
Untuk kesekian kalinya seorang pria keluar dari rumah milik kekasihnya Sherin yang bekerja dan tak pernah pulang walau sesaat..
Pria itu masuk ke dalam mobil dan tertegun di dalam sana..
Sherin...
Sudah hampir dua bulan gadis itu pergi namun ia tak pernah bisa melacaknya, kata orang tua Sherin, dia pergi bersama pamannya Mervin untuk bekerja..
Dan sialnya saat itu Damar belum kembali dari luar negri karna begitu panasnya hubungannya dengan sang kakak tiri Alex, pengaruh Alex sangat besar hingga maka Damar bahkan tidak punya kekuatan apapun untuk melawan Alex...tapi semenjak ayahnya dan ibunya di rawat mendadak di rumah sakit jiwa..Damar sudah mendapatkan bagian hartanya karna bagaimanapun dia juga keturuan Steward meski tidak resmi..
Damar bahagia dengan membawa pulang banyak harta namun tak menyangka kalau justru kabar bahagia ini tak sebanding dengan ia yang kehilangan kekasihnya..
Pria itu memukul stir mobilnya..harus kemana lagi dia mencari Sherin, bahkan ia tidak mendapatkan informasi apapun tentang Sherin..
Pria itu hendak menghidupkan mesin mobil dan anak buahnya mengirimkan pesan..
Utusan tuan Alex datang...
Damar menyandarkan tubuhnya di sandaran mobilnya, dia tidak bisa terima begitu saja ketika utusan sang kakak datang, bagaimana pun Alex sangat membencinya dan berniat menghancurkannya meski Damar tak pernah berbuat apapun selama ini selain menerima nasibnya sebagai anak haram dari ayahnya..
Lama Damar berpikir hingga pria itu akhirnya membalas pesan...
*Baiklah katakan dimana utusan itu akan bertemu...?
*Di Restoran Bintang Laut, malam ini pukul 9 malam.
*Baiklah aku akan menemuinya...
***********
Restoran bintang laut malam hari pukul 9 malam..
Damar sudah melangkah masuk bersama kedua anak buahnya yang terlatih untuk melindunginya di segala keadaan meski Damar juga bukan pria yang lemah,..dua buah pistol ada di sakunya masing-masing..
Sebuah pintu terbuka dan Damar langsung di hadapkan dengan dua orang pria berwajah batu...mereka bangkit dan menunduk hormat kepadanya..
''Tuan Damar....''
''Siapa kalian...''tanya Damar menyelidik..
''Kami adalah utusan tuan Alex...silahkan duduk karna tuan Alex mengutus kami dengan maksud baik..''
''Maksut baik..''ulang Damar masih curiga namun pria itu menyerah dan duduk di depan kedua pria itu..
Tak berapa lama kemudian salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah undangan pernikahan...
Damar mengerutkan kening, undangan pernikahan Alex....pria itu menerima undangan dan membacanya..undangan pernikahan yang aneh karna disiini hanya tersedia nama Alex seorang dan nama wanita mempelainya tak ada,..
''Menikah....Alex akan menikah..''
''Itu benar dan kami datang dengan maksud untuk mengundang tuan ke pernikahan..''
Damar menghela nafas, ia mulai menimbang resiko yang akan dia dapatkan ketika setuju untuk datang ke pernikahan kakak tirinya...entah kejutan apa yang di siapkan Alex..
''Mengapa Alex mengundangku bukankah ini sangat aneh..'
''Ini simple...tuan Alex ingin menyelenggarakan pernikahan sementara tuan ingin menyudahi dendam di antara tuan Alex dan tuan Damar...seperti genjatan senjata..
__ADS_1
Damar terkekeh..
''Apa kalian bisa menjamin aku selamat...''
Pria itu tersenyum...
''Tentu saja..tuan akan selamat, tuan bisa membawa orang lain atau memberitau media tentang rencana ini agar bisa berjaga-jaga kalau tuan Alex ingkar janji..''
Meski masih di slimuti tanda tanya besar namun Damar tentu saja menerima semua dengan baik, dia penasaran dengan kejutan yang di siapkan Alex untuk dirinya..bukankah pria itu sangat kejam...Alex adalah psikopat paling di segani hingga Damar harus benar-benar memikirkan hal yang dapat melindunginya ketika menemui Alex...
''Baiklah katakan pada Alex aku...akan datang...''
Pria itu tersenyum...
''Karna tuan Damar adalah adik dari tuan Alex maka, tuan akan datang sehari sebelum pernikahan agar bisa di kenalkan dengan mempelai perempuan...''
''Baiklah...aku setuju.''Alex menyanggupi tanpa ragu..
