Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Takdir


__ADS_3

Setelah mobil milik sang Mommy pergi, Zayden menatap Zelina..


''Bagaimana kalau kita ke rumah kak Zayden saja...''


Zelina mengangguk dengan cepat....


''Aku mau..aku mau...aku akan tidur di kamar paman yang luas....paman menginjinkanku kakak..''


''Benarkah.....kau benar-benar di sayang oleh paman Alex..''


''Hum...paman memintaku seoring mengunjunginya tapi aku takut Mommy akan marah..''


''Tidak...mommy tidak akan pernah marah...pada kita..''


Zayden lalu mengambil ponselnya dan menelfon paman Virgo untuk kembali dan menjemput mereka...


Tak berapa lama kemudian sebuah limosin mewah berhenti di depan Zayden dan juga Zelina...pintu terbuka dan sosok paman Virgo turun dari sana dengan senyuman cerah di wajahnya..


''Selamat sore nona Zelina dan tuan Zayn....''


''Selamat sore paman Virgo..apakah tidak apa kalau aku mengunjungi rumah kak Zayden kali ini..''


Virgo tersenyum menatap Zayden dengan penuh isyarat..


''Tentu saja....nona Zelina bahkan boleh tinggal disana...''


''Hah tinggal.....tapi Mommy tak akan menginjinkan kami paman...''ucap Zelina dengan wajah sendu..


Virgo mendekat seraya menyentuh bahu Zelina..


''Mommy akan setuju dan mungkin Mommy akan tinggal dirumah kak Zayden dan paman Alex...''


Walau tidak percaya Zelina memilih mengalah..ia ingin cepat masuk ke mobil besar ini karna ada banyak coklat dan permen di dalam sana...


Zelina pun tersenyum dan masuk ke dalam mobil sementara..Zayden dan juga Virgo saling menatap tajam..


''Paman Virgo..apakah semua akan baik-baik saja..tidak masalah jika mereka bertemu sekarang...''


''Lebih cepat lebih baik..lagi pula tuan dan nyonya memang di pertemukan oleh takdir Tuhan..kita tak bisa melawan kehendak Tuhan atas pertemuan ini...tuan muda...''


Zayden mengangguk...


''Jadi mungkinkah Daddy akan membawa Mommy pulang kerumah...''


''Akan ada kejutan tuan muda Zayden..jadi mari kita menunggu dan menyaksikan kejutan itu terjadi....''ucap Virgo dengan penuh senyum.


''Baiklah aku tidak sabar lagi melihat keluarga kami berkumpul paman...''


''Itu pasti tuan muda...''


Zelina yang sudah menunggu lama lalu melong keluar..


''Kak Zayn ya ampun...mengapa kakak lama sekali sih...'' jerit Zelina tak sabar..

__ADS_1


Zayden akhrinya mengalah dan melangkah masuk ke dalam limosin yang megah di dalamnya..


Zaiden menatap Zelina yang sedang menatap sekelilingnya dengan tatapan kagum..ia benar-benar merasa bahagia melihat Zelina terlihat senang..


''Mobil kak Zayden bagus sekali sih,..dia sangat beruntung kan kak Zayn..''


Zayden hanya mengangguk...


''Tentu saja kita pun sudah merasakan mobil mewah ini...apakah kau senang Zelina..''


'Senang sekali...kak Zayden begitu baik dan melindungiku apakah karna wajah kita mirip yah....beberapa temanku bilang kia bertiga seperti tiga saudara kembar...aku juga sempat berpikir seperti itu namun yah...itu tidak mungkin.......''


''Mari kita jangan memikirkan hal yang terlalu berat Zelina...kita hanya akan bersenang-senang dan bermain sepuasnya...oya disana ada juga bioskop mini...apa kau ingin menonton film disana...''


''Apakah boleh kak...kalau ya aku senang sekali kalau begitu...''


''Lakukan apapun yang kau suka dan aku yakin kak Zayden tidak akan marah..''


Zelina mengangguk bahagia....ia lalu mengambil ponselnya dan mengambil gambar di dalam limosin ini dan berjanji akan menunjukan foto itu pada teman-temannya di sekolah..mereka pasti akan iri kepadanya bukan..?


Zelina terus mengambil gambar dan membuat Zayden hanya menatapnya dengan penuh rasa cinta....yah...mata Zayden berkaca-kaca...sejak dia lahir bahkan dia kemanapun dengan mobil mewah ini...namun Zayn dan juga Zelina sama sekali tak bisa mendapatkan apapun yang mereka mau...sama sekali tak bisa melakukan apapun karna keterbatasan keuangan mereka...


namun sekarang mereka sudah bertemu....jadi sebagai seorang kakak Zayden akan melakukan apapun untuk membahagiakan adiknya..


