Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Kejutan


__ADS_3

Sherin seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini Alex benar-benar mengatakan bahwa keluarganya hanya boleh hadir sampai acara selesai bukankah itu adalah hal yang paling kejam..


''Mengapa kau melakukan ini Alex...aku bahkan masih ingin bersama mereka..''


Alex menoleh tajam...


''Awalnya kau memang hanya akan melepas rindu namun selanjutnya apa...kau akan mulai merengek untuk meminta mreka lebih lama dan akhirnya mereka akan tinggal disini..''


''Alex...tidak...''


''Sherin....kau harus bersyukur karna aku telah memberi kesempatan untuk bertemu keluargamu kebaikanku hanya sampai disitu saja..''


''Hanya beberapa hari saja Alex,...sudah lama aku tidak bertemu mereka jadi aku..''


Alex merasa geram karna Sherin sama sekali tidak mau mengerti apa yang harus dia lakukan,...Alex menarik lengan Sherin hingga gadis itu jatuh di dalam pelukan Alex yang posesif...keduanya bertatapan..


''Jangan mengujiku lebih dalam lagi Sherin, aku tidak nyaman jika ada banyak orang di dalam rumahku..jadi jangan pernah meminta hal yang tidak masuk akal atau kau benar-benar akan membuatku marah...''desis Alex geram.

__ADS_1


Airmata Sherin menetes sekali lagi, waktu ini sama sekali tidak cukup untuknya melepas kerinduan bersama orang tuanya, sungguh Alex sangat kejam dan Sherin akan mengingat luka hari ini..


''Kau sungguh kejam padaku..''


Sherin meneteskan airmata sekali lagi dan menghempaskan pegangan Alex padanya, gadis itu melangkah meninggalkan kamar...namun ketika sampai di pintu Alex menoleh..


''Berhenti disitu Sherin....''


Sherin menghentikan langkahnya dengan airmata yang tak kuasa di tahannya dari tadi...


''Ada kejutan untukmu besok di hari pernikahan kita...pastikan kau menyiapkan dirimu....''


Alex sedikit trauma dengan keluarga lengkap...yah..orang tua Sherin berbeda dengan orang tuanya, walau mereka sederhana namun dia bisa melihat cinta di mata Josep pada istrinya..ia juga sempat melihat mereka ber empat saling memeluk dengan erat, hal yang tak pernah di rasakan Alex selama ini di dalam keluarganya sendiri hingga pria itu merasa cemburu dan tidak nyaman melihat keluarga Sherin yang penuh cinta..tentu saja...Alex tak pernah merasakan kehangatan keluarga dan sepertinya memang dia tak akan pernah merasakannya lagi.


Alex lalu melangkah menuju ranjang dan berbaring sebentar, matanya menerawang ke langit-langit kamar, dia akan menikah besok dan semua itu dia lakukan semata-mata untuk mengikat Sherin tetap di sisihnya dan bahkan dia tak pernah membayangkan kalau dia akan membangun sebuah keluarga..dia terlalu takut jika masa lalu orang tuanya akan kembali terjadi di dalam hidupnya..jadi...Alex lebih memilih untuk menjaga hatinya tetap seperti semula..pernikahan tak akan pernah mengubah apapun di dalam hidupnya...


Alex memejamkan matanya....

__ADS_1


**********


Pagi harinya...


Sherin sudah berdiri di depan cermin sepertu seorang putri, gadis ini bahkan tak mengenali dirinya sendiri, terlalu cantik dan elegan....


Orang tuanya sudah berada di gedung gereja untuk menunggu...sementara itu Sherin masih berada di kamar ini..tak berapa lama kemudian, ada gerakan pintu terbuka dari luar...


Masih dalam balutan gaun pengantin, Sherin menoleh dan membeku,...ketika melihat seseorang yang sama sekali tak pernah dia duga ada disini..


Matanya berkaca-kaca seketika...hal yang sama terjadi pada pria di hadapannya yang tampak syok,...


''Tidak mungkin....''desah Sherin merasa sedih luar biasa...


''Sherin.......''


''Damar..........''suara Sherin tercekat di tenggorokannya...

__ADS_1


Aimatanya hampir menetes....


__ADS_2