
David mengerutkan kening ketika melihat sosok Nia yang melintasi kamarnya,
''Siapa kau.....''
Nia membalikan tubuhnya dengan wajah pucat ia ketakutan setengah mati ketika menyadari kalau yang memanggilnya adalah tuan David kakak dari tuan Alex...
''Yah,...tuan...''
''Kemarilah...''
''Aku...'' jerit Nia tak rela untuk mendekat..
''Yah...kau yang aku panggil...apakah ada orang lain di antara kita disini..''
''Tidak....''Nia tersenyum gugup, lalu melangkah hati-hati mendekati David...
Gadis itu menundukan kepalanya dalam-dalam...
sementara David menyipitkan matanya dengan tajam..
''Aku tak pernah melihatmu sebelumnya...apa kau pelayan baru..''
Nia menganggukan kepalanya..
''Yah...saya pelayan baru, dan tuan Alex memang menugaskan saya untuk menjadi asisten nyonya Sherin...''
''Sherin.....''
''Iya tuan.....''
David mengangguk, ia tau benar kalau Alex begitu terobsesi pada istrinya sendiri...jadi tak heran dia memakai asisten untuk menjaga Sherin...
cinta memang buta...
''Aku ingin kau menemani putriku sebentar...dia sedang bermimpi buruk beberapa hari ini dan aku...tidak tau bagaimana mengatasinya..''
Nia bisa menghela nafas lega...setidaknya dia tidak di ancam...tuan David benar-benar baik..gadis itu mengangkat wajahnya dan tersenyum..
''Baiklah.....saya akan menemani nona...''
''Masuklah....''
David memberi jalan agar Nia masuk ke dalam kamar, sementara pria itu tersenyum.....dingin..lalu ia melangkah ke kamar dan pintu tertutup...
**********
Sherin mengerang ketika Alex hendak menyentuhnya...
''Perutku....'' jerit Sherin keras..
Alex begitu terkejut dan menjauh ketika Sherin memegang perutnya tampak kesakitan, gairah Alex padam seketika di ganti perasaan khawatir...Sherin menyentuh kepalanya mendakan kalau dia memang menahan sakit.
''Sherin...apa yang terjadi kau kesakitan, apa yang kau rasakan, katakan padaku...''
''Aku mual.pusing dan perutku mengalami kram.''rintih Sherin mengeluh..
Hal itu semakin membuat Alex takut, selama ini ia tak pernah menghadapi seorang wanita hamil jadi ia memang tak tau apa yang harus dia lakukan..
__ADS_1
mungkin setelah ini dia harus belajar untuk menghadapi wanita hamil...bagaimana pun Alex tak ingin terjadi sesuatu pada Sherin dan anaknya..
''Mau berbaring..''
Sherin mengangguk patu kalau dia sedang kesakitan begini maka dia memang harus berbaring, setelah itu Alex membantunya berbaring di ranjang dan menyentuh permukaan perutnya yang sudah mulai terlihat besar...
''Sakit sekali....aku tak bisa melakukannya Alex....bagaimana ini...''rintih Sherin melemah..
Alex mau tak mau harus mengalah dia tak ingin memaksa Sherin atau itu akan membahayakan anak mereka...jadi Alex hanya perlu bersabar menghadapi Sherin..
Sherin di tidurkan di ranjang beralaskan bantal yang sedikit tinggi, agar dia tidak mengalami mual lagi....lalu pria itu mengambil ponselnya...
''Kau mau apa...''
''Menelfon dokter..''
Sherin berdehem hingga Alex menoleh kepadanya..
''Aku akan baik-baik saja dengan istirahat...aku yakin..''
Alex pun tak mampu menolak ucapan Sherin..
''Apa kau benar-benar yakin untuk tidur saja..''
''Kau benar...anakmu sedikit sensitif jadi aku...''
Sherin membeku ketika jemari Alex menyentuh permukaan perutnya dan membuat wanita itu kehilangan kata..Alex mendekatkan bibirnya untuk mencium permukaan perut Sherin dengan penuh kasih sayang...
''Kau harus bertumbuh kuat di dalam sana anakku...ayah menunggumu.''ucap Alex dengan suara yang tegas.
Sherin hanya melonggarkan tenggorokannya, diam seperti patung ketika Alex bersikap lembut..
''Baiklah aku akan meninggalkanmu Sherin tenang saja..kau istirhatlah tanpa gangguan..''
''Baiklah...''
Sherin menatap Alex ketika pria itu menegakan tubuhnya dan mendekati Sherin dan menyentuh wajahnya dan mengusap disana..
Keduanya bertatapan....
''Aku akan keluar sebentar dan meninggalkanmu istirahat..''
