Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Ada Syarat


__ADS_3

Dokter tak kuasa menatap mata Alex yang terlalu tajam dan mengancam kepadanya hingga pria itu berdehem..


''Tuan Alex...syukurlah nona Sherin bisa selamat..tapi..''


''Tapi....''


''Seperti yang kita tau kalau penyakit Asma tidak bisa di sembuhkan hanya saja, kita bisa mencegah agar dia tidak akan muncul kembali...''


''Jadi penyakitnya akan kembali suatu saat nanti.''


''Ya tuan...pasien Asma sangat rentan dengan debu dan udara dingin juga stres...jadi saran saya harus hindari semua faktor pemicunya agar penyakit asmanya tidak kambuh lagi..''


Alex mengangguk patuh....ia mendengarkan dengan seksama penjelasan sang dokter, baik itu makanan yang baik dan segalanya tentang penyakit Sherin..


''Jadi apakah dia sudah sadar...''


''Sudah...nona Sherin sudah sadar jadi, tuan Alex boleh masuk dan menemuinya hanya saja...jangan membuatnya stres...'' ucap Dokter sedikit memberi penekanan.


Alex menajamkan tatapannya,...


''Jadi kau pikir aku akan membuatnya Stres...''


Sang dokter menggeleng ketakutan..


''Aa...aku harus pergi tuan...maafkan aku..''


Dokter lalu melangkah setengah berlari menjauhi Alex yang hanya mengerang...saat ini seluruh pikirannya berfokus kepada Sherin dan perkembangannya..tentu saja hal itu sangat menyita perhatiannya.


Alex lalu melangkah dan membuka pintu kamar, langkahnya mulai teratur pelan ketika Sherin sedang tertidur lelap disana...


Entah mengapa hatinya berubah menjadi hangat ketika melihat wajah Sherin tampak sudah kemerahan...wajahnya yang awalnya pucat kini mulai berganti cerah meski masih tertidur..


Alex mendekat lalu meraih kursi untuk duduk disana...dan memandang keseluruhan Sherin yang tertutup selimut, tak pernah di bayangkan bahwa ia bisa menolong seorang gadis yang bahkan telah menipunya..


Alex mengerutkan kening...traumanya dengan masa lalu sanggup membuatnya mengalahkan egonya..pria itu mengeraskan wajahnya..


Di saat yang sama...


Sherin membuka matanya perlahan dan langsung terkejut menyadari Alex menatapnya dengan tajam..


''Tuan......''


Sherin sontak ingin bangkit dari ranjang namun Alex bangkit dan mendekatkan wajahnya di wajah Sherin yang pucat pasi..


''Gadisku...bagaimana kabarmu...''


''Hoh......''


Sherin kembali menarik nafasnya, syukurlah dia sudah lebih baik, sangat baik...keadaannya dari sebelumnya..


''Aa..aaku baik-baik saja tuan Alex....''

__ADS_1


''Bagus....aku senang kau baik-baik saja..''


Meski Asmanya tidak kumat namun, kehadiran Alex di ruangannya sanggup membuat Sherin kembali sesak nafas..


''Karna kau sudah sadar aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu Sherin dan aku pikir kau harus mendengarnya baik-baik..''


''Hum....aa...aku mengerti..''


Alex bangkit dari ranjang dan tersenyum..


''Mulai saat ini kau adalah wanita milikku, kau juga akan di tempatkan di samping kamarku jadi kapanpun aku ingin menyentuhmu kita punya banyak waktu.....''


Hening.....


''Apa.......''


Apakah maksud tuan Alex adalah dia menjadi seorang pelacur bagi tuannya...airmatan Sherin menetes...tidak....ibunya melahirkan dia bukan untuk menjadi seorang budak nafs*....lagi pula dengan penyakitnya..


''Tuan Alex...dengan sakit yang aku alami....aku...''


''Apakah kau dengan sadar sedang menolakku..''ucap Alex dengan pandangan dingin..


Sherin membeku nyaris pingsan ketika Alex kembali mendekatinya dan kali ini pisau yang entah dimana dia simpan mulai menyentuh leher Sherin, rasa dingin dan tajam itu mendarat mulus di leher Sherin hingga gadis itu gemetar...


''Tuan Alex....''


''Jika kau menolakku maka kau akan mati Sherin..aku tak akan pernah mengampunimu sedikitpun apa kau mengerti...''


''Jika kau ingin membunuhku mengapa kau menyelamatkan aku tuan...''isak Sherin dengan sedih..


''Kau pikir aku menyelamatkanmu karna kasihan...Sherin..kau pikir kau seberharga itu....satu-satunya alasanku menyelamatkanmu karna kau masih berguna untukku..kau memuaskanku dan aku memberimu kesempatan hidup padamu...''


