
Sherin terbangun karna ada suara ketukan keras di pintu miliknya, gadis itu terbangun dan mengerutkan kening...sepagi ini siapa yang datang..tidak mungkin kalau yang datang adalah Alex karna pria itu pasti berada di dalam kamarnya,..
Dengan mata setengah mengantuk, Sherin bangkit dan mendekati pintu kamar dan membuka..
Seorang pelayan menundukan kepala di depannya...
''Ada apa....''suara Sherin terdengar serak..
''Paman anda nyonya,....''
Tubuh Sherin terasa lemas seketika..
''Paman....''ulang Sherin dengan mata yang basah..
''Yah...sepertinya tuan Mervin melakukan kesalahan besar dan tuan Alex sangat marah...mungkin dia akan di eksekusi..''
''Tidak....tidak...aku tak akan membiarkannya...sekarang katakan dimana Pamanku...''
Sang pelayan menatap dengan tatapan gemetar....
''Di ruang hukuman...''
Sherin meneteskan airmatanya....
Ruang hukuman....
Ada pagar tinggi yang mengelilingi mansion ini, yang mengelilingi perkebunan dan beberapa gudang senjata yang berukuran besar...
Alex punya sebuah tempat yang di sebut ruang hukuman, tempat dia suka menyiksa siapapun yang dia anggap mengganggunya..dan tempat itu persis di samping ruang kamar Sherin dulu ketika masih sebagai pekerja..
Sherin menuruni lift dan melangkah dengan tergesa-gesa..memang apa yang di lakukan oleh paman kepada Alex, bukankah selama ini paman melakukan hal yang benar dan tidak bersalah..bahkan paman selalu bersikap hormat bahkan kepadanya..sungguh Sherin gemetar....ia takut sekali jika Alex akan melenyapkan sang paman..
Sampai di ujung lorong beberapa anak buah Alex sedang berjaga, mereka tak lupa memberi hormat kepadanya..
''Nyonya....''
''Aku ingin masuk...katakan pada tuan Alex...aku mohon...''suara Sherin bergetar tersiksa....
Para anak buah hanya saling memandang...dengan beku..
''Kami akan bertanya lebih dahulu nyonya..apakah tuan bersedia untuk nyonya masuk atau tidak...''
Airmata Sherin menetes takut...dia takut sekali terjadi sesuatu pada paman...
''Tapi,...pamanku berada disana,..aku takut...''
''Kami akan memberi tau tuan...jadi nyonya harus menunggu...''
''Apa.....''
************
Buggghhhhh........
Sudah belasan kali pukulan di terima oleh Mervin dan pria itu hanya terkapar tak berdaya di depan seorang Alex.....
''Beraninya kau menghianatiku....apa kau benar-benar sudah siap mati..''
__ADS_1
Mervin menundukan kepalanya...airmatanya menetes....ia sudah tak bisa menghindar dari hukuman seorang Alex psikopat yang kejam..bahkan dia sudah tak bisa berbuat apapun untuk meloloskan diri kali ini dia pasti mati....
''Aku minta maaf tuan..ini semua kesalahanku aku yang meminta Sherin pergi..''
''Brengsek....''
Kali ini....
Alex menekan tubuh Mervin di tembok kokoh yang telah terciprat darah...pria itu tersenyum dingin, uara buasnya begitu kentara,....
''Mengapa kau melakukannya mengapa kau ingin membawnya pergi jika kau tau dia adalah milikku...''
Mervin menatap mata Alex dengan suara serak karna menahan tangis dan rasa sakit...
''Aku hanya ingin membebaskannya dari penderitaan...''
''Penderitaan apa...disini dia hidup tenang...dia baik-baik saja..dia bahkan mendapat kedudukan....''
''Setiap orang tua menginginkan pernikahan putrinya...begitu juga aku tuan Alex...''
''Menikah.......''
''Sherin adalah putri satu-satunya di keluarga...aku hanya ingin dia di nikahi secara sah...oleh tuan tapi jika tuan memang tidak menginginkannya maka...kembalikan dia pada keluarganya...''
Deg!!!!!
Alex terdiam...menikah...mengapa dia tak pