
Zayden membuka pintu kamarnya di ikuti oleh Virgo di belakangnya, dan pintu akhirnya tertutup kembali, Virgo tampak sedikit segan karna dia melihat sikap tuan Alex di dalam diri tuan Zayden..
''Ayo kita duduk paman Virgo..''
Virgo melangkah ragu namun dia lalu duduk di kursi yang berada di dekat balkon kamar.
Virgo menatap mata Zayden yang terlihat tersiksa dan merasa iba. sejak kecil Zayden sudah di didik keras oleh tuan Alex..hidup tanpa kasih sayang seorang ibu...tuan muda Zayden di tuntut berpikir melebihi usianya, hingga akhirnya menjadikann seorang Zayden mempunyai karakter yang kuat di dalam dirinya sejak dini.
Zayden duduk dan menatap Virgo yang duduk di hadapannya, mereka saling menatap saat ini.
''Bisakah kita memulainya saja paman Virgo karna aku sangat penasaran dengan kejadian sebenarnya..tentang kedua orang tuaku..''
''Baiklah...paman akan menjelaskan segalanya tanpa ada yang tertutup darimu tuan muda Zayden...''
''Bagus karna aku sudah cukup mengerti paman, aku sudah lelah melihat adik-adikku tersiksa demikian juga aku...''
Virgo mengangguk lalu memulai cerita dari awalnya, bagaimana Sherin menikah lalu hamil dan kekejaman tuan Alex yang memang sudah mendarah daging dan ketakutan terbesar sang nyonya Sherin akan hidupnya...
Cerita itu mengalir begitu saja dari mulut Virgo sementara Zayden mendengarkannya dengan penuh konsentrasi...kadang alisnya berkerut dan hampir menangis namun dia menahan segalanya...
''Sampai akhirnya nyonya Sherin memilih memalsukan kematiannya demi melindungi diri....''
''Apakah Daddy benar-benar sekejam itu untuk meminta melenyapkan Mommy..''suara Zayden berubah serak..
''Yah..pada awalnya Daddy memang ingin melenyapkan Mommy tapi akhirnya berubah di detik terakhir walau semuanya sudah terlambat nyonya Sherin sudah pergi dengan membawa kedua adik kembarmu tuan muda Zayden...''
''Mommy tega meninggalkanku...''
''Demi kebaikan...lagi pula meski berjauhan Nyonya Sherin selalu mengirim kabar kepadaku...lalu mengirim asi untuk tuan muda....nyonya terus menanyakan kabar tuan muda Zayden...aku selalu mengirimkan foto tuan muda...namun komunikasi terputus sejak tuan berusia 5 tahun..sejak saat itu aku sudah tak tau keadaan si kembar bersama nyonya..''
''Mengapa Mommy tidak pulang saja bersama adik-adikku saat itu paman..''
Virgo menghela nafas...
''Keadaannya tidak sesederhana itu, nyonya Sherin takut kalau tuan akan sangat marah padanya karna telah memalsukan kematiannya...nyonya sungguh takut kehilangan anak-anaknya...''
Zayden terdiam ketika airmatanya menetes di wajahnya..
''Tapi tuan muda..jika memang tuan Alex akan mengetahui kebenaran dari sekarang maka itu tak akan menjadi masalah,..anak-anak sudah besar dan mampu melindungi nyonya jika memang kebenaran itu tak mampu di terima tuan Alex...''ucap Virgo dengan wajah yang tertunduk.
Sementara itu Zayden terdiam dalam hatinya dia membenarkan ucapan Virgo kepadanya..
''Baiklah....paman Virgo..lalu apa yang harus aku lakukan sekarang...apakah aku harus membri tau Daddy tentang kebenaran ini..''
''Tidak tuan Zayden, jika tuan Alex tau sekarang maka tuan akan sangat marah dan mungkin tak akan pernah membiarkan nona Zelina dan tuan Zayden pergi....tapi kita akan membuat rencana agar tuan Alex tak bisa melakukan apapun kepada nyonya...''
Zayden tersenyum...
''Terimakasih paman....aku senang sekali berbagi ini denganmu.....terimakasih karna menceritakan semuanya kepadaku.''
''Tentu tuan Zayden....''
Keduanya saling melemparkan senyuman..
*********
__ADS_1
''Paman kalah...yey.....''
Zelina melompat dengan girang karna dia telah mengalahkan paman Alex...sementara Alex hanya menyerah, dia menatap Zelina dengan lekat mengapa dia tertarik sekali dengan gadis kecil ini seakan dia tak ingin Zelina kembali kerumahnya..Zelina terlalu mirip dengannya dan mempunyai banyak kesamaan dengannya...cara tertawa, cara berjalan adalah dirinya...
Tapi mengapa....mereka semirip itu, seandainya anak kembarnya masih hidup....sayangnya Alex tak bisa mengubah takdir...pria itu menghela nafas...
