
Sherin tak mampu berkata apapun ketika ia akhirnya harus takluk di bawah kendali Alex sekali lagi..sebuah percintaan panas berhasil dia dapatkan dari Sherin tanpa bisa di tolak..
Setelah semuanya selesai dan Alex mendapatkan kepuasan pria itu lantas keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya...sementara Sherin sudah melakukannya tadi..dan sekarang dia menatap Alex dengan tajam..namun Alex tampak tenang.
''Kau seperti ingin membunuhku dalam tatapanmu Sherin...''pria itu dengan santainya melepas handuk di pinggangnya, hingga memperlihatkan keperkasaannya...
''Mengapa kau melakukannya...mengapa kau terlihat santai...aku yakin dokter bilang aku sakit dan kau telah melanggar batasanmu Alex..''
Alex memakai pakaian casualnya, ini hari libur.. lalu ia mendekati Sherin yang berdiri dan menantangnya, tak lupa Alex membawa sebuah lembaran berwarna putih dan ingin menunjukannya kepada Sherin, tentu saja dia penasaran karna Sherin ingin tau hasil pemeriksaan Dokter dan dia harap Alex bisa mengerti.
Alex duduk di pinggir ranjang dan tak lupa menarik Sherin bersama dengannya..keduanya saling bertatapan.
''Aku ingin kau membacanya dengan jelas kalau sebenarnya kau sudah berani menipuku..dan aku ingatkan ini bukanlah yang pertama Sherin...''
Wajah Sherin berubah memerah ketika Alex memperlihatkan sebuah hasil tes yang di lakukan Alex kemarin yang menyatakan kalau kandungan Sherin ternyata baik-baik saja...kondisi bayi mereka tidak memiliki masalah jadi untuk bercinta.
Alex menyadari perubahan di wajah Sherin dan ia mendekat...untuk menatap sepasang mata Sherin yang terlihat cemas..
''Kau telah berani menyiksaku dengan sengaja...Sherin....''
''Kau tidak percaya padaku kalau aku benar-benar merasakannya Alex...''
''Aku lebih percaya pada pemeriksaan dari dokter Sherin...disini terbukti bahwa kau tidak sakit sama sekali namun kau...sengaja melakukannya..kau sengaja bukan..'' suara Alex meninggi di dalam ruangan namun tidak membuat Sherin bergeming..dia sudah mengeraskan hatinya..
''Kau memang egois...''
Sherin bangkit dari ranjang namun Alex mengikutinya, wanita itu keluar ke arah balkon...
''Selama ini tak ada yang berani melakukan itu padaku..tak ada yang berani mengerjaiku seperti dirimu Sherin...''
Sherin menoleh dengan mata berkaca-kaca...ia tersenyum dingin...
''Benarkah tak ada seorang pun yang berani melakukannya di dalam hidupmu Alex...''
Pria itu mengeraskan wajahnya...kepalan di tangannya cukup kuat saat ini...
Sherin tersenyum......
''Seumur hidupku juga tak ada yang pernah memaksakan kehendak padaku walau aku adalah gadis miskin....aku memang miskin dan aku mencintai kebebasanku sampai kau merenggut semuanya dariku Alex.''
__ADS_1
''Kau seharusnya bersyukur kalau kau tidak aku lenyapkan seperti wanita lain..''
''Aku mengerti ini hanya masalah waktu bukan....''sambung Sherin dengan airmata yang menetes..
''Sherin........''
''Apa aku salah....? Kau hanya mencoba sabar padaku karna kau menginginkan anak ini..setelah aku melahirkan mungkin kau sudah melenyapkan aku tanpa perasaan...kau memang tidak punya perasaan seperti hal nya kau melenyapkan Nessa...di dalam kolam berisi ikan piranha itu...''
Deg!!!
Alex tak menyangka jika Sherin tau tentang kolam yang dia pindahkan,...sialan..siapa yang berani membuka pintu menuju halaman belakang...padahal Alex sudah memerintahkan untuk tidak membukanya lagi...
Alex kembali berhadapan dengan tatapan dingin itu....
''Dari mana kau tau tentang kolam itu...bagaimana bisa..''
