Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Kemarahan Alex


__ADS_3

Alex sama sekali tidak terpengaruh dengan tangisan Sherin..dia sudah biasa melihat tangisan, meski begitu dia memang tidak berani menyakiti fisik Sherin dan hanya menggertak saja agar membuat gadis ini tunduk padanya, ia hanya ingin Sherin menyerah untuk pergi darinya karna percuma..takdir Sherin adalah bersama dengannya.


Sherin menangis histeris ketika nama keluarganya di sebut,...


''Aku mohon jangan sampai kau menyentuh mereka Alex...aku tak bisa hidup tanpa mereka aku mohon...''


Alex menjauhkan pisau itu dari wajah Sherin dan kali ini menekan dagunya dengan kuat hingga gadis itu terdiam menatapnya...


''Jangan berpikir karna aku sudah melunak padamu dan kau mulai memanfaatkan kebaikanku dengan menghianatiku Sherin...aku memang mungkin tak bisa melukaimu namun....aku pastikan orang-orang di sekitarmulah yang akan menanggung resiko besar karna keputusan bodohmu..''


''Aku tidak mencintaimu Alex....bahkan sebuah pernikahan harus berdasarkan cinta...kita tidak memilikinya Alex...aku bahkan tidak memilikinya padamu..''


''Siapa yang perduli tentang cinta....aku tidak butuh cinta di dalam hiduku Sherin...aku butuh anakku lahir darimu sebagai penerusku..bukankah kau harus bangga Sherin..apa yang tidak kuberikan kepadamu, harta, kedudukan di sampingmu aku bahkan ingin menikahimu dan memberimu status..apalagi yang kurang...kau adalah gadis bodoh yang tidak pernah bersyukur Sherin..''


''Yah...aku memang gadis bodoh, tapi ingat satu hal Alex...lebih baik bagiku untuk tidak menjual tubuhku demi kenyamanan...aku lebih baik menjadi pelayan dari pada seperti ini...''


''Diam.....aku tak butuh mendengar keluh kesahmu Sherin...kau harus ingat bahwa tugasmu adalah melayaniku di tempat tidurku dan melahirkan anak untukku Sherin...dan aku tak akan mengampunimu jika kau....masih melawanku..''desis Alex lalu mendekatkan wajahnya, melum** bibir gadisnya dengan panas...lalu melepaskannya...kita akan segera menikah...kau dengar itu..''


Alex melepaskan tubuh Sherin lalu melangkah pergi begitu saja bersama beberapa anak buah yang berjalan di belakangnya..


Sementara Sherin tersungkur dengan airmata yang menetes di wajahnya...ia sungguh sedih sekali...tentang apa yang terjadi saat ini...pamannya, itu artinya paman meninggal karna dirinya yang mencoba pergi...begitukah...?


Sherin menundukan kepala, tangisannya pecah disana...sungguh ia sudah tak punya kekuatan untuk melawan Alex...harus bagaimana lagi melepaskan diri ketika orang tuanya kini jadi taruhan...Sherin tertunduk pasrah...


*******


Di dalam ruangannya...Alex mulai membaca surat yang di tulis Sherin untuk kekasihnya...Alex penasaran siapa kekasih Sherin hingga gadis itu ingin pergi dengannya meski Alex sudah memiliki tubuh Sherin, dan bahkan dia pria pertama yang mendapatkan kesucian Sherin.


Alex membuka amplop dengan tenang dan mengeluarkan sebuah kertas berisi tulisan tangan Sherin yang cukup panjang...


Pria itu mengeraskan pandangan....dan mulai membacanya..


Hai....Damar, aku yakin ketika kau membaca surat ini kau pasti sedang mencariku setengah mati..


Damar aku merindukanmu....aku sedang berada di suatu tempat yang mengerikan, aku tidak tau dimana...tapi pamanku Mervin tau...kita akan bertemu ketika paman membawaku keluar dari sini, aku akan sangat merindukanmu Dam.....

__ADS_1


Aku akan selalu mencintai dan menunggumu Damar.


Sherin Almora yang mencintaimu.


Jantung Alex berdebar penuh rasa kesal, entah mengapa semua isi surat ini membuatnya cemburu dengan begitu besar tentu saja dia tidak cemburu pada umumnya tapi dia hanya tak suka penghianat dan apakah ini artinya Sherin telah menghianatinya...?


