
Sekretaris Alex mengangguk dengan cepat...
''Tapi tuan..desainer yang tuan maksud tidak berada di perusahaan saat ini tuan..''
Alex mengerutkan keningnya..
''Apa maksudmu dia tak ada disini..bukankah dia bekerja untuk perusahaan kita..''
''Itu benar tuan Alex, tapi dia juga seorang ibu tunggal yang harus mengurus kedua anaknya jadi mungkin sedikit sore baru bisa ke tempat ini..''
Alex menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi...ketika dia mengerutkan kening, yah..dia ingat bahwa Zelina bilang Mommy tak pernah menghabiskan waktu dirumah selain malam hari...karna harus bekerja di sore hingga malam hari...Alex mengerti sekarang..
''Baiklah aku akan ada di kantor ini sampai malam hari jadi pastikan dia menghadapku ketika desainer itu sudah datang..''
''Baiklah...tuan Alex.''
Dewi sang sekretaris akhirnya keluar dari ruangan dan meninggalkan Alex sendirian..
Alex kembali menyandarkan tubuhnya dia penasaran ketika mendengar nama Sherin..mengapa nama wanita itu sama dengan mendiang istrinya..sungguh kebetulan yang aneh..
karna itu Alex tak mau menunggu dia ingin sekali bertemu dengan wanita itu dan mungkin memberi penghargaan lebih karna bagaimana pun ia mendidik Zelina dengan baik...
Alex tersenyum....
***********
Di sekolah....
Zayden dan Zayn memutuskan kembali bertukar peran..Zayden akan kembali bersama Mommynya..
Zayn sudah pulang dengan Virgo..disaat yang sama juga Zayden sudah mengatakan kalau Virgo sudah tau tentang rahasia mereka jadi Zayn bisa merasa aman dan tak takut rahasianya terbongkar..dan Zayden bisa merasa aman ketika dia menyamar menjadi Zayn..
''Mengapa Mommy lama sekali si kak..''ucap Zelina mulai tak sabar..
''Tunggulah sebentar lagi Zeline..''ucap Zayden sembari mengeluarkan lolipop untuk sang adik.
Zelina pun menerimanya dengan senang hati...
''Oya kak....rumah kak Zayden bagus loh...''ucap Zelina mulai bercerita pada Zayden yang dia pikir adalah Zayn..
''Oh...begitu...lalu apakah kau merasa betah disana...''
''Yah..paman Alex sangat baik padaku bahkan dia memberiku sebuah ponsel..''
Zelina mengeluarkan sebuah ponsel kecil yang begitu mahal...Zayden terkejut...mengapa Daddy tidak mengatakan hal apapun...
''Lalu apa kata paman...''
''Paman banyak bertanya tentang Mommy dan aku bilang Mommy bekerja di Beautik S....''
__ADS_1
Ucapan Zelina membuat Zayden membeku...ia menatap Zelina dengan tajam...
''Mengapa kau memberitahu Paman Alex.''
''Memangnya kenapa...aku bilang Mommy adalah desainer baru disana dan perusahaan itu sangat berkelas..kita bahkan di beri perabotan dan banyak mainan....aku hanya ingin pamer..apa aku salah..''ucap Zelina tak mau kalah..
Zayden menghela nafasnya dengan berat, seketika ia menjadi ketakutan..bagaimana kalau Daddy dan Mommy bertemu...apa yang akan terjadi..bukankah Daddy akan sangat marah pada Mommy.....?
''Astaga Zelina...kau benar-benar tak bisa menjaga rahasia..''
Zelina mendekat...
''Apakah pekerjaan Mommy harus di rahasiakan...kenapa harus rahasia...aku malah bangga pada Mommy...''
''Yah...tapi bukan berarti kau harus jujur pada Paman Alex juga...''
''Yah ampun paman Alex saangat baik kak Zayn...astaga sendainya dia adalah Daddy pasti aku akan senang sekali..''ucap Zelina dengan nada sedih di wajahnya..
Zayden mau tak mau tersentuh dengan ucapan Zelina yang penuh harap...ia juga ingin cepat bertemu dengan Mommy dan Daddy dalam satu rumah..pasti sangat bahagia...batin Zayden...
''Baiklah...maafkan kakak...apa kau sedih..''
''Sedikit...apakah kakak marah padaku..''
''Mana mungkin aku bisa marah pada adik ku sendiri..''bisik Zayden sembari memeluk Zelina dengan penuh kasih sayang..
Keduanya kembali berdiri sembari menunggu mobil yang datang beberapa menit kemudian..
