Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Dikurung Lagi


__ADS_3

Sherin akhrirnya kembali di kurung di kamar, dan dia di awasi ketat oleh beberapa penjaga yang berdiri di luar kamar, hanya pelayan Nia yang boleh di ijinkan masuk...selain itu tak ada satupun orang yang berani masuk untuk mengganggunya. sudah dua hari dan hal itu sangat menyakitkan untuk Sherin...di tambah mualnya semakin parah di usia kehamilannya yang masih muda...


''Aku tak mau makan apapun...''Sherin melangkah meninggalkan meja makan di kamarnya sementara Nia hanya menghela nafas..


Sherin menurunkan pandangan dari ketinggian lantai 3 kamarnya, otaknya mulai menimbang bagaimana kalau dia loncat dari sini...jalan keluar yang paling pas..dia akan mati....tapi jika menggunakan sesuatu untuk turun...pikiran Sherin baru saja mulai aktif namun ia kembali melemah menyadari ada banyak anak buah Alex yang lalu lalang di bawah sana,..Sherin semakin putus asa,..


''Makanlah sesuatu Nyonya, jika tidak makan....bagaimana mungkin bayi nyonya akan kuat..''


''Aku tak akan makan dan membiarkan pria itu menang dariku...aku akan menemukan cara untuk pergi dari sini.''ucap Sherin penuh janji..


Nia mendekati Sherin dan menyentuh bahu sang nyonya dan ia pun menoleh..


''Jika nyonya tidak makan..maka hari ini mungkin salah satu pelayan akan di lemparkan ke kolam berisi ribuan piranha...''suara Nia menjadi lemah..


Sherin menoleh..


''Apa maksudmu....mereka akan menanggung akibatnya...''


''Termasuk aku, karna aku pelayan nyonya...''


Sherin berdecak kesal...mengapa dia merasa sedang di ancam...membayangkan kolam berisi piranha saja sudah membuatnya merinding..


''Tapi mungkin kau salah...Alex tidak mungkin..''


''Maaf tapi tuan Alex baru saja memberiku peringatan pagi ini...jika aku tak berhasil meyakinkan nyonya untuk makan...maka aku akan di lempar ke kolam itu..''suara Nia berubah menjadi serak..


Sherin merasa sunguh marah...bagaimana bisa dia di ancam oleh Alex...berada bersama pria ini seperti berada di neraka...Sherin tak pernah bisa membiarkan hidupnya berada di dalam bayang-bayang psikopat gila itu..


Tidak....Sherin tidak mau,....bahkan dia tak pernah membayangkan bagaimana akhir hidupnya..


Sherin menatap Nia yang sedang meneteskan airmatanya bagaimanapun Nia masih muda...dan dia punya masa depan panjang, Sherin tak bisa memutus hidup gadis baik ini..


''Baiklah aku tak akan mungkin menyulitkan dirimu Nia...aku akan makan...''


Nia mengangguk patuh lalu kembali membawa makanan tadi dan kali ini di hadapan Sherin..


''Nia....apa kau masih punya orang tua,..mengapa kau tidak mencoba pekerjaan lain..''tanya Sherin di sela makannya.


''Terimakasih atas kebaikan nyonya, aku masih punya orang tua yang harus aku biayai nyonya..jadi aku butuh pekerjaan ini karna gajinya lumayan...kalau di tempat lain mereka akan membayarku sedikit tapi karna aku harus membiayai orang tua yang saki-sakitan...aku harus betah disini...''


Sherin mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca..hati setiap anak akan hancur jika melihat orang tuanya menderita atau kesulitan dan ia paham benar apa yang ada di pikiran Nia saat ini..


Baiklah...untuk saat ini dia mau bertahan karna Nia...jika gadis ini di hukum, maka Sherin akan menderita beban seumur hidup...dan ia tak akan sanggup..


''Baiklah...rawat orang tuamu dengan benar, aku tak akan membuatmu dalam masalah..''


''Terimakasih nyonya, anda baik sekali...''ucap Nia dengan mata berkaca-kaca..


***********


Alex membuka pintu ruangan dan langsung berhadapan dengan David yang sedang duduk dengan ketiga anaknya..masing-masing berusia 7, 5 dan 3 tahun lebih...


Mereka bertatapan hingga Alex hanya berdehem..


''Kakak....''

__ADS_1


David hanya tersenyum...


''Kakak akan membawa mereka pergi...''


Alex mengangguk lalu mendekati ketiga keponakannya dan memeluk mereka...


''Maafkan aku tentang Nessa....''


David pun hanya mampu menghela nafas, lalu memanggil pelayan untuk membawa anak-anaknya pergi ke kamar lain..


