pula tak ada siapapun disini...aku sudah meminta para pelayan berkumpul di taman disini tak ada orang...
Nia memandang tubuhnya ketika memakai pakaian renang yang menunjukan lekuk tubuhnya yang indah...Nia merasa geli sendiri,..namun dia berusaha memakainya demi menyenangkan Syakira karna gadis kecil ini memesan baju renang kembar..
''Wah,...kau cantik sekali..''puji Syakira..
''Baiklah bagaimana kalau kita berenang sekarang, sebentar lagi ayahmu akan pulang...''bisik Nia malu..
''Baiklah ayo...''
Keduanya lantas turun dari lift dan menuju kolam di samping teras..Syakira langsung mendorong tubuh Nia jatuh ke dalam air...mereka tertawa bersama...
Nia kemudian hendak naik ke atas permukaan kolam namun ia merasa geli sendiri karna pakaian ketat yang basah itu malah membuat tubuhnya tercetak jelas disana..
''Ayo lompat kakak..''jerit Nia mengulurkan tangan..''
__ADS_1
''Aku yang takut..''jerit Syakira enggan..
Sementara Nia akhirnya berusaha naik meski dia gemetar....untung saja dia berada bersama Syakira..
Nia mendekati Syakira dan memegang tubuh gadis itu..
''Bagaimana kalau kita melompat bersama..apakah kau pernah berenang sebelumnya...?''
Syakira menggeleng...
''Aku tak pernah melakukannya..''
''Hah...lalu mengapa kau membeli pakaian renang ini..astaga..''
''Jika Daddy tau dia akan marah...tapi..siapa yang perduli..daddy belum pulang dan bagaimana kalau kita lompat..''
Nia terkejut namun Syakira malah menariknya ke dalam air...dan mereka jatuh bersama...
Syakiran melompat senang, ketika dengan bebasya dia berenang kesana kemari..sungguh hal yang paling dia inginkan selama ini..
mereka berenang bersama dan tidak sadar jika David sudah pulang..
Dan betapa murkanya dia melihat Syakira dan Nia mandi air kolam di malam hari..pria itu melangkah mendekati kolam..
''Apa yang kalian lakukan...''
''Hoh...matilah aku...''jerit Syakira dengan wajah pucat..
Syakira segera merangkak keluar dari air dan meminta Nia juga keluar dari sana..
David melebarkan matanya ketika melihat Syakira memakai baju renang..
''Siapa yang mengijinkan mu memakai baju renang ini Syakira..''
''Daddy.......'' suara Syakira tertelan di tenggorokannya dia sangat ketakutan..
Dan Nia bertingkah seperti pahlawan kesiangan dengan membela Syakira...mau bagaimana lagi..
''Tu...tuan David, maaf..tapi aku yang memesannya di internet dan memaksa nona Syakira memakainya...''
''Apa katamu.........'' David mengepalkan tangannya..
''Masuk ke kamarmu sekarang Syakira..''
''Baiklah...Daddy, maafkan aku...''
Syakira berlari ke kamarnya namun sebelum itu dia menoleh dan menatap sedih pada Nia yang masih berdiri di dalam kolam..sungguh Syakira terharu karna Nia pengasuhnya bahkan membelanya dari kemarahan sang Daddy..gadis itu tersenyum lalu melangkah ke kamarnya..
Sementara David menatap Nia dengan tajam..
''Apakah kau ingin terus berada di dalam kolam...''
''Tidak...''
''Keluar sekarang Nia...''
''Baiklah...''
Nia berenang ke pinggir dan keluar dari air...tubuhnya gemetar karna terlalu lama di air...sementara David melonggarkan tenggorkannya..mengapa malam ini terasa panas..
__ADS_1
David menatap Nia dengan tajam...