Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Capek Hati


__ADS_3

Alex baru saja kembali dari kota dan yang ingin di temuinya pertama kali adalah Sherin....gadis itu..dia butuh gadis itu karna setelah tiga hari tidak bertemu hasratnya bangkit dan menuntut mencari pelampiasan dan siapa lagi yang dia cari selain Sherin...


Turun dari helikopter Mervin sang anak buah anak sedang menunduk di hadapannya..


''Mervin.....bagaimana keadaan dirumah...''


''Semua baik-baik saja tuan Alex..tak ada yang perlu di khawatirkan..''


Alex menghentikan langkahnya dan menatap Mervin yang juga paman Sherin....


''Bagaimana Sherin dan penyakitnya...dia tidak kambuh bukan..''


''Nyonya Sherin baik-baik saja....sehat dan segar...''


''Bagus.....aku tak sabar lagi menemuinya aku benar-benar rindu...''


Alex kembali melangkah dengan senyuman lebar...sebenarnya dia bisa menghubungi lewat telp atau Video call namun ia tak ingin melakukanya agar ketika ia bertemu nanti rasa rindu itu akan pecah dalam percintaan yang panas....


Menyusuri lorong tembok yang Kokoh menghubungkan dengan Mansion utama Alex berjalan lebih cepat...ia membeli sesuatu untuk Sheirn dan berharap gadis itu akan suka...


Mervin mengantar sampai ke Lift d akhirnya membiarkan Alex naik ke lantai atas kamarnya dan Sherin...pria itu menghela nafas...ia masih mencoba membujuk Sherin agar berhenti berpikir untuk lari karena itu tidak masuk akal, Alex akan memburunya dan Sherin akan mendapatkan hukuman berat...Mervin bahkan gemetar membayangkan betapa mengerikannya tuan Alex...semoga saja Sherin melupakan segalanya atau dia dan seluruh keluarganya akan menjadi korban..tubuh Mervin merasa ngilu ketika membayangkan itu semua..pria itu lalu melangkah pergi meninggalkan lift untuk berjaga di luar Mansion.


♥️♥️


Ting!!!


Pint lu lift terbuka dan Alex keluar dari sana dengan senyuman lega..ia akan segera menuntaskan rasa penatnya di dalam diri Sherin...


Pintu terbuka dan Alex membeku melihat Sherin sedang duduk sambil merajut...pandangan Alex menjadi hangat...


"Sherin..."


Karna terkejut Sherin tak sengaja menusuk jarinya dengan jarum dan seketika dia menjerit keras.dan menarik perhatian Alex...pria itu segera menghampiri Sherin dan merebut tangannya yang terluka itu dan menghisap darahnya... Sherin gemetar setiap kali Alex ada di dekatnya seperti dia sedang menghadapi satu ancaman terbesar dan hal itu sangat mengganggu dirinya.


"Aku baik-baik saja tuan Alex ...''ucap Sherin berusaha menarik tangannya namun Alex tidak mudah untuk menyerah....


Hanya menatap dan nyali Sherin langsung menciut...


gadis itu pasrah meski itu sangat menjijikkan baginya ...seolah Alex haus akan darah....


Setelah selesai...Alex melepaskan pegangannya dan menatap tajam kepada Sherin....


''Ceroboh....siapa yang memintamu melakukan pekerjaan merajut...kau bisa membeli banyak gaun atau apapun yang kau mau Sheirn....aku tak ingin kau terluka...''

__ADS_1


Sherin mengerang...dia tau benar kalau Alex hany khawatir pada tubuhnya....agar Sherin tidak mengeluh sakit ketika akab melayaninya..


''Aku akan lumpuh jika tidak melakukan apapun...''balasnya menunduk..


Sementara Alex melepas jas miliknya berikut dasinya..sementara Sherin sudah menebak apa yang di inginkan Alex padanya, beberapa kali percintaan malam ini yang akan membuat tubuh Sherin kesakitan di esok hari...jemari Sherin bergetar ketika dia meraih gelas yang berisi air putih dan segera meneguknya..sementara Alex mendekatinya dari belakang dan mengecup pundaknya dengan lembut...


Nafas Alex terasa lebih berat seakan menahan sesuatu....


''Apa kau sudah makan....''


''Belum....karna itu aku ingin cepat pulang dan memakanmu...''


''Aku bukan makanan kalau itu maksudmu...''balas Sherin singkat....


Alex lalu menarik tubuh Sherin hingga merapat di tubuhnya keduanya saling menatap tajam....


''Aku..... ingin menyentuh mu sekarang..''desis Alex dengan suara parau.