''Baiklah...''
Alex akhrinya melangkah keluar kamar, entah kemana dia...tapi yang penting adalah pria itu tidak mendapatkan keinginannya malam ini dan akan tersiksa sepanjang malam..bukankah itu yang di inginkan Sherin..
Balas dendam terbaik adalah melihat orang yang kau benci tersiksa...Sherin tersenyum..
ia memang tak menyangka jika pria seperti Alex juga bisa mengalah, untung saja Sherin cerdik dan memikirkann jalan keluar di detik terakhir..memang Sherin tak bisa melawan Alex karna psikopat ini sangat kejam, jika dia melawan maka Alex mungkin akan melupakan kalau Sherin sedang hamil anaknya...dan Sherin sudah memikirkan cara bagaimana menyiksa Alex dan dia berhasil melakukannya,...
Sherin memejamkan matanya penuh senyum ketika dia tidur dengan tenang malam ini...oh...anak dalam kandungannya sangat membantu meskI Sherin belum menerima sepenuhnya kalau dia mengandung anak Alex...
Sherin memejamkan matanya...
**********
Sementara....
Nia melangkah ke dalam kamar, dan berusaha mencari sosok putri tuan David yang bernama Syakira..namun ada aneh tak ada sosok sang putri yang di maksud...ranjang tampak kosong dan tak ada siapapun..
__ADS_1
Nia mulai panik ketika dia mendengar suara langkah seseorang di belakangnya..Nia menjadi gemetar...apakah sebenarnya dia sedang masuk di dalam sebuah perangkap...entahlah namun ia merasa benar-benar takut sekarang..
''Nia....''
Suara berat milik David membuat Nia seketika berbalik dan membeku....
Deg!!!
David berdiri di depannya dengan senyuman berbeda...
''Tu...tuan David...''
David mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga Nia gemetar namun berusaha menahan diri...
''Aaa...aku sudah men...mencari nona Syakira tapi nona..tidak ada di kamar..''
Nia hampir pingsan karna takut dengan pria dewasa di depannya...
''Apa kau takut padaku...'' suara lembut David membuat Nia mengangguk dengan cepat..
''Tuan....''
Suara Nia tercekat ketika jemari David menariknya mendekat hingga membentur tubuh David...sinar matanya membara...
''Tatapan matamu mengingatkanku pada seseorang yang aku benci Nia...''
''A...apa maksud tuan David...''
''Beraninya kau menghianatiku...aku sudah memberikan segalanya padamu Nessa...aku sudah memberimu segalanya..
Nia menjerit ketakutan namun semua terjadi begitu cepat hingga dia sama sekali tidak punya peluang untuk menghindar..
David menyerangnya dan menariknya secara kasar...Nia menangis histeris ketika dia tidak bisa melakukan apapun...tubuhnya di dorong ke atas ranjang dan sedetik kemudian...pakaian yang melekat pada tubuhnya juga terhempas begitu saja...
Nia menjerit ketika David menciuminya dengan membabi buta, membuatnya ketakutan setengah mati dan memberikan perlawan..tapi tetap saja kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan seorang David..
Pria itu mulai menciumi lehernya setelah dia mengunci tubuh Nia agar tidak bisa bergerak..
David minum terlalu banyak malam ini hingga dia hanya ingin bercinta sampai puas....dan akhirnya menemukan santapan malamnya..
David menangkap dua tangan Nia yang melindungi dadanya yang terbuka bebas,...
''Tuan jangan,....''rintih Nia panik..
Namun tak ada yang bisa menghentikan David....pria itu menunduk menikmati ketika bibirnya menyentuh puncak pa yu da ra Nia yang merah muda dan mulai mengul**nya...
Nia menjerit keras namun tak bisa menghindar...David terlalu kuat bahkan dia tak bisa melakukan apapun dan hanya pasrah ketika pria itu tak ingin beranjak dari permukaan dadanya yang ranum dan masih terus menghis***nya tanpa jeda...
Dan ketika itu semua selesai David segera menempatkan tubuhnya di antara tubuh Nia yang seolah siap untuknya...
''Tuan sadarlah..aku mohon ini sakit....'' isak Nia menjerit ketika milik David mulai mendesak masuk ke dalam dirinya..
''Diam...kau harus merasakan penderitaan Nessa.....kau harus merasakan akibatnya ketika kau berani menghianatiku..''
''Aku bukan Nyonya Nesa..''
Nia menjerit keras ketika semua sudah terlambat, David menghentakan tubuhnya dengan begitu kuat hingga menembus kesucian Nia dan menghancurkannya..
''Tidak.........''jerit Nia dengan histeris...
__ADS_1