
Mendengar ucapan dingin yang keluar dari mulut Alex membuat semua tamu dan keluarga termasuk David dan juga Damar menoleh terkejut..
Pesta masih berlangsung namun Alex sudah ingin bubar, David mengerti bahwa adiknya tak suka keramaian dan pesta, dia lebih suka menyendiri, dan mungkin bersama istrinya namun permintaannya tidak masuk akal sama sekali karna itu David mendekati Alex ketika pria itu turun dari podium..
''Alex...tunggu..''
Alex menoleh dengan tatapan dingin, sambil menatap David tanpa berkedip.
''Kakak..''
''Aku mengerti bahwa kau mungkin ingin berdua dengan istrimu kami semua bahkan berdoa untuk kebahagiaanmu Alex...''
''Bisakah kakak langsung saja mengatakan maksud kakak aku sedikit bingung..''
''Pesta masih berlangsung, kau tidak liat orang tua Sherin masih ingin bersama putrinya..''
Alex menoleh pada Sherin yang sedang bicara pada orang tuanya..
''Aku tak perduli....''ucap Alex dingin lalu melangkah begitu saja meninggalkan David yang hanya menghela nafas....
Alex tak bisa di bujuk,sikap keras kepalanya sungguh membuat David tak bisa melakukan apapun lagi..
''Sayang....ada apa dengan wajahmu...''
Nessa mendekati David hingga pria itu menoleh...
''Nessa..bisakah kau membujuk Alex agar dia membiarkan hari ini berlalu dengan kemeriahan...aku yakin Alex mendengarmu...kalian cukup dekat..'
Nessa terdiam sebentar lalu mengangguk lambat..
''Aku akan mencobanya...''ucap Nessa tersenyum..
Nessa lalu melangkah mendekati Alex yang melangkah ke luar balkon dan sendirian...
*******
Sementara....
''Mengapa suamimu kejam sekali kakak...''ucap Jason kesal.
''Aku minta maaf...''ucap Sherin mencoba menenangkan sang adik yang marah.
Sementara Josep sang ayah memilih mengalah,
''Sudah..lagi pula ayah harus bekerja dan tak bisa lama-lama disini..kakak iparmu juga pasti ingin menghabiskan waktu dengan Sherin kita jadi...kita harus mengerti..''
''Astaga aku kesal sekali....''ucap Jason merasa marah, namun berusaha menelan kecewanya..
''Aku janji kalau situasinya membaik aku akan mengunjungi ibu dan ayah dirumah..''
''Tak usah berjanji kakak...kau hanya akan mematahkan hati ibu dan ayah.''
__ADS_1
''Jason.....''suara sang Ayah meninggi hingga adiknya itu melangkah pergi..
Sherin sedih sekali, seharusnya hari bahagia ini akan menjadi hari yang tak terlupakan namun tetap saja, Sherin tak bisa menghalau duri yang terlihat tajam di depan mata.
Mata Sherin berkaca-kaca karna menahan rasa sakit di hatinya, kesedihan orang tuanya adalah pukulan berat baginya hingga Sherin tak mampu lagi untuk menahan segala perasaannya..
Alex sungguh tak punya perasaan karna bahkan tak memikirkan hati keluarganya,...ketika Sherin ingin bicara, seseorang mendekati mereka..dan membuat Josep dan istrinya membeku..
''Damar....''
Sherin membalikan tubuhnya dan menemukan tatapan beku dari pria yang begitu dia cintai dulu, kalau saat ini Sherin bahkan merasa ia sudah mati rasa tentang cinta yang sebenarnya..
''Apa kabar paman dan bibi...'' sapa Damar dengan senyuman penuh hormat.
Sementara Josep begitu merasa bersalah karna Damar bahkan hampir setiap hari datang untuk mencari Sherin dirumah dan seolah takdir tak menginjinkan mereka bersatu Sherin kini telah menikah dengan kakak tiri Damar sungguh kebetulan yang menyedihkan.
''Kami minta maaf padamu Danar..sesungguhnya semua ini juga mendadak dan paman merasa sangat bersalah padamu..''
Damar terdiam dia menyadari kalau paman Josep terlihat jujur karna itu Damar mulai berpikir..melihat apa yang terjadi ketika keluarga Sherin bahkan tidak bisa melakukan apapun dan tak berdaya, Damar menaikan sudut bibirnya..
Apakah Sherin terpaksa menikah karna sebuah ancaman..kalau benar begitu maka Damar tidak akan pernah membiarkannya..