Kali ini David menatap Alex dengan tajam..


''Aku tau yang Nessa lakukan di belakangku selama ini...aku bahkan telah melakukan tes DNA pada dua anakku yang terakhir dan mereka bukan anakku..''ucap David dengan tenang..


Alex cukup terkejut...dia pikir Nessa tidak separah itu...


''Jadi hanya Syakira anak kandung kakak...''


David mengangguk sedih..


''Aku mmberinya kesempatan karna aku memang mencintainya...''


Alex mengeraskan tatapannya, sungguh Nessa wanita yang licik...


''Kakak tenang saja..dia tak akan mengganggumu lagi...''


David tersenyum dalam ketenangannya..


''Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku Alex...''


''Katakan...kakak aku bisa...''


''Aku tak ingin merawat anak orang lain yang bukan darah dagingku...aku ingin kau mengembalikan anak kedua dan ketigaku ke rumah orang tua Nessa....''ucap David pelan..


Sementara...


Alex pun mengangguk setuju...


''Kakak tenang saja...aku akan melakukannya..''


''Bagus...aku akan membawa putriku pergi...''ucap David tersenyum..


''Baiklah,....aku akan mengurus segalanya...''ucap Alex patuh..


Sementara David tersenyum..


***********


Disaat sepi Sherin mulai melangkah menuju lemari maksud hatinya adalah membuka surat yang di tulis Damar dan untuk membacanya,..


Namun baru saja Sherin membuka lemari, suara pintu terbuka membuatnya menoleh dengan wajah terkejutnya,...


Sherin kembali mengeraskan wajahnya, menutup pintu lemari dan melangkah menjauhi Alex yang menatapnya tajam...langkah Alex terhenti ketika pandangannya jatuh pada permukaan perut Sherin yang mulai terlihat menonjol kecil.pria itu tersenyum....ketika melihat anaknya sedang bertumbuh di dalam diri Sherin membuat amarah Alex menguap begitu saja..


Alex melepas jasnya dan,..melemparkan jasnya...lalu di ikuti dasinya dan kemejanya..

__ADS_1


Tubuh Alex tampak kekar ketika dia tidak memakai atasannya..


''Sherin....''


Sherin melangkah ke balkon..lebih baik baginya melihat pemandangan hutan kecil di depannya dari padan melihat Alex...


Hening....


Sherin sama sekali tidak menjawap perkataan Alex...hingga pria itu memeluk tubuhnya dari belakang dan menciuminya..


Sherin memejamkan matanya...dia benci di sentuh oleh Alex...


''Aaa...aku mual...''


Sherin meronta melepaskan dirinya dan melangkah sedikit jauh dari Alex yang menatapnya dengan pandangan berkabut itu artinya dia sedang ingin bercinta..


Namun Sherin tak akan membuatnya mudah...meski dia tak bisa menghindar kalau Alex benar-benar menginginkannya..


''Jangan mulai menghindar dari kewajibanmu Sherin aku tau kau hanya sedang berbohong..''


Sherin bersedekap..dia tidak takut,


''Kau telah mengurung aku seperti penjahat lalu kau ingin kehangatan...kau pikir aku akan merelakannya..''jerit Sherin tanpa takut..


Sementara Alex hanya tersenyum dingin ia mendekat sementara Sherin bergerak mundur..


''Aku tak akan membiarkan siapapun mengancamku Sherin termasuk kau...''


''Aku tidak mengancam...aku hanya memberimu peringatan...bahwa aku tidak ingin di sentuh olehmu..''


Alex menghentikan langkahnya....pandangannya mengeras.


''Kau tak bisa menghindar jika aku memang menginginkanmu Sherin...itu adalah perintah wajip untukmu..''


''Tidak....''


Sherin menjerit ketik Alex kembali menariknya dalam satu hentakan...dan membuat wanita itu berpindah ke pelukannya..


Sherin mengerang...ketika keduanya bertatapan...


''Kau milikku jadi aku berhak menyentuhmu...'' desis Alex dengan sinar mata tajam..


Alex mendekatkan wajahnya dan melum** bibir Sherin,....dan dalam sekejap..terbakarlah dirinya..


Skip aja yah....


***********


Sementara David keluar dari kamarnya ketika Nia melangkah melintasi kamarnya....Nia cantik dan masih muda...tubuhnya juga luar biasa...


Ketika Nia menatapnya gadis itu menunduk hormat..


''Tuan David,....'' sapa Nia dengan sopan.


''Tunggu......siapa namamu..''tanya David tajam...

__ADS_1


Nia menoleh gemetar.....


__ADS_2