''Zayn...Zelina...kalian sudah menunggu lama...maafkan Mommy hum....''ucap Sherin memeluk Zayden dan juga Zelina bergantian..
''Mommy kenapa lama sekali sih....aku sudah lapar...''ucap Zelina mengeluh..
Sherin mencoba membujuk...
''Mommy harus menyelesaikan sebuah desain gaun...dan baru selesai, maafkan Mommy Zelina...bagaimana kalau kita makan di luar...setelah itu kita akan pulang kerumah bagaimana..''
Zeline dan juga Zayden saling menatap....
''Yey...makan di luar...''
****
Mereka bertiga akhirnya sampai di sebuah restoran cepat saji dan mulai memesan makanan...Zelina segera memesan apa yang di sukainya sementara Zayden juga mulai memesan makanan miliknya..
Sherin menatap haru kedua anaknya meski di dalam hatinya dia merindukan seorang anak kembar yang berada di dalam pengawasan Alex..entah bagaimana dia sekarang...Sherin sungguh sedih ketika membayangkan salah satu putranya hingga tanpa sadar matanya berkaca-kaca...putranya sekarang pasti sedang merindukan kasih sayang seorang ibu...dan tak bisa mendapatkannya..
''Mommy.....ada apa...mengapa Mommy terlihat sedih..''
Sherin menoleh ketika Alex mengulurkan tangannya untuk menyuapi sang Mommy potongan ayam goreng...Sherin menoleh terharu...
__ADS_1
''Zayn...''
''Mommy pasti juga lapar setelah lelah bekerja..''ucap Zayden dengan mata berbinar sedih..
Sherin lalu mengangguk dan mendekatkan wajahnya...menerima suapan dari sang putra yang sudah terlihat lebih tinggi dari usianya..
Sherin tersenyum penuh haru lalu meraih Zayden ke dalam pelukannya mendekapnya sedikit lebih erat dari sebelumnya hingga airmata Zayden menetes..
''Maafkan Mommy nak...maafkan Mommy karna membuat kalian hidup seperti ini....hanya kalian berdua yang Mommy punya sayang jadi jangan tinggalkan Mommy sendirian hum...''bisik Sherin dengan suara yang bergetar...
Zayden memejamkan matanya membalas pelukan Sherin yang menenangkan jiwanya..
''Mommy.....aku mencintai Mommy jadi tenang saja karna sampai kapanpun aku akan mencintaimu selamanya...dan akan menjadi kebanggaan Mommy nanti..''bisik Zayden penuh janji..
''Ya ampun kau membuatku menangis karna bahagia sayangku...''bisik Sherin di sela tangisnya...
'Pelukan itu terlepas dan Sherin mengambil potongan ayam dan menyuapi Zayden dan Zelina bergantian...lalu mereka memeluk Sherin dengan penuh cinta..oh...bagi seorang ibu adalah kebahagiaannya ketika anak-anaknya ada bersama dirinya dan mencintainya..meski jauh di dalam hati Sherin dia masih sangat terluka karna kehilangan putra pertamanya..entah dimana dan bagaimana dia sekarang...
Hati Sherin begitu sakit ketika memikirkannya....sangat sedih...
Sherin lalu memejamkan matanya ketika ia merasakan cinta dari kedua anaknya..
********
Ketika sampai di depan Apartemen, Sherin menatap Zayden...
''Bisakah kau membawa Zelina masuk sayang, Mommy harus mengirimkan hasil Desain ini ke perusahaan...'
''Apakah Mommy akan lama...''
''Tidak mommy tak akan lama...hanya sebentar jadi bisakah kalian menunggu Mommy saja...''
''Baiklah...''
Sherin lalu melambaikan tangan pada kedua anaknya dan menuju perusahaan Beautik S, sekretaris Dewi memintanya menghadap Direktur utama sekarang juga...hal itu membuat Sherin teramat gugup....untung saja dia sudah membuat beberapa rancangan baru untuk di tunjukan...
Tak berapa lama kemudian Sherinn akhirnya sampai ke perusahaan Fashion tersebut,...
wanita 32 tahun itu lalu melangkah menuju loby dan langsung di arahkan menuju lift ke lantai paling atas ruangan sang direktur..
''Selamat Sore nona Dewi.''sapa Sherin tersenyum...
''Ahh,....kebetulan nyonya Sherin...Direktur sudah menunggu di dalam...''
''Baik kalau begitu aku akan langsung masuk saja..''
''Iya nyonya...silahkan...''
Sherin melangkah ke arah pintu dan kemudian membukanya...
__ADS_1
Deg!!!!!!!