''Tak ada kejahatan yang sempurna...aku tau benar kalau kau sangat kejam Alex....teganya kau melemparkan Nessa ke dalam kolam mengerikan itu...''
Alex tak bergeming, tidak membantah atau membenarkan dia terlihat juga terkejut..
''Baiklah kau sudah tau segalanya bukan...jadi Sherin aku perlu ingatkan padamu bahwa aku tak suka di hianati..jadi..''
Alex mengusap wajahnya dengan kasar..dia menatap Sherin dengan tajam..
''Aku akan mendapatkan seorang putra..apa kau mengerti Sherin...aku tidak menginginkan seorang putri...aku butuh penerus yaitu seorang anak laki-laki..jadi kau harus memberikan apa yang aku mau....'' teriak Alex dengan tajam..
Hancur hati Sherin mendengar ucapan Alex yang begitu dingin..sungguh dia adalah seorang psikopat sejati yang bahkan tidak memiliki hati..kalau kemarin Sherin masih menimbang untuk pergi dari Alex maka saat ini dia sudah tidak punya keraguan..pergi adalah yang terbaik..
Sherin mengangguk menahan sakit di hatinya..dia berusaha tegar dan mencoba untuk menelan pahit dalam kehidupannya bahwa yang dia nikahi bukan manusia namun seorang monster yang berwujud manusia dan Sherin tak akan pernah memberi hatinya..
''Kau pasti mendapatkan apa yang kau inginkan jadi tenang saja...''ucap Sherin patuh..
Alex kehilangan kata...pria itu akhrinya memutuskan untuk pergi meninggalkan Sherin di dalam kamar...saat itulah airmata Sherin menetes di wajahnya...
Sherin melangkah menuju lemari dan membukanya...surat dari Damar, wanita itu menggenggam surat itu dengan erat dan membawanya ke toilet...
*********
Di sebuah kamar yang redup...
__ADS_1
Sepasang anak manusia sedang bercinta...nafas yang memburu, ciuman, dan cumbuan juga hentakan yang keras menghiasi kamar gelap itu..
Virgo disana bersama Nessa, wanita yang seharusnya dia bunuh malah di sembunyikan Virgo di sebuah lokasi yang terpencil dan tertutup..Virgo tau benar bagaimana dia menyembunyikan wanitanya..
''Aaarrggghh......''
Sebuah pelepasan yang panjang menuju kepuasan membuat tubuhnya ambruk, di atas tubuh Nessa yang membuatnya gila..
Ketika semuanya sudah selesai...Virgo menatap Nessa yang terlihat cantik di bawahnya...Nessa di nyatakan memang hamil anaknya...dan tak mungkin bagi Virgo untuk membunuhnya...
Pria itu melum** bibir Nessa dan menatapnya dengan tajam..
''Terimakasih sayang..''
Nessa hanya mengangguk patuh...dia benar-benar di kurung di ruang bawah tanah rumah milik Virgo tanpa pernah keluar...karna sangat berbahaya jika Alex sampai tau kalau dia masih hidup..
Sebuah panggilan telp membuat Virgo bangkit dari ranjang dan segera berdehem karna dia sangat gugup..ia menatap Nessa..
''Tuan Alex...''
''Angkat saja..kau bisa ke lantai atas sekarang..''ucap Nessa tenang.
Virgo tersenyum..
''Aku akan kembali dan membawakanmu banyak makanan dan pakaian...''
''Baiklah aku menunggu Virgo..''
Virgo lalu mendekat dan melum** bibir Nessa lalu ia pun pergi..dan tak lupa mengunci ruang bawah tanah karna Virgo tak ingin ada satu cela pun yang bisa di lacak oleh tuan Alex karna jika itu terjadi maka dia akan mati..
**********
Alex menunggu Virgo di ruang kerjanya, tanpa di sadari kalau ruang kerja itu tidak tertutup rapat...
''Virgo...aku mau kau melaksanakan rencanaku..aku mau kau membunuh Sherin setelah anakku lahir,....apa kau mengerti..''ucap Alex dengan suara yang tegas,..
Sementara.....
Seseorang memdengar ucapan Alex yang begitu kejam di balik pintu..
__ADS_1
Dan dia terkejut setengah mati...