
Sherin membeku ketika melihat sekelilingnya adalah sebuah ruang kosong ada ranjang kecil di lengkapi toilet, mengapa dia justru di tempatkan di sebuah kamar kosong...?
Sherin melangkah menuju pintu dan mencoba membukanya namun, gadis itu membeku ketika sadar ketika pintu ternyata di kunci dari luar dan yang melakukan itu semua ternyata adalah pamannya sendiri...
Tubuh Sherin bersandar lemah disandaran pintu dan memejamkan matanya...
mengapa seperti ini mengapa paman melakukan ini kepadanya, mengurungnya di ruangan ini untuk apa...?
Sherin tersungkur disana dengan airmata yang menetes....gadis itu menunduk sedih...
ia sungguh ingin pergi dari tempat ini dan merasa sangat sedih karna sepertinya dia tak akan pernah bisa pulang..tidak akan bisa....
Bagaimana sekarang, apa yang akan terjadi di dalam hidupnya...?
sungguh semua ini sangat memukul hati Sherin...
tak pernah dia bayangkan jika kedatangannya di pulau ini justru membuat hidupnya berubah gelap..masa depannya hancur dan dia kehilangan segalanya,..
********
Sementara,.....
Alex menatapnya dari layar cctv...melihat dengan jelas, gadis itu tengah menangis meratapi nasibnya, senyum dingin itu tergambar jelas di mata Alex...
''Aku ingin tau siapa kau sebenarnya....Sherin...''
Alex bangkit dari tempat duduk lalu melangkah keluar kamar, dan menuju ruangan yang di tempati oleh Sherin..
*******
Sudah beberapa jam Sherin terkunci di dalam ruangan itu tanpa tau apa yang akan terjadi..sementara,...ada gerakan pintu yang terbuka dan membuat Sherin waspada,....
Pintu akhirnya terbuka dan sosok yang paling dia takuti akhirnya masuk ke dalam kamar dan menatapnya dengan tajam, tubuh Sherin bergetar seketika..
''Tu...tuan Alex....''
Pria itu menatapnya dengan ketenangan yang mengerikan...dia tidak memperlihatkan ekspresi jijik melihat tubuh besar Sherin dan wajahnya yang kusam...
Pria itu tersenyum....
''Sherin......''
__ADS_1
Gadis itu menunduk menghindari kontak mata antara mereka...
''Yah...tuan Alex....''suara Sherin terdengar serak namun merdu hingga Alex membeku, meneliti setiap inci di tubuh Sherin yang membuat dahinya berkerut...besar kepala dan tubuh Sherin tidak seimbang..
''Kau tau mengapa kau di kurung di ruangan ini...''
''Tidak....aku pikir, tuan Mervin memintaku untuk menjadi pekerja yang akan di tukar,.....jadi aku tak mengerti kapan pertukaran itu di lakukan...''
Alex mendekat hingga beberapa inci saja mereka bertatapan tajam...
mata coklat yang indah....itulah yang terlintas di dalam benak Alex...dan ia menyukai warna mata Sherin..
''Begini....aku ingin membuat peraturan baru untukmu....kau tidak akan di tukar namun...kau akan menjalani tugas baru....''
''Apa....''
Mata Sherin berkaca-kaca hampir menangis...pupus sudah harapannya untuk pulang, hancur sudah impiannya untuk bertemu keluarganya yang begitu ia rindukan...ingin sekali Sherin berteriak kencang, mengapa semua malah seperti ini...mengapa tuan Alex malah tidak menginginkannya pergi....dahi Sherin berkerut dalam..
Apakah dia akan menjadi target selanjutnya...? Target dari seorang psikopat kejam...?
''Mengapa kau terkejut begitu...''
''Tapi.....aku menderita....''
''Apa.....''
Alex lalu menarik tubuh Sherin menuju toilet dan membuka pintu dengan kasar pria itu lantas mendorong tubuh Sherin hingga berdiri di bawah shower...
Sherin gemetar..itu artinya sebentar lagi...penyamarannya akan terbongkar...
''Tuan Alex.....aku mohon, baiklah maafkan aku...aku sengaja berbohong agar bisa pulang...aku merindukan ibuku...''airmata Sherin tak kuasa di tahan...
