
Zayn turun bersama Zelina setelah di bukakan pintu oleh sang paman Jason, mereka pun melangkah masuk ke dalam gerbang sekolah dan Jason sudah meninggalkan parkiran sekolah..
Zelina yang lebih dahulu menyadari seorang anak lelaki yang berwajah sangat mirip dengan mereka...anak baru, yah karna sebelumnya Zelina belum pernah bertemu dengan anak ini..
Sementara Zayden juga tidak mengerti mengapa ia melihat dua orang anak yang begitu mirip dengannya seperti melihat cermin..
Mereka sama-sama mendekat satu sama lain karna merasa ada yang aneh...
''Siapa kalian...''tanya Zayden mengerutkan kening..sementara Zayn dan Zelina saling memandang..
Zayn baru saja ingin menjawab namun, Zelina melangkah maju dengan sikap ketusnya..
''Heh...kau anak baru yah...mengapa cara kau bertanya itu membuatku kesal....memangnya kau yang siapa..mengapa kau sangat mirip dengan kami..''tanya Zelina dengan tatapan tak kalah tajam...
Sedangkan Zayn menghela nafas, meski di hatinya ia membenarkan kalau mereka dan anak ini sangat mirip mereka seperti kembar.
Zayden menyipitkan matanya dengan tajam, mendekati Zelina hingga keduanya saling menatap..meski sedang marah, namun entah mengapa dia tidak sanggup menyakiti gadis ini...kembali lagi ke persoalan semula mereka sangat mirip jadi ia tak bisa menyakiti gadis ini..
''Maafkan aku....tapi aku sungguh-sungguh heran, mengapa kita mirip..''ucap Zayden tanpa basa basi.
Zayn mendekat dan mengulurkan tangannya ke arah Zayden...dan ia pun menoleh..
''Ayo kenalan, agar kita bisa akrab.''
Zayden menatap uluran tangan Zayn dengan kerutan di dahinya...
''Maaf...aku tidak pernah punya teman sebelumnya...jadi aku tak bisa menerima permintaanmu..'
Zayden melangkah melewati Zayn yang masih mengulurkan tangannya....
''Bukankah kau penasaran mengapa wajah kita nyaris sama...'' suara Zayn mampu menghentikan langkah Zayden meski dia tidak menoleh...
''Hanya kebetulan...dan aku tidak pernah menganggap kita benar-benar sama..''
Usai berkata Zayden melangkah meninggalkan Zayn dan juga Zelina yang berdiri dengan tatapan tak percaya..
''Lihatlah betapa sombong dirinya..''bisik Zelina kesal..
''Huss...biarkan saja...lebih baik kita masuk saja...''ucap Zayn menggenggam tangan Zelina dan mereka masuk ke dalam kelas..
Disekolah, Zayn adalah pelindung Zelina...walau gadis itu sering membuat masalah namun di mata Zayn adiknya adalah segalanya..dia akan melindungi Zelina dengan cara apapun..
Kebetulan mereka bertiga berada di kelas yang sama, baik itu Zayn, Zelina dan juga Zayden..
Dan ketika mereka sudah berada di dalam kelas, sang guru mulai memanggil Zayden untuk memperkenalkan diri di hadapan teman-temannya...
__ADS_1
Dan kehadiran Zayden mampu menarik seluruh perhatian..dia sangat tampan dan yang membuat mereka terpukau adalah wajahnya benar-benar mirip dengan Zayden dan Zelina hingga sang guru sampai melebarkan matanya berulang kali..
''Apakah kalian kembar 3...''ucapnya menatap ke arah ketiga anak itu..
''Tidak....kami tidak mengenalnya..dia bukan kembaran kami...''ucap Zelina menepis ucapa ibu guru.
Namun hampir semua teman kelasnya malah berpikiran lain..mereka saling berbisik...dan berkata satu sama lain..
''Astaga mungkin saja mereka saudara kembar yang terpisah....''
''Tentu saja..mana mungkin ada orang yang nyaris sama di dunia ini...sungguh tak masuk akal..''terdenger ucapan beberapa siswa yang membuat Zayden merasa marah...
''Mereka bukan saudara kembarku mengapa kalian selalun memaksa kehendak...mengapa kalau kami mirip itu hanya kebetulan..'' desis Zayden mengirim tatapan peringatan pada hampir seluruh kelas..
Sementara sang guru mulai menenangkan suasana..