Sherin tak bisa melawan hal itu sangat menyakitkan untuknya berada di bawah ancaman Alex namun dia tak bisa melawan....ancaman Alex jelas....melawan dan kau akan mati....dia tak berbelas kasih...hal itu sering di ingatkan Sherin di dalam hatinya..


Sherin tak punya pilihan selain mengikuti kemauan Alex....gaunnya seketika terbuka di hadapan Alex hingga pria itu tersenyum lapar...


Srettt


Dalam sekejap tubuh Sherin polos di hadapannya...matanya berkaca-kaca namun sekuat tenaga menahan dirinya...satu hal yang paling di inginkan Sherin saat ini adalah bertemu kekasihnya kembali...


Hampa rasanya seiring tubuhnya di hempas ke atas ranjang...Sherin hanya merintih ketika Alex seakan menyerap habis semua bagian miliknya..memberi tanda kemerahan. disana..sungguh dia pria kejam yang tak pernah di temui Sherin selama ini..


''Alex.....'' suara Sherin tercekat ketika Alex semakin kasar menyentuhnya....


Bagian sensitifnya tak luput dari cumbuan posesif Alex yang tidak tak pernah padam...


''Kau sangat indah manisku ...''desah Alex terus mencumbu...


''Alex hentikan....''


''Ssttt....diam saja dan coba nikmati sayang aku tidak suka di tolak apa kau mengerti....''desis Alex kemudian melum** bukit kembar Sherin dengan penuh gairah...


Sherin memalingkan wajahnya ke tempat lain jemarinya meremas sprei untuk melampiaskan rasa muaknya....


Ia ingin pergi dari sini semakin hari semakin besar harapan yang tubuh di hatinya untuk pergi....dan Sherin akan menemukan cara agar bisa melepaskan diri dari pria kejam ini ..


Aarrghhh.......

__ADS_1


Gadis itu menjerit ketika tubuh Alex bergerak mulai berirama menyatukan diri di dalamnya dan membawanya dalam percintaan panas...


Tubuh Sherin pasrah di bawah kendali Alex yang dominan...pria itu terus memacu tubuhya meraih kenikmatan yang seakan menggulung dirinya tanpa henti dan menghempaskan dirinya....


Sampai akhirnya Alex mencapai puncak... Sherin menjerit ketika Alex menumpahkan benih di dalam dirinya namun sherin tidak setuju ..gadis itu mencoba bangkit namun dengan cepat Alex menekan tubuhnya ke atas ranjang...hingga Sherin tak bisa bergerak..airmatanya menetes....


"Apa yang kau lakukan Sherin..." jerit Alex marah..


Tangisan Sherin pecah saat itu juga... ia masih muda dan tak ingin hamil...jika hamilpun dia mau itu anak Damar dan bukan pria lain..


"Aku tak ingin hamil Alex aku mohon..." jerit Sherin sangat takut..


"Diam.....kau akan melahirkan penerusku..Sherin....karna aku menginginkan anakku lahir darimu...."


"Tidak......" jerit Sherin keras...


Namun sekali lagi dia tak bisa bergerak karna Alex menekan tubuhnya dengan memeluknya...tubuh mereka bersatu tanpa penggalang hingga percuma bagi Sherin untuk melawan....Sherin merasa hancur karna dia bahkan tidak di ijinkan mengambil keputusan di dalam hidupnya sendiri..betapa kejamnya Alex...


Sherin tak akan menunggu terlalu lama apalagi sampai hamil...tidak dia tak akan pernah bersikap pasrah...


♥️♥️


"Paman harus mengirim pesan untuk Damar aku mohon..."


Sherin menyelipkan sebuah surat di dalam genggaman Mervin hingga pria itu membeku...


"Sherin..."


"Dia akan menyelamatkan aku...aku yakin....aku hanya butuh bertemu dengannya paman..."


"Kau tau ini beresiko Sherin...tuan Alex akan menghabisi paman jika ketahuan...."


"Tidak akan pernah terjadi paman....aku jamin....aku mohon padamu...."


Mervin akhirnya tak mampu melawan keinginan Sherin...pria itu lalu mengambil surat dan menyimpannya baik-baik di dalam saku jasnya..


''Sherin.....paman akan melakukan ini tapi jik terjadi sesuatu pada paman maka kau harus belajar menerima kenyataan...''usai berkata Mervin meninggalkan Sherin yang tampak bingung..


''Paman....tak akan ada yang akan terjadi kepadamu aku yakin...''desah Sherin menenangkan dirinya sendiri...


Yah.....apapun jalannya akan di tempuh Sherin untuk pergi....


♥️♥️

__ADS_1


Sementara Mervin baru sampai di pintu keluar ketika seseorang menaruh pistol di kepalanya...


deg!!!!


__ADS_2