
Sherin sudah menyerah ketika benda dingin itu menyentuh kepalanya...wanita itu tertunduk menyerah ketika Alex yang masih begitu marah melampiaskan dendam padanya...
Sherin memejamkan matanya namun sesaat kemudian ponselnya berdering cukup kencang hingga membuatnya gemetar...apalagi ketika Alex menuduhnya..
walau sedetik kemudian Alex membeku mendengar suara lembur dari seberang telp...
''Dia Zelina....putrimu Alex...''suara Sherin begitu tersiksa dalam tangisan pasrahnya..
Sedangkan Alex tanpa sengaja menurunkan pistolnya karna fokusnya adalah pada suara Zelina...
Jadi Zelina adalah putrinya...? Dada Alex bergetar.....ia melirik Sherin dan memintanya menjawab ucapan Zelina dengan menekan speaker telp agar Alex bisa mendengar percakapan mereka...
Hening......
Sherin mengambil alih telp dan mulai bicara dengan putrinya...
Zelina : Mommy....ini aku Zelina...
Sherin : (Meneteskan airmata..) Zelina....yah..ini Mommy..
Zelina : Mommy mengapa menangis, apakah terjadi sesuatu....( suara Zelina mulai serak dia ingin menangis..)
Sesaat kemudian Sherin menatap Alex yang juga menatapnya tajam, pria itu masih memegang gagang pistol di tangannya...Alex memberi isyarat untuk terus bicara...
Sherin : Jangan ikut menangis sayang, Mommy akan sedih.
Zelina : Tapi apa yang terjadi, apakah semua baik-baik saja..apakah Mommy sedang sedih karna sesuatu...dengar Mommy...aku akan menjadi anak yang baik untukmu..jadi berhentilah menangis Mommy...jika Mommy menangis aku juga akan menangis..
Isakan Sherin kembali terdengar penuh siksa walau dia berusaha mengendalikan dirinya sendiri..
Sherin: Mommy baik-baik saja Zelina...jadi jangan cemas...dimana kak Zayn..
Sherin kembali menoleh pada Alex yang menatapnya begitu dingin.....Sherin bisa melihat jemari Alex mengepal dengan begitu kuat...mau tak mau hal itu membuat Sherin gemetar..
Zelina : Mommy aku mau minta maaf....tapi aku dan kak Zayn tidak ada dirumah..
Kali ini Sherin dan Alex terkejut...dan saling menatap...
Sherin : Apa maksudmu kau dan kak Zayn tidak dirumah...katakan kalian dimana, Zelina...
Dada Sherin terasa sesak ketika membayangkan kalau dua anaknya mungkin tersesat di suatu tempat..Sherin berdiri seakan lupa bahwa ada Alex di depannya...ia terlihat begitu cemas,.....
sementara Alex hanya menatapnya dalam diam....
Sherin : Zelina....katakan...
Zelina : Tapi Mommy jangan marah padaku....please ( suara Zelina berubah serak seakan ingin menangis )
Sherin : Baiklah....katakan pada Mommy...dimana kalian, Mommy janji tak akan pernah marah...
Hening...........
Sherin : Zelina...tolonglah..
Zelina : Aku sedang berada dirumah kak Zayden..
Deg!!!!!
Sherin : Zayden......( Sherin membeku mendengar nama familiar itu...Zayden.....?? )
Sherin sontak menatap mata Alex yang terlihat penuh kemenangan....Sherin lalu kembali menjawab Zelina..
__ADS_1
Sherin : Siapa Zayden...?
Zelina : Anak paman Alex.....dia punya rumah besar dan bagus..apakah Mommy akan kemari...
Sherin meneteskan airmata, jantungnya berdebar kencang..ponselnya terjatuh dari genggamannya..
Zayden....berarti adalah putranya....? dari mana mereka saling mengenal....tubuh Sherin melemah disana....
Dan Alex kembali mendekatinya....menarik Sherin berdiri....mereka saling menatap..
''Kau beruntung aku tidak membunuhmu karna putriku Zelina....''mata Alex begitu tajam kepadanya,...