''Sudah....sudah...lagi pula mungkin ini hanya kebetulan tapi khusus untuk kau dan Zayn kalian harus memakai papan nama masing-masing karna ibu akan sulit membedakan kalian berdua...setuju..''
''Baiklah.....''ucap Zayden dan Zaydn serempak..
Dan Zayden melangkah mencari tempat duduk yang kosong dan kebetulan juga tempat duduk Zayn kosong karna itu dia terpaksa duduk disana..
Mereka kembali saling menatap,...dan memang menemukan kesamaan yang terlalu besar..
Hingga mereka mengerutkan keningnya...masing-masing....
''Ibuku sudah meninggal bersama kedua saudara kembarku..''ucap Zayden dengan suara yang tenang..
Sementara Zayn mengerutkan kening..
''Ibuku bilang kakak kembarku dan Daddy sudah meninggal...''ucap Zayn menatap Zayden dengan tatapan tak terbaca..
Keduanya menghela nafas.....masing-masing dengan pikirannya sendiri..tentu saja...ada banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan mereka masing-masing meski begitu...mereka memendamnya..
''Mungkin memang hanya kebetulan...''ucap Zayden lalu mengeluarkan buku-bukunya untuk belajar..
Sama juga dengan Zayn....
******************
Zelina menatap salah seorang teman siswi kakak kelasnya yang sering menganggunya di kantin..apalagi kak Zayn sedang berada di perpus dengan teman-temannya...bagaimana cara Zelina menghadapi kakak kelasnya ini..
''Aku lebih dahulu datang ke tempat ini...mengapa kau malah menggangguku..''
Melda kakak kelasnya itu menatapnya dengan begitu tajam...
__ADS_1
''Jika aku menginginkan tempat duduk ini maka kau harus pindah....apa susahnya..''
''Aku tidak mau...'' jerit Zelina keras kepala..
Melda mendekat dia menjadi hilang kesabaran menghadapi gadis kecil ini yang tidak mau mengerti..
''Sekarang tak ada kakakmu yang akan membelamu...maka aku akan memberimu pelajaran...''
Zelina melirik ke kiri dan kanan, meminta tolong namunn kakaknya tak ada sampai mata Zelina melebar penuh senyum ketika dia melihat kakaknya masuk ke dalam area kantin..
Dengan percaya diri Zelina menatap Melda dan sesaat kemudian...ia menyiram tubuh Melda dengan es jeruk miliknya dan berlari...
Melda teramat murka hingga dia berlari mengejar Zelina yang menjauh....
''Awas kau Zelina...''
Zelina berlari mengarah pada Zayden yang membeku melihat Zelina yang melompat dan memeluknya dengan erat..
''Kakak....kakak tolong aku...dia menggangguku kak...''isak Zelina memeluk tubuh Zayden yang dia kira adalah Zayn...
Zayden terkejut ketika pelukan Zelina terlalu kuat padanya...
sementara Melda menghentikan langkahnya ketika ia melihat tatapan dingin Zayden....padanya..
''Zelina lebih dahulu menggangguku..''teriak Melda tak terima..
Sementara Zayden menatap dengan tajam..
''Tidak mungkin seorang adik kelas menganggu kakak kelasnya bukan, kau berbohong...''
''Tidak...aku tidak berbohong...hah...Zelina awas kau..''
Melda berlari meninggalkan tempat Zayden dan Zelina berdiri...di saat yang sama, Zelina melepas pelukannya...ia menatap Zayden dengan tatapan tajam..
''Kakak dari mana saja sih,....ayolah...Mommy yang akan menjemput kita...''
Zelina menarik tangan Zayden tanpa ia bisa menolak....Zelina menarik Zayden yang di sangka adalah Zayn...keluar dari kantin dan menuju halaman sekolah..lalu keluar dari sana...sesaat kemudian seseorang keluar dari mobil mewah dan melambaikan tangannya ke arah Zayden dan Zelina..
''Itu Mommy....ayo kak.....''ucap Zelina menarik Zayden yang membeku ketika dia sadar kalau wanita di depannya sama persis dengan foto yang berada di dompetnya..
''Mommy...'' bisik Zayden dengan mata berkaca-kaca..
Ketika Sherin mendekat ia membeku melihat tatapan Zayn yang berbeda dari biasanya....
Deg!!!!
__ADS_1
''Zayn........''panggil Sherin dengan lembut..
Zayden mendekat....