
Alex terpaku melihat sosok Sherin..benar-benar Sherin berdiri di depan matanya..
Bagaimana mungkin...10 tahun dia lewatkan dalam duka dengan menangisi wanita yang telah di nyatakan meninggal karna melahirkan putranya..namun 10 tahun kemudian malah Wanita yang masih sangat dia rindukan itu berdiri di depannya...dengan tatapan beku..setelah 10 tahun berlalu dan tak banyak perubahan yang terjadi pada Sherin...dia tetap cantik dan sedikit dewasa...usianya 32 tahun sekarang...
Alex bahkan harus mengerjapkan matanya berulang kali untuk menyadarkan kalau yang ada di depan matanya adalah wanita yang dia nikahi....
''Sherin......''
Akhirnya suara itu keluar dari bibir Alex setelah 10 tahun nama yang begitu dia rindukan tak pernah di ucapkan..
Sementara.....
Bagi Sherin sendiri melihat Alex di depannya sungguh membuatnya syok setengah mati...selama 10 tahun ini Sherin selalu hidup berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain ia masih memberi kabar pada Virgo 5 tahun lalu dan menghilang setelah itu,....
Melihat Alex sekarang membuat Sherin gemetar..Alex tampak lebih matang, sorot matanya kian tajam..tak ada yang berubah dari sisi seorang psikopat yang kejam..
Alex Stewar..adalah suaminya, yang berdiri di depannya dengan tatapan sama syoknya...
Alarm seketika berbunyi di kepala Sherin...setelah 10 tahun dia memalsukan kematiannya lalu tiba-tiba berdiri di depan suiaminya yang kejam, yang 10 tahun lalu menginginkan kematiannya setelah melahir kan anak mereka...apakah semua akan baik-baik saja..Sherin rasa tidak..jika dia tidak melarikan diri maka dia pasti mati...
Sherin bergerak mundur, map terlepas dari genggamannya dia sudah tidk perduli apapun..yang di inginkan Sherin adalah pergi dari ruangan ini...
Sherin berbalik dan menghampiri pintu...tinggal dia membuka pintu dan lari..semoga semudah itu..
Tangan Sherin gemetar ketika memegang gagang pintu, tubuhnya gemetar dia takut sekali..oh...bagaimana ini...
Alex meraih tubuhnya dan memaksanya berbalik, pria itu menarik nafasnya yang terasa sesak....
karna ternyata yang ada di hadapannya adalah benar-benar Sherin istrinya...tatapan ketakutannya, airmatanya yang menetes...tidak berubah...hati Alex bergetar ketika dia tau kalau Sherin benar-benar masih hidup....
''Sherin kau masih hidup...''
''Lepaskan aku.....kau salah orang tuan...''
Sherin meronta melepaskan diri dan mencoba untuk membuka pintu sedikit namun....Sherin kalah cepat ketika kali ini....
Alex mendorong pintu dan menguncinya...
__ADS_1
Sherin semakin cemas, airmatanya menetes di wajahnya.....
Alex kembali menarik Sherin kali ini setengah memeluknya...mata Alex tampak memerah karna menahan rasa sakit yang selama ini dia pendam..
''Sherin kau masih hidup..''
''Aku bukan Sherin...''
Alex menggertakan giginya...penyangkalan Sherin semakin membuatnya terbakar amarah....bagaimana mungkin Sherin masih mencoba mengelak dari kenyataan....?
''Jika kau bukan Sherin mengapa kau mencoba lari..jika kau bukan Sherin mengapa kau menangis...''
Sherin meronta sekali lagi dan kali ini pegangan Alex terlepas padanya..
hati Sherin begitu terpukul......ia sudah mencoba lari dan mengapa mereka harus bertemu lagi...
''Aku bukan Sherin...apakah kau sudah gila lepaskan aku...''
Sherin berbalik dengan tubuh gemetar dengan melangkah menuju pintu...dan sekali lagi hendak membuka pintu...
Sherin menghapus jejak airmatanya...yang terus saja menetes di wajahnya, ia harus pergi...dari tempat ini atau semuanya selesai..Alex akan mengambil anaknya dan membawanya pergi....dan membunuhnya...jadi Sherin harus cepat keluar dari sini...
''Sherin.....Sherin berhenti....'' suara khas Alex ketika marah sudah mampu membuat Sherin hampir pingsan karna ketakutan..
''Jika kau melangkah keluar dari sana maka aku akan menembak kepalamu Sherin....''ucap Alex mengancam..