Airmata Sherin menetes....


''Apakah aku harus berterimakasih padamu....jika ingin lebih baik aku mati...''


''Ssssttt.....kau telah kehilangan hak atas hidupmu sendiri Sherin...kau tak perlu berterimakasih padaku atas hidupmu cukup kau memuaskanku di ranjang maka kau akan selamat...''


Alex kemudian menjauhkan pisau kecil itu dari leher Sherin dan menatapnya tajam..


''Karna kau mendapatkan tempat istimewa bagiku kau bisa tinggal di kamar ini sebagai wanitaku....kau akan di hormati dan di layani..karna satu-satunya tugasmu hanya melayaniku saja..apa kau mengerti Sherin..''


''Apa aku punya pilihan lain...''suara Sherin berubah serak..


''Jangan mencoba bermain-main denganku Sherin...atau kau akan melihat sisiku yang sebenarnya...aku bahkan mengabaikanmu yang telah membohongiku..''


Usai berkata Alex melangkah meninggalkan ruangan itu..meninggalkan Sherin yang terpaku memeluk dirinya sendiri dan menangis..


Bagaimana mungkin hidupnya sesuram ini...tidak..dia tak akan pernah membiarkan dirinya berada di bawah kendali pria kejam ini tidak...Sherin harus mencari jalan untuk pergi..yah...dia harus pergi dari tempat mengerikan ini..


Jemari Sherin mengepal dengan kuat....

__ADS_1


**********


Beberapa hari kemudian...


Kondisi Sherin sudah lebih baik dan sesuai janji Alex, dia mendapat perlakuan khusus di hadapan para pelayan...dia mendapat kamar yang di tempati Alex, para pelayan mengililinginya menunggu perintah termasuk sang paman Mervin yang tak menyangka jika keponakannya mampu menaklukan seorang Alex yang kejam..untuk pertama kalinya seorang Psikopat itu tidak menyiksa atau menyakiti sejak Alex bersama Sherin..


Di tengah perlakuan bagai seorang nyonya Steward..hati Sherin tetap meronta untuk pergi..tentu saja ia tak bisa hidup seperti ini selamanya..sebagai budak nafsu seorang psikopat gila yang tak punya hati..bukankah hanya tinggal menunggu waktu ketika Alex bosan padanya dan nasibnya akan sama dengan para wanita yang tragis itu...?


Sherin merapatkan tangannya karna sangat gugup...gadis itu sedang menunggu seorang pelayan memanggilkan pamannya..dia harus bicara berdua dengan paman Mervin dan kali ini paman harus menolongnya.


Pintu kamar terbuka dan sosok sang paman masuk dan menatap mata Sherin yang bersinar tajam..


''Paman........''


''Sherin....''


Mervin melangkah mendekat sembari menunduk..perintah Alex adalah semua orang menghormati Sherin seperti menghormatinya..


Mervin berdiri dengan kaku..pria itu tampak sedikit takut melihat tatapan Sherin kepadanya..


''Duduklah paman....''


Pria itu mengangguk patuh lalu duduk di depan Sherin..


''Paman.......''


''Paman minta maaf soal paman yang meninggalkanmu di kamar itu Sherin..saat itu paman bahkan tak punya pilihan untuk melawan...''


Sherin mengangguk....ia mengerti, semua orang di sini gemetar hanya ketika Alex melewati mereka...


''Aku mengerti paman..karna itu aku meminta paman untuk kemari..jika aku marah aku tak akan memanggilmu..''


Mervin menganngguk patuh..


''Katakan apa yang kau inginkan Sherin...paman akan melakukan apapun untukmu..''


Sherin mengangguk...


''Aku akan tetap merencanakan untuk pergi dari sini...paman...''ucap Sherin dengan sinar mata tajam..


Wajah Mervin memucat..melarikan diri dari tuan Alex sama saja bunuh diri..pria itu tidak akan pernah mengampuni Sherin untuk kedua kalinya...


''Apa kau sudah gila Sherin..bukankah hidupmu nyaman disini..kau mendapatkan segalanya...''


Sherin menggeleng...


''Hanya tinggal menunggu waktu akupun akan di hancurkan Paman....Alex adalah seorang monster dan aku bahkan selalu ketakutan setiap malam..aku bisa gila paman...''


''Tapi sangat beresiko Sherin...lagi pula setelah bebas kau mau kemana...''


''Paman ingat Damar kekasihku, aku ingin bertemu dengannya...aku ingin bersamanya paman...''isak Sherin dengan sedih..

__ADS_1


''Damar...''ulang Mervin menghela nafas panjang...


__ADS_2