Gadis itu menundukan kepalanya dengan suara bergetar...hingga mampu membuat Alex membeku..
Mendengar kata tentang ibu sanggup membuat amarahnya redam...hingga Alex mengarahkan tatapannya kepada Sherin..
''Keluar dari sana...''ucap Alex lalu berbalik dan melangkah keluar dari toilet hingga Sherin menarik nafas panjang...
Ia sampai gemetar..
Alex merasa sesak nafas ketika mendengar nama ibu...yah..walau dia sangat kejam namun, jauh di dalam hatinya tersimpan kerinduan pada sang ibu yang telah meninggalkanya...Alex begitu hancur ketika sang ibu harus meninggal di usianya yang ke 10 tahun..rasa sakit itu masih ada dan membekas di dalam ingatannya..
__ADS_1
''Tuan Alex....''
''Mulai sekarang kau akan bertugas di dapur untuk mengawasi makananku, tapi kau harus bersih Sherin....aku tak mau selera makanmu jadi hilang karna dirimu..''
Senyum lega terbit di bibir Sherin, gadis itu menundukan kepalanya penuh ucapan terimakasih....tentu saja...tuan Alex memberinya pengampunan....bukankah itu adalah keajaiban untuk dirinya...''
''Terimakasih tuan....''isak Sherin menundukan kepalanya dalam-dalam...
Sementara Alex lalu melangkah keluar ruangan dan membuat Sherin hanya mampu menoleh kepadanya dengan tatapan beku...bagaimana bisa dia mendapatkan kesempatan untuk hidup tanpa di hukum..dia sangat beruntung...
Sementara Alex masuk kembali ke kamarnya dan duduk di sofa miliknya, dan memejamkan matanya...ada lubang di hatinya yang tak bisa di isi oleh siapapun selain ibunya,...
Apalagi sang ibu meninggal karna sakit hati oleh perselingkuhan sang ayah dengan para wanitanya sungguh, hal itu membekas di hati seorang Alex...
Alex menoleh pada layar tv dimana sosok Sherin masih duduk disana mungkin sedang merenung sementara...Alex hanya bisa tertawa renyah gadis yang unik karna untuk pertama kali dalam hidupnya Alex meloloskan korbannya sendiri..
Alex lalu naik ke atas ranjang dan memutuskan untuk tidur sementara layar tv tetap menyala dan menampilkan sosok Sherin yang masih duduk disana...Alex memejamkan matanya karna rasa lelahnya..
***********
Sherin membeku ketika seorang pelayan datang dan memberikan pakaian pelayan berukuran besar untuknya...
Untuk sesaat gadis itu terpaku, ia lupa membawa pakaiannya yang lain....lalu bagaimana sekarang, dia harus memakai pakaian berlapis-lapis agar terlihat gemuk,...dan hal itu harus dia lakukan sekarang...karna besok pagi dia harus bekerja di dapur..
''Bagaimana ini....'' keluh Sherin lalu meletakan pakaiannya di atas ranjang kecil miliknya dan membersihkan dirinya..
Tak berapa lama kemudian gadis itu keluar dengan menggunakan jubah mandi...ini sudah tengah malam dan saatnya dia sedikit bersantai membuka penyamarannya..
Sherin lalu membuka jubahnya dan menanggalkannya di atas sofa kecil miliknya...
Tubuhnya yang putih mulus dan ramping membuat Sherin tersenyum lega...dia berada di kamar miliknya dan Sherin juga sudah mengunci pintu jadi jika ada yang datang maka ia akan dengan cepat memakai baju berlapis-lapis demi melindungi tubuhnya....
Sherin lalu memakai pakaiannya dan berbaring di ranjang, wajahnya juga bersih dan mulus dia sangat cantik dengan aura yang memikat...
Satu hal yang tidak di sadari Sherin bahwa di kamar ini Alex sedang menatapnya dengan kebekuan..
Sebenarnya Alex terjaga karna haus di tengah malam..namun tak pernah di sangkanya jika ia akan melihat sosok Sherin yang sebenarnya...gadis yang sangat cantik dengan tubuh sempurna...ada kalung berbentuk huruf S yang menggantung disana..
Alex menajamkan tatapannya...
''Sherin....'' desahnya dengan mata yang melebar penuh gairah...
__ADS_1
Deg!!!