''Aku bahkan tidak pernah menyalahkan paman atau bibi aku yakin semua ada alasannya dan juga..aku yakin Sherin punya jawaban sendiri..'' Damar menatap Sherin yang berusaha kuat menahan airmata..
Wanita muda itu mengangguk..
''Aku minta maaf padamu Damar...aku telah menyakitimu dan aku berharap kau bisa menemukan pengganti yang lebih baik dariku..''ucap Sherin dengan suara yang bergetar..
''Sebaiknya ayah dan ibu istirahat dulu aku akann menyusul..''ucap Sherin menunduk hormat dan meminta pelayan mengantar orang tuanya ke kamar..
Setelah itu Sherin membalikan tubuhnya hendak pergi namun Damar menyentuh lengannya dan membuat gadis itu berbalik padanya,..
Sherin di landa panik ketika dengan beraninya Damar menarik tangannya,...jika Alex melihat maka Damar akan selesai......
''Damar lepas....''
Damar tak bergeming dengan ancaman Sherin pria itu malah mendekat dan menatap Sherin..
''Aku tak akan menyerah padamu Sherin...tentang Alex...aku akan menghancurkannya dan membawamu kembali padaku..''ucap Damar dengan tatapan penuh tekat..
''Damar.....''
''Kau tenang saja...bertahanlah sedikit lama..aku akan berjuang untukmu aku...sudah bisa merasakan kalau kau memang terpaksa menikah dengannya...dia bahkan tidak menunjukan cinta sama sekali kepadamu..''
Sherin berkaca-kaca, sungguh dia tak ingin menyeret siapapun dalam hal ini apalagi membahayakan Damar...tidak...dia tak akan pernah rela Damar di sakiti oleh Alex..
''Aku baik-baik saja Damar...berbaliklah dan lupakan aku...kisah kita sudah selesai...''
Sherin menghapus airmatanya dan menghempas pegangan Damar padanya lalu melangkah sementara...Damar mengepalkan tangannya...
Alex...liat saja, Damar tak akan pernah rela melepas Sherin di tangan Alex..dia akan mencari cara untuk menghancurkan Alex..
__ADS_1
*******
''Alex...tunggu....''
Alex menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Nessa di belakangnya, pria itu mengepalkan tangannya...
Langkah sepatu Nessa mendekat hingga pria itu menghentikan langkah..namun tidak berbalik...
''Apa yang kau inginkan....Nessa...''
''Apakah kau menikahinya karna aku....''
Suara Nessa terdengar serak seperti ingin menangis...
sementara Alex tak bergeming...dia diam saja ketika Nessa menyentuh bahu Alex dan membuatnya menoleh..
Mereka bertatapan.....
''Alex.....maafkan aku.....''
Nessa ingin bersandar di pelukan Alex namun pria itu mendorong tubuh Nessa dengan kuat..hingga wanita itu terdorong ke belakang.
Airmata Nessa menetes......
''Alex......''
''Semua sudah masa lalu jadi jangan berpikir kalau kita masih berada disana Nessa...bukankah itu sama saja dengan kau serakah...''desis Alex dengan suara dingin..
''Aku tau aku bersalah....aku bahkan telah menghianatimu dengan kejam, tapi Alex...aku benar-benar berada di bawah tekanan dan aku....''
''Cukup.....aku bahkan tidak meminta alasanmu..Nessa...berhentilah mendekatiku karna kau akan merasakan amarahku..''
Alex melangkah menjauh meninggalkan balkon namun di luar dugaannya Nessa malah berlari dan memeluknya dari belakang hingga Alex kehilangan kesabaran...
''Aku masih mencintaimu Alex...''ucap Nessa mencoba membujuk, sesungguhnya dia tak pernah melupakan Alex sedikitpun...
''Lepaskan aku Nessa....''
''Tidak.....sebentar lagi Alex...aku mohon..''
Namun di saat bersamaan, tatapan Alex membeku pada sosok Sherin yang berdiri dengan tatapan tak terbaca...
Alex buru-buru melepaskan pelukan Nessa dengan mendorongnya...hingga tubuh Nessa tersungkur di lantai..
Alex sungguh marah..pria itu mendekati Nessa dengan kilatan membara di dalam matanya..
''Jika sekali lagi kau mencoba mendekatiku maka jangan menyalahkan aku jika aku akan memberimu pelajaran berharga..''desis Alex tegas.
Alex melangkah pergi mengejar Sherin yang sudah meninggalkan tempat itu..
Apa yang ada di dalam kepala Sherin sekarang...?
__ADS_1