
Ada yang berbeda dengan Nia..setidaknya itulah yang di liat Sherin sepanjang hari ini...Nia terlihat lebih banyak diam dan murung, gadis itu lebih banyak menundukan kepala dan melamun..
''Apakah nyonya perlu sesuatu..'' tanya Nia menundukan kepalanya..
Sherin menghela nafas...
''Aku mual....aku bahkan tak bisa makan apapun...rasanya menyebalkan sekali..''ucap Sherin mencium minyak aroma terapi sejak bangun tidur..
Sherin merasa dia mendapatkan hukuman karna mengerjai Alex..dia menyiksa Alex tentang percintaan dan sekarang dia malah mengalami mual parah..Sherin bahkan tak bisa makan dan minum kehamilan ini membuatnya sengsara.
''Apakah nyonya mau teh...akan aku buatkan...''
Sherin menatap wajah Nia yang sedikit pucat..
''Kau duduklah disini...aku akan meminta pelayan lain untuk membuat teh untuk kita berdua..''ucap Sherin tersenyum lalu menepuk bangku di sampingnya..
Nia akhirnya duduk dengan sedikit sungkan dan memilih tempat yang jauh, harus ada batasan antara nyonya dan pelayan, Nia mengerti hal itu...
''Mengapa kau menjauh Nia..ayolah duduk di dekat sini..aku ingin bertanya..''
Nia mengangguk lalu duduk di depan Sherin...sementara itu seorang pelayan membawa dua cangkir teh dan beberapa camilan kecil di atas meja di dekat balkon lalu meninggalkan mereka berdua sendiri..
''Minumlah Nia...kau tampak lelah...''
Nia mengangguk lalu minum teh yang panas itu tanpa merasa kepanasan...Sherin mengerutkan kening..
''Nia ada apa...''
Airmata Nia menetes dari wajahnya....ia menatap maya Sherin dengan pandangan tersiksa...
''Aku sudah lelah...sesuatu terjadi pada keluargaku jadi aku merasa tidak bisa meneruskan pekerjaanku disini nyonya..''
Nia mulai menangis,...matanya terpejam membayangkan jika semalam tuan David bahkan menyentuhnya berkali-kali..tak perduli rasa sakitnya, tubuh Nia seakan hancur dan dia hanya ingin pergi jauh...
''Ada apa Nia..mengapa kau sampai menangis seperti ini..apakah sesuatu yang buruk terjadi kepadamu..''tanya Sherin curiga..
Nia mengangkat wajahnya...
''Sebenarnya...ayahku akan kembali ke kota asal kami nyonya, tapi aku terikat pekerjaan disini....aku takut tuan Alex akan marah jika aku berhenti mendadak,...tapi jika aku tetap disini..aku menjadi tidak tenang karna memikirkan orang tuaku...''
Sherin menghela nafas..jadi itu sebabnya Nia terlihat murung dan pucat...?
Sherin sebenarnya sangat berat jika Nia harus meninggalkannya tapi...dia juga tak ingin egois...bagaimana pun Nia punya hak atas keputusannya...dan Sherin baru ingat ketika kakak iparnya David menemuinya pagi sekali, kakak iparnya berencana akan tinggal di kota ini walau mereka tidak serumah..kak David sudah mendapatkan rumah berjarak 50km dari Mansion ini...
''Baiklah...tapi Nia...bisakah aku meminta tolong padamu..''
Nia mengerutkan kening...
'Katakan saja nyonya jika aku bisa maka aku akan melakukannya..''ucap Nia memberi hormat.
''Baiklah aku mohon jangan sedih Nia, begini...kakak iparku David tadi pagi menemuiku dia juga memintaku agar kau tinggal dengannya untuk mengasuh putrinya Syakira...hanya sementara,....hanya 3 bulan sampai Syakira masuk ke sekolah asrama....apa kau bersedia Nia...''
__ADS_1
Wajah Nia memucat..
''Apa,......''
''Jangan syok begitu Nia kau membuatku takut...''
Nia kembali menundukan kepalanya..harus bagaimana dia sekarang...haruskah dia menceritakan semuanya kepada Sherin agar bisa menolongnya...?
Tapi Nia tau jika semua tak sesederhana ini..jika dia jujur maka nyonya akan sangat marah pada tuan Alex dan keluarga ini akan hancur, lalu mereka akan bertengkar dan saling menyalahkan dan pada akhirnya..Nia yang akan di eksekusi..hoh..bagaimana nasibnya sekarang..dia harus bagaimana...''
Nia,....
Nia........
Nia..........
''Yah....nyonya...''mata Nia berkaca-kaca...
