
Alex dan Sherin akhirnya di satuan dalam pernikahan..setelah pria itu membacakan janji pernikahan sementara Sheirn mengatakan hal yang sama.
Semua tamu yang hadir bertepuk tangan serempak...termasuk kakak ka dung Alex bernama David yang datang bersama istri dan anak-anaknya..juga keluarga Sherin dan juga para kerabat dekat..mereka tidak lebih dari 20 orang karna Alex memang tak menyukai keramaian..dia tidak akan bisa bertahan terlalu lama disana.
Usai di berkati,Sherin dan Alex saling menatap kini mereka sudah sah menjadi suami istri...hal yang tak pernah di bayangkan oleh keduanya. bukan cinta yang mempersatukan seperti pasangan lainnya namun karna tekanan, Sherin merasa hidupnya semakin memasuki kegelapan ketika ia di paksa menikah...
Alex menariknya mendekat tangannya melingkar posesif di punggung Sherin yang ramping keduanya bertatapan...
''Mulai saat ini dan selamanya kau adakah milikku Sherin...''
''Aku tidak pernah menyangkalnya Alex...''
''Bagaimana kejutan hari ini....''
Sherin memucat...ia sama sekali tidak mengerti apa maksud Alex..kejutan seperti apa.....?
''Damar........''
''Apa maksudmu...Damar....''mata Sherin melebar dramatis..
''Kau pikir aku tidak tau apapun...kau pikir aku bodoh....selamat datang di pernikahan terpedihmu Sherin.....kau akan merasakan bagaimana tersisksanya tak bisa hidup bersama pria yang kau cintai....''
__ADS_1
''Mengapa kau melakukannya Alex....''
''Penghianat sepertimu tak akan pernah mendapatkan cinta sejati lagi Sherin....''
Airmata Sherin menetes.......
''Penghianat apa....''
''Surat itu.......kau akan membayar mahal.karna berani memikirkan pria lain di dekatku...''
Sherin kehilangan kata ketika Alex menyentuh belakang kepalanya dan menariknya mendekat bibir pria itu lalu mulai melum** bibir Sherin...bagi para undangan mereka terlihat seperti pasangan yang saling mencintai meski...sebaliknya...bara api mulai membakar Alex dari dalam dirinya...
Damar memalingkan wajahnya tak ingin melihat ciuman yang sungguh menyakitkan bagi hatinya, airmatanya menetes...bagaimana mungkin melupakan seorang Sherin...bagaimana bisa dia melepaskan gadis yang begitu dia cintai menjadi milik Alex yang menjadi musuh sekaligus kakak tirinya...bagaimana bisa dia bertahan...hancur sudah hatinya hancur sudah semua harapannya...
David memberi selamat bersama istrinya Nesa dan anaknya, David bahagia karna akhirnya sang adik menikah juga meski dia melihat kalau Sherin teramat tertekan...
Nessa melihat Sherin begitu tertekan di sepanjang senyumnya dia tau betul apa yang dirasakan oleh wanita muda ini...menikahi pria seperti Alex memang tak mudah...setidaknya Nessa tau sikap sang adik ipar yang dingin.
''Selamat menjadi nyonya Alex....''ucap Nessa tersenyum dan membawa dua minuman..
Sherin mencoba membalas senyum Nessa dan mengambil minuman yang di berikan Nessa...
__ADS_1
''Terimakasih kakak....''
''Hum....kau harus kuat tegangan kepalamu, meski Alex sangat dingin aku yakin dia pria yang baik...''ucap Nessa menghibur..
''Terimakasih bagaimanapun itu sangat berarti bagiku..''
''Sherin...dekati Alex dengan lembut maka perlahan dia akan takluk padamu jangan simpan semua perkataan kejam darinya...agar kau tidak terlalu sakit...''
Sherin menatap Nessa dengan senyuman....
''Bagaimanapun Terimakasih kak Nessa...aku akan mengingat semua perkataanmu dengan baik...''
''Bagus...ayo bersulang...''
Nessa tersenyum....
Tak berapa lama kemudian tampak Alex mendekati podium sabar mulai bicara..
''Terimakasih sudah hadir di pernikahan kami tapi aku rasa cukup sampai disini....pestanya selesai...''
Semua terkejut dengan keputusan Alex yang aneh...
__ADS_1
''Apa...'' desain Sherin dengan mata yang basah...
Itu artinya keluarganya harus pulang....? mata Sherin berkaca-kaca...mengapa Alex harus sekejam ini...?