***********


Mobil memasuki halaman Mansion dan Zayn sudah berdiri di depan pintu dengan banyak pelayan di belakangnya yang siap melayani mereka..


''Zelina.....selamat datang juga kau Zayn...''


''Kak Zayden...'' ucap Zelina tersenyum bahagia apalagi ada beberapa pelayan yang membawa nampan berisi makanan kesukaannya dan ada beberapa macam eskrim..


''Apakah aku boleh mencobanya kak...''tanya Zelina hati-hati pada sang kakak Zayn..


Zayden mengangguk..


''Tentu saja..semuan ini adalah milikkmu Zelina..kau bebas memilih apapun yang kau suka..jadi jangan sungkan..''sambung Zayn menatap Zayden yang mengangguk...


Zelina melompat dan mendekati salah satu pelayan yang membungkuk di hadapannya, dia mengambil satu dan mengucapkan terimakasih...


Zayn lalu menatap Zelina...


''Ayo aku akan menunjukan kamar yang bagus yang aku punya di sini..kalau kau suka kau bisa tidur disana Zelina...aku juga sudah menghiasnya..''ucap Zayn sambil melangkah..


Zelina langsung mengalungkan tangannya di lengan kakaknya dan menatap Zayden..


''Kakak...cubit aku apakah aku sedang bermimpi..''


Zayden mengetok kepala Zelina dan membuat gadis kecil itu meradang..


''Sakit kak......''jerit Zelina kesal..


Zayden tersenyum lagi..

__ADS_1


''Itu artinya kau tidak sedang bermimpi dan apa yang kau lihat ini adalah kenyataan...apakah kau sudah puas dengan jawabannku.''


Zayden terkekeh..sementara Zelina menggerutu....


''Haiis...minggir aku yang akan menekan lift..karna ini pertama kalinya kakak datang ke rumah besar ini jadi kakak pasti tidak tau apapun...''desis Zelina menyombongkan diri,.


Zayden menggeleng..


''Aisss..sombong sekali dia..darimana sifat itu datang...''gerutu Zayden dengan begit lembut..


Mereka pun masuk ke dalam lift untuk menuju kamar yang akan di tunjukan Zayn....


Ting.........


***********************


Pintu ruangan terbuka dan Sherin melangkah masuk sambil membawa sebuah map berisikan beberapa gambar desain miliknya...


Sherin begitu percaya diri ketika mendekat dan menunduk di hadapan seorang pria yang duduk membelakanginya..


''Selamat sore Direktur....''


Sherin baru saja menyapa ketika matanya menangkap papan mama Direktur di atas meja...jantung Sherin seakan berhenti berdetak ketika dia melihat nama


Alex Stewar disana....


Mata Sherin berkaca-kaca seketika, ketakutan melanda dirinya...Sherin begitu terkejut..apa yang sebenarnya terjadi...mengapa nama Alex disini..apakah sebenarnya perusahaan ini adalah milik Alex...?


Tubuh Sherin merinding seiring ia kehilangan kekuatannya...ketika pria di depannya memutar kursi miliknya untuk menatap Sherin....


''Jadi kau sudah datang.................''


Hening....


Alex membeku di tempat duduknya ketika dia melihat sosok Sherin berdiri di hadapannya dengan memeluk sebuah map berwarna biru...dengan ekspresi syok..apakah dia sedang bermimpi...tidak semua ini nyata dan dia masih berada di tempat yang sama...


Sherin.....


Untuk beberapa saat Alex merasa dia sudah gila..apakah ini hantu Sherin, apakah istrinya bangkit dari kematian...ataukah saudara kembarnya, tapi jelas Sherin tidak punya saudara kembar...jadi apa artinya ini...


Alex seketika bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Sherin yang bergerak mundur dan berlari ke arah pintu dan hendak membukanya..


''Sherin.........berhenti.''suara Alex yang menggema di seluruh kamar dan membuat Sherin menghentikan langkahnya gemetar bahkan jemarinya tak mampu memegang gagang pintu karna rasa takut yang terlalu besar menguasainya.....


Alex mendekat dan menarik tubuh Sherin untuk menatapnya...sinar matanya teramat tajam menatap mata wanita yang ia cintai sejak 10 tahun lalu..


''Kau Sherin...''


''Alex lepaskan aku...''jerit Sherin putus asa....


''Kau masih hidup........''suara Alex serak menahan rasa sakit di dalam dirinya...


Airmata Sherin menetes di wajahnya...

__ADS_1


__ADS_2