''Jika kau masih ingin meminta persetujuan orang tuamu aku bisa menelfon mereka untuk mewakili.. Syakira..dia kesepian dan butuh pengasuh...usiamu juga muda jadi kalian bisa menjadi teman....hanya 3 bulan menemaninya setelah itu Syakira akan persiapan masuk ke asrama.''
''Baiklah nyonya hanya 3 bulan bukan..''
''Hum.....hanya 3 bulan...''ucap Sherin tersenyum...
Sementara Nia menghela nafas..apa sebenarnya yang di inginkan tuan David darinya bukankah dia sudah mendapatkan segalanya...
Nia memejamkan matanya....ia harus menerima takdir barunya dengan terpaksa..bagaimana ini...?
Sherin sudah merasa lebih baik...hari ini dia sudah tak merasa mual...namun di depan Alex dia tetap berakting sakit agar pria itu tidak menyentuhnya..
Sherin baru saja keluar dari toilet setelah membersihkan dirinya, ketika ada gerakan pintu yang terbuka..
Alex berada di pintu dan menatapnya dengan senyuman dingin...
''Sherin....''
Sherin sontak mual di depan Alex namun ada yang berbeda karna Alex sama sekali tidak terlihat iba seperti kemarin pria itu tersenyum..
''Sayang,....''
Sherin menyentuh kepalanya..
''Aku pusing...''
''Benarkah kau merasa pusing..'' ucap Alex mendekat..
Sinar matanya membara...beraninya Sherin mempermainnkanya jadi kemarin dia membawa dokter kemari untuk memeriksa Sherin...karna khawatir, Sherin mengeluh mengalami kram perut hingga tak bisa melayaninya di tempat tidur...dan hal ini cukup mengganggu Alex...bagaimana caranya dia bercinta kalau setiap hari Sherin mengeluh..
Dan ini saat yang tepat...Sherin baru saja selesai mandi tubuhnya mengeluarkan keharuman bunga yang segar hingga membuat Alex mabuk..mabuk untuk menyentuhnya..
''Bagaimana hasil pemeriksaanku...aku yakin dokter bilang..''
''Dokter bilang kau harus lebih banyak berbaring sayang..''
__ADS_1
''Berbaring..''ulang Sherin dengan mata melebar tak percaya..
Wanita itu tak dapat menghindar ketika Alex menuntunnya ke atas ranjang..
'Tapi aku belum memakai pakaian...''jerit Sherin terputus ketika Alex menggeleng dengan dingin..
''Kau tak butuh pakaian untuk tidur....''
''Apa maksudmu siapa yang bilang begitu..'
''Dokter yang bilang Sherin..aku baru saja kembali untuk mengambil semua hasil tesnya..''
Sherin merasa ragu, namun karna dia terlalu polos..Sherin tidak curiga sedikitpun..wanita itu menurut saja ketika Alex menuntunnya untuk naik ke atas ranjang..setelah sebelumnya menyingkirkan handuk yang menutup tubuh Sherin..
Sherin berbaring terlentang di atas ranjang...dan perlahan Alex tersenyum dan mendekatkan wajahnya..
Pria itu melum*** bibir Sherin hingga wanita itu terkejut...
''Alex.....'' jeritnya protes...
Alex terkekeh,....
''Dokter menyatakan kau siap untuk melayaniku sayang..jadi kau tidak bisa membuat alasan...apa kau mengerti..''
Sherin membeku....wanita itu mengerang ketika Alex menyibakan selimut dan tersenyum kepadanya....
''Sherinku...........'' desis Alex tak sabar...
Skip.........
*********
Sementara....
David melirik jam di tangannya dia dan putrinya menunggu Nia keluar dari mansion milik Alex dengan membawa kopernya..hari ini..perjalanan Nia di mulai sebagai pengasuh Syakira...
Ketika gadis itu keluar...David menatapnya dalam...meminta supirnya untuk mengangkat koper milik Nia dan memasukannya ke dalam bagasi...keduanya bertatapan dalam...
''Masuklah bersama Syakira...aku akan berada di depan...''
''Tidak....tuan saja yang bersama nona Syakira....aku akan bersama supir..karna kami sejajar..kami hanya pelayan..kita berbeda..''ucap Nia dengan kepala yang tertunduk..
Nia lalu mendekati Syakira dan tersenyum..
''Nona...ayo masuklah..udara sangat dingin...''
Syakira tersenyum....dan mengangguk patuh....
Pintu terbuka dan Syakira lebih dahulu masuk..lalu David melangkah mendekati pintu mobil....mereka kembali bertatapan...
Deg!!!!!!
Nia merasa gemetar......
__ADS_1