Tidak hanya mengancam karna sesaat kemudian...
Dor......
Sherin menjerit keras ketika pistol itu mengenai tembok di sampingnya dan mampu membuat lubang besar disana...tubuh Sherin gemetar...wanita itu tersungkur disana...
Tangisannya pecah saat itu juga...Sherin sungguh takut sekali kalau Alex akan membunuhnya sekarang....
Bunyi langkah sepatu Alex kian mendekat dan sesaat kemudian meraihnya berdiri...mereka saling bertatapan tajam...Sherin memejamkan matanya ketika Alex meletakan pistol di pelipis Sherin dengan tatapan membunuh...
''Mengapa kau berani berbohong tentang kematianmu sendiri....Sherin, taukah kau apa yang sudah kau lakukan..taukah kau kalau aku begitu menderita 10 tahun lalu....dan ketika aku menemukanmu kau pikir aku akan melepaskanmu....''
Sherin menundukan kepalanya dia menyerah,.....Alex tampak marah tentu marah....karna Sherin pergi selama 10 tahun dengan sengaja....menghindari Alex...
__ADS_1
''Aku tak akan menghindar lagi..yah....kau benar...aku adalah Sherin...aku Sherin istrimu yang meninggalkanmu 10 tahun lalu...tapi aku punya alasan Alex...''
Airmata Alex mengalir...
''Alasan apa......kau meninggalkan aku dan anakku, kami berpikir kau sudah meninggal karna penderitaan akibat melahirkan....aku....menangisimu berhari hari, berbulan-bulan...aku pergi ke makam seperti pria bodoh dan berbicara sendiri tentang perkembangan anak kita...aku sama sekali tak bisa memikirkan apapun selain penyesalann yang tak pernah ada ujungnya Sherin.....sementara kau..bukannya kau kembali kau masih saja berlari dan menghindar....''
Alex terlalu marah dan kecewa....ia membayangkan setiap malah dia selalu minum dan minum agar melupakan patah hatinya karna kehilangan Sherin namun bisa-bisanya Sherin malah tanpa beban hidup tenang seolah dia tak bersalah...
Alex mengangkat pistolnya bersiap menembak....
''Katakan siapa yang memintanya melakukan ini Sherin...siapa...katakan padaku agar aku mengirimnya bersama denganmu...katakan.......''
''Tidak ada yang membujukku Alex.....tangis Sherin sesegukan...aku pergi karna aku takut sekali padamu, dendamku juga belum hilang karna kau telah merampas hidupku dengan kejam...saat itu aku mendengarmu bicara pada Virgo....kau memintanya untuk membunuhku....aku takut...aku masih ingin bersama anak-anakku....Alex...karna itu aku berpikir untuk memalsukan kematianku sendiri dan pergi....aku hanya tak ingin terpisah dengan anak-anakku saja..''isak Sherin menyerah....
Tubuh Sherin tersungkur di lantai dengan gemetar...sementara Alex terlalu marah...ia sungguh tak bisa memaafkan Sherin dengan mudah..luka hatinya terlalu dalam..ia sungguh membenci Sherin walau bersyukur kalau Sherin ternyata masih hidup...
''Baiklah kau selalu berkata aku jahat...aku jahat...dan aku akan mengambulkan keinginanmu Sherin..kau akan mati...kau dengar itu...''
''Baiklah aku tak akan pernah lari lagi...silahkan bunuh aku Alex...aku sudah lelah berlari..kau pikir selama 10 tahun ini aku bahagia....aku memikirkan putraku....aku sungguh merasa bersalah tapi aku takut untuk pulang...''
''Bohong...kau berbohong Sherin...''
Alex kembali mengarahkan pistolnya....ke arah kepala Sherin...pandangannya mengeras....walau airmatanya menetes di wajahnya...
Dan ketika dia ingin menarik pelatuknya...suara ponsel milik Sherin berdering....
Sherin memejamkan matanya....ia gemetar ketika Alex mendekatinya merebut ponselnya...
''Siapa yang berani menelfonmu..kekasihmu, suamimu..katakan....''teriak Alex murka...
Sherin gemeter....
''Itu putrimu Zelina...dia menelfonku..''suara Sherin terdengar serak..
Jantung Alex berdebar..lalu segera mengangkat panggilan telp itu...
''Mommy.....ini Zelina...''
Airmata Alex menetes..........
__ADS_1
Zelina....??