***


Damar....? Apakah Damar yang sama dengan saudara tirinya,...Alex tertawa kejam,...permainan ini akan sangat menarik bukan,..tentu saja dia tak bisa melewatkan semua ini...


Kejutan....


Jeritan...


Tangisan...betapa dia sudah membayangkan bagaimana itu keluar dari mulut Damar...


Alex lalu mengambil ponselnya dan mulai menelfon anak buahnya.


''Cari tau tentang Damar...apakah dia punya wanita....di masa lalu...''


Alex bangkit dari kursinya dan melangkah ke jendela ruangannya pandangannya turun dan jatuh pada sosok Sherin di bawah sana di depan sebuah kolam ikan miliknya namun jangan salah karna kolam itu bukan berisi ikan hias yang cantik dan mengundang rasa kagum, namun kolam itu berisi 1000 ikan piranha buas miliknya yang kelaparan menunggu apapun yang jatuh dan mereka siap menerkamnya...itu adalah kolam hukuman bagi siapapun yang membangkang....


Alex menaikan sudut bibirnya...lalu melangkah keluar dari ruangan itu..


*******


Sherin menatap kolam berwarna hijau terang dengan pandangan mata sayu, dia butuh menghirup udara segar agar tidak menjadi gila..dan menatap ikan di kolam sungguh membuat ia lebih baik...


Sherin mengerutkan kening, ikan di kolam itu sedikit aneh, dia tidak tau itu ikan apa..tapi...ikan itu punya gigi yang cukup besar, mereka berenang di atas permukaan tampak lapar...


Sherin tersenyum perlahan mendekat, ia ingin sekali menyentuh ikan-ikan cantik itu dengan tangannya, past seru setidaknya ikan-ikan di sini akan menjadi temannya dan pelariannya ketika dia butuh teman untuk melepas stresnya..


Kaki Sherin sudah berdiri di pinggir kolam, ia sedikit membungkuk ketika beberapa ikan seperti menyadari kehadirannya dan langsung muncul di permukaan air seakan ingin menyapanya..hal yang baru ini membuat hati Sherin menghangat sungguh dia tak pernah berpikir kalau ada ikan se peka ini dengan kehadiran manusia..


Sherin lalu mulai mengangkat tangannya ke udara dan mengulurkannya ke atas permukaan kolam..namun ketika dia hendak memasukkan tangannya ke dalam air..sebuah tangan menariknya menjauh dari sana..

__ADS_1


''Arrrgghhh...'' Sherin mendesah terkejut karna dia di tarik tiba-tiba..


Dan ketika dia menoleh moodnya langsung berubah jengkel karna pria itu adalah Alex...tak bisakah pria ini membiarkannya sendiri..tanpa mengganggunya...


Keduanya bertatapan........


''Mengapa kau menggangguku..''


''Kau harus berterimakasih padaku karna aku telah menyelamatkan hidupmu dari kematian...''


Sherin tentu saja terkejut dengan kata-kata Alex...


''Mengapa harus berbohong padaku, menyelamatkan hidup apa...tak ada yang berbahaya ketika aku hanya bermain dengan ikan...''


''Mereka bukan ikan biasa..''desis Alex dengan suara dingin dan menakutkan,..


''Alex.......''


Sherin sangat marah tentu saja...gadis itu melangkah ingin pergi namun Alex kembali menahan langkahnya mereka kembali bertatapan..


''Kau harus melihat semua ini dan kau akan terkejut...''


Sherin tak mengerti namun pasrah ketika Alex kembali merengkuhnya dan memeluknya di kolam...


''Lepaskan aku Alex....''


Namun Alex tak bergeming, pria itu mendekapnya dari belakang seraya meminta seorang pelayan melemparkan seekor ayam ke dalam kolam..


Dan tubuh Sherin bergetar ketika melihat betapa lahap ikan itu memakan habis ayam yang di lempar dalam hitungan detik..


''Itu adalah ikan piranha kesayanganku Sherin..kolam ini adalah hukuman bagi para penghianat yang berani mempermainkanku...Sherin...''bisik Alex mengancam..


Tubuh Sherin bergetar seketika...


''Apa...''

__ADS_1


__ADS_2