''Ayo minum dulu paman..''
Zelina menyerahkan sebuah jus jeruk pada Alex lalu duduk di hadapannya...
''Mana kak Zayden katanya mau main...''
''Sebentar lagi Zayden akan kemari...''balas Alex masih menatap Zelina yang sedang minum..
''Sekarang ceritakan pada paman tentang keluargamu Zelina...'' ucap Alex menjadi serius..
Ketika Alex memantik api untuk menghisap rokok Zelina langsung bergerak menjauh..
''Paman...aku punya alergi Asma.,..aku akan batuk jika paman merokok..''suara Zelina terdengar pelan..
Alex membeku seketika dan segera mematikan pematik api nya lalu menatap Zelina dengan tajam..
''Kau punya penyakit Asma...''
''Yah...sama seperti Mommy....''
Deg!!!!!
''Mommy....yah...Mommy memang penderita Asma jadi aku juga mengalami hal yang sama..lagi pula kata ibu guruk merokok itu akan membuat paman sakit...''
Alex tersenyum ia merasa bodoh ketika ada seorang anak yang tak sengaja memerintah dirinya...
''Paman sudah membuangnya..''
Zelina tertawa....
''Orang dewasa memang suka berbohong..''ucapnya dengan polos..
Alex menoleh...
''Apa maksudmu...kau pikir paman berbohong..''
''Yah,...mungkin paman membuangnya sekarang tapi nanti paman akan membelinya lagi ketika aku sudah pulang...''
''Hah....kau sungguh lucu dan kritis..'' jawab Alex merasa lucu...
Zelina tersenyum...
''Jadi paman berjanjilah padaku jangan merokok lagi...kasian kak Zayden nanti..karna kata ibu guru kalau siapa yang merokok dia akan segera sakit dan mati...paman tidak ingin mati kan...lalu kak Zayden bersama siapa nanti...dia pasti sedih jika kehilangan Daddy..jangan sepertiku yang telah kehilangan Daddy dan kakak...''
Deg!!
Sesuatu di dada Alex terasa sesak mendengar ucapan polos dari Zelina...gadis ini begitu berani untuk menceramahinya di awal pertemuan mereka seolah Alex adalah teman baginya..Alex sungguh bahagia entah mengapa ketika bersama Zelina..
''Baiklah paman berjanji kalau akan berhenti merokok...dan paman penasaran apa pekerjaan Mommy mu hingga bisa mendidik Zelina sepintar ini..apakah dia guru, dosen atau pengajar lainnya...Alex melirik dengan begitu penasaran...
__ADS_1
Zelina tersenyum dengan mata berbinar..
''Mommy ku seorang Desainer terkenal di perusahaan Beautik S...kata kakak perusahaan itu sangat terkenal.''
''Beautik S...''ulang Alex membeku...
Zelina mengangguk membenarkan...
''Iya paman..dan paman tau mereka mengirimkan banyak uanga dan barang ke apartemen kami...aku juga punya banyak mainan sekarang...''
''Kau tinggal di apartemen...bukan dirumah..''
''Mommy tak punya banyak uang sejak Daddy meninggal..''
Alex terdiam...siapa sang Desainer itu...mengapa dia jadi penasaran begini...
''Zelina...siapa nama Mommy mu tadi...paman penasaran....'
Ketika Zelina akan menjawab...
Zayden sudah muncul bersama Virgo di belakangnya..
''Zelina.....kita harus pulang sekarang..''ucap Zayden mendekat...
Alex dan Zelina sama-sama menoleh kepada Zayden hingga anak itu terdiam sebentar,...
Bahkan cara menoleh mereka sama.....
Zelina lalu bangkit berdiri dan tersenyum kepada Alex yang masih tak rela melepasnya pergi..
''Paman aku harus pulang..''ucap Zelina dengan sopan..
''Sayang sekali...mengapa harus buru-buru pulang..''Alex masih tak rela..
''Ini sudah selesai jam pulang sekolah..dan Mommy Zelina akan panik mencari Zelina..''
''Aku akan datang lagi paman...tenang saja..''
''Benarkah..kau berjanji..''
''Aku berjanji paman...''
Melihat kedekatan itu membuat Zayden dan Virgo saling menatap penuh arti...
Alex akhirnya harus pasrah ketika melepas kepergian Zelina dengan berat hati,...dia menyukai anak itu dengan sangat besar...
Setelah mereka pergi...Alex lantas mengambil ponselnya dari saku dan menelfon..
***********
Perusahaan Beautik S..
Alex melangkah masuk ke ruangannya di ikuti sekertarisnya..
''Tuan Alex...''
__ADS_1
''Aku ingin meminta nama Desainer baru dari perusahaan kita...minta dia menghadap keruanganku sekarang Dewi..''ucap Alex dengan suara tajam..
Deg!!!!