Sementara pria itu menatap dengan puas...ia sudah berhasil menarik Damar dalam perangkap, tuan Alex pasti akan senang mendengarnya..
************
Sherin meronta ketakutan ketika ia melihat beberapa ekor ayam kembali di lemparkan ke dalam kolam dan menatap dengan mata kepalanya sendiri kalau tubuh ayah itu habis menyisakan tulang dalam beberapa menit...
Sherin merinding ketakutan airmatanya menetes....
''Kau liat itu....aku bahkan tidak segan-segan...''
Kata-kata Alex menggantung ketika Sherin membalikan tubuhnya dan mendekap Alex dengan kuat tangisannya pecah sungguh dia sangat ketakutan...tubuhnya bahkan masih gemetar dalam pelukan Alex...
''Bagaimana bisa kau memelihara mereka...aku takut sekali...''
Alex mengerutkan kening...ia kehilangan kata ketika pelukan Sherin sanggup membungkam dirinya...
''Cukup Alex...bisakah kau menyingkirkan ikan-ikan ini...tubuhku merinding....mengapa harus memeliraha mereka kalau kau bisa memelihara ikan mas, ikan ****** kalau bisa....''
''Sherin....bukankah aku sudah bilang..''
''Ow...jangan lepaskan pelukanmu aku akan pingsan....ya ampun aku tak bisa bergerak..''jerit Sherin kaku..
Tingkah Sherin seperti ini membuat Alex tak kuasa untuk tidak tersenyum ia merasa lucu...hingga pria itu tanpa sadar tersenyum..
''Ikan ******...''ulang Alex merasa geli...
''Dia kan ikan petarung juga...tapi dia sendirian dan tidak makan daging..oh..astaga aku takut,...''
''Sherin....selera humormu sangat baik.'' suara Alex terdengar renyah..
Alex mencoba menjauhkan tubuh Sherin namun gadis itu tak ingin melihat kolam itu sedikitpun...
''Jangan paksa aku Alex...aku akan mual hanya dengan melihat mereka..''rintih Sherin dengan suara serak.
''Baiklah...''bisik Alex pelan..
Sementara.....
Alex akhirnya tak punya pilihan selain berdiri dan menunggu sampai Sherin menjadi tenang...
__ADS_1
Hingga untuk beberapa menit Alex membiarkan Sherin memeluknya...sampai asisten kepercayaannya mendekat dan menunduk di depannya..Alex memberi isyarat untuk menunggu....
''Sherin....''
''Tidak mau...''
''Bagaimana kalau kita sepakat saja...''
Sherinn akhirnya menjauhkan tubuhnya dan menatap Alex...
''Sepakat...''
''Aku akan memusnahkan kolam ini dan mungkin kolam penyiksaan lainnya asal kau...mau padaku mulai dari sekarang...''
''Patuh...''
''Yah....seminggu lagi kita akan menikah, aku ingin kau benar-benar menerimaku....''
Sherin lalu mengedarkan matanya pada beberapa pekerja yang kebetulan lewat tak jauh dari mereka..rasa iba mulai memenuhi hatinya apalagi ada anak-anak..
''Baiklah..aku menyerah aku berjanji, kalau aku akan mulai menjaga sikapku Alex tapi...tak ada penyiksaan apapun...''
Alex tersenyum lega....
''Aku berjanji.....''
''Baiklah...aku akan pergi sekarang..''ucap Sherin melangkah...
Namun sekali lagi, Alex menariknya mendekat dan menikmati wajah segar Sherin dari dekat..
''Tunggulah aku di kamar.....''
''Baiklah........''
Sherin mulai tersenyum dan itu adalah awal yang baik bukan...
Alex akhrinya membiarkan Sherin pergi...senyum Sherin menguap...pria ini sangat mengerikan jadi Sherin memutuskan akan mulai bermain cantik....jika dia terus memprofokasi Alex mungkin dia akan menjadi salah satu dari ayam yang di lempar di dalam kolam peranha...oh...mengerikan sekali ikan-ikan cantik itu...
Sherin segera memasuki Mansion...
Sementara itu asisten kepercayaan Alex yang bernama Virgo menundukan kepala...
''Tuan Alex....aku berhasil menemukan Damar yang tuan cari..''
Alex tersenyum tak sabar...
''Katakan.......''
''Dia adalah adik tiri tuan Alex sendiri...dia sangat mencintai nona Sherin...''
''Berita yang bagus Virgo...aku tak sabar lagi memulai skenario ini..''ucap Alex mengepalkan tangannya...
*********
Tengah malam...
Sherin mengerutkan kening ketika jejak merasa sensasi ciuman di ujung bukit kembar miliknya..gadis itu mendesah lalu membuka mata...
__ADS_1
Astaga...........
Skip.................