Sherin mengangguk mengalah..yah..dia bersalah dan Sherin tak akan berusaha membela dirinya di hadapan Alex...ia telah membuat luka besar di hati Alex dan dia mengerti itu....
Sherin menyentuh lengan Alex walau itu gemetar...ia menunduk sekali lagi...
''Zayden......apakah dia putra pertamaku...''ucap Sherin dengan airmata yang mengalir..
''Yah.....dia adalah salah satu dari putramu Sherin...jadi aku pikir takdir akhirnya membawa mereka kembali kepadaku..meski kau berusaha menghalanginya...''
Alex melepaskan pegangannya..pria itu melangkah menuju kursi mengambil jas miliknya dan bersiap untuk pulang, Sherin akhirnya bisa bernafas lega karna Alex memasukan pistol itu di balik punggungnya...meski begitu dia memang masih takut..
Alex lalu melangkah mendekati Sherin yang berdiri dengan rapuh...sialan Sherin..walaupun dia marah dan ingin membunuh wanita yang telah menyakitinya ini namun pada akhirnya Alex mengakui di detik terakhir dia masih tidak sanggup membunuh Sherin.....dan hanya menggertak saja...apalagi setelah mendengar suara Zelina....hati Alex bergetar...
ternyata Zelina adalah putrinya...satu-satu putrinya..mereka begitu mirip dan hal itu membuat Alex tak sabar untuk pulang kerumah...
Alex melangkah acuh melewati Sherin begitu saja hingga Sherin menjadi panik apalagi mengingat kedua anaknya sudah ada dirumah Alex..dia akan gila ketika harus kehilangan mereka...
Alex sampai di pintu dan hendak membukanya..
''Alex tunggu...''
Pria itu menghentikan langkahnya walau dia tidak menoleh kepada Sherin..
''Tidak....bunuh aku saja jika kau melakukan itu Alex....aku mohon, aku tak bisa hidup tanpa anak-anakku...''ucap Sherin dengan isakan yang terdengar..
Alex tersenyum..kali ini dia berbalik...
''Jika kau kembali bersamaku ada kemungkinan aku akan membunuhmu jika aku ingat kau telah menghianatiku dengan pergi...tapi jika kau pergi sekarang maka kau bebas menikmati hidupmu Sherin...kau masih muda dan cantik..''
Sherin menggeleng....
''Aku tak bisa hidup tanpa anak-anakku Alex...aku mohon...maafkan aku dan berikanlah aku kesempatan Alex.....aku mohon kepadamu..''isak Sherin langsung tersungkur di depan Alex...
Hening...
Alex menurunkan pandangannya pada Sherin yang sedang menangis di bawah sana....
''Kau tau siapa aku Sherin...jika kau memutuskan untuk kembali pulang maka kau akan kehilangan kebebasanmu bersamaku....apa kau bisa menerima hal itu....''
''Aku akan melakukan apapun Alex...apapun demi kau dan anak-anak...lagi pula jika kau membunuhku maka anak-anak akan.....menyalahkanmu..''
Alex mengerutkan kening, mengapa sekarang malah terdengar kalau Sherin yang mengancamnya...?
Alex menarik tubuh Sherin mendekat...
''Apa kau sedang mengancamku Sherin...''
Sherin menggeleng mencoba memberanikan dirinya...toh..dia tidak jadi mati......itu artinya, Alex telah kalah.....walau begitu Sherin tidak merasa dia menang..
Sherin hanya sedikit lega...karna itu artinya dia bisa bertemu semua anak-anaknya dan untuk itu Sherin rela menggadaikan kebebasannya lagi dan menyerah pada sang psikopat yang kejam ini...
__ADS_1
Alex memindai keseluruhan Sherin saat ini dan sedikit berdehem...
''Ingat baik-baik kalau kau bisa hidup karna anak-anak..terutama putriku Zelina...jadi jangan besar kepala dengan pengampunanku dan aku akan menyelidiki hidupmu selama 10 tahun terakhir Sherin...jika aku menemukan kau menghianatiku maka kau tau benar siapa aku Sherin Almora.''desis Alex dengan tajam..
Sherin mengangguk dengan cepat dan tersenyum..walau senyum itu sama sekali tidak menular pada Alex yang tetap dingin...
''Aku tak pernah menghianatimu Alex...aku bersumpah...''
Alex menaikan sudut bibirnya yang dingin dan kaku..ia mendekatkan wajahnya hingga Sherin merasa merinding...
''Jangan mencoba bersikap baik padaku Sherin...karna aku belum memaafkanmu, aku mengalah karna anak-anakku..''
Sherin mengangguk dengan cepat...
''Aa...aku mengerti itu ALex..lagi pula..aku tau kau pasti tak akan pernah menyentuhku...''
Hening.....
Alex melonggarkan tenggorokannya...dan menyipitkan matanya dengan tajam...
''Ikut aku sekarang...perbaiki penampilannmu yang berantakan...''
Sherin mengangguk dengan patuh lalu menghampiri wastafel, membasuh wajahnya dan mengoles lipstik di bibirnya, dan tanpa Sherin sadari..dia sedang di tatap oleh sang psikopat yang kejam...Alex.
Sherin melakukannya dengan cepat hingga dia kembali mendekati Alex dengan wajah segarnya, setelah 10 tahun Alex masih merasa mimpi melihat senyum di wajah istrinya...
Alex lalu membuka pintu lebih dahulu dan meninggalkan Sherin yang merasa patah hati..Alex bahkan tidak terlihat tertarik padanya..astaga...
Sherin akhirnya keluar dari ruangan Alex dan melangkah hati-hati di belakang pria itu sampai Alex menoleh kepadanya dengan dingin..mereka melangkah bersama menuju lift khusus yang langsung terhubung dengan lantai satu dan menuju parkiran mobil khusus milik Alex..
Ketika sampai di mobil seorang supir dengan sigap membuka pintu mobil walau ia tak luput memandang Sherin yang masih sangat muda..
Apakah ini kekasih tuan Alex yang baru, pikir supirnya..
''Ayo masuk...atau kau mau di tinggal disini..''ucap Alex dingin..
Sherin lalu melompat karna terkejut dan langsung memasuki mobil lalu duduk di samping Alex....
Hening di dalam mobil...
Sherin memang sangat lelah hari ini hingga ia tak bisa menahan rasa kantuknya..namun Sherin tetap takut kalau Alex akan marah kalau dia tertidur...jadwalnya sangat padat dari pagi sekali..dari mulai membuat desain gaun, lalu mengantar anak-anaknya sekolah dan juga menjemput mereka....Sherin sama sekali belum istirahat..namun Sherin berusah bertahan..bagaimana kalau ketika dia tertidur...Alex membunuhnya...tidak..dia tak akan pernah mau tidur..
Dan berhasil karna sepanjang jalan Sherin tidak tidur,....sementara Alex duduk paling jauh darinya,...
Mobil memasuki gerbang dan hal itu membuat Sherin mulai kembali merinding...
mobil berhenti di halaman Mansion besar itu...Sherin turun dari mobil bersama Alex...
Pria itu lalu melangkah lebih dahulu sementara Sherin mengikutinya dari belakang...Sherin memejamkan matanya ketika melewati ruang tamu....dan menuju lift...
Di dalam lift, Alex dan Sherin tetap diam....hingga membawa mereka ke lantai 3 tepatnya kamar Zayden...
Dan ketika mereka keluar dari lift bersama..Alex dan Sherin membeku ketika melihat Zayden, Zayn dan Zelina sedang bermain bersama..
Airmata Sherin sontak menetes di wajahnya...
''Anak-anak..........''jerit Sherin dengan tangisan yang tertahan..
Zayden menoleh...bersama Zayn dan Zelina..
''Mommy..............'' jerit ketiganya histeris..
__ADS_1
Sementara Alex membeku, bagaimana kalau tadi dia membunuh Sherin maka dia tak akan pernah melihat senyum di wajah ketika buah hatinya....
Alex menghela nafasnya..memandang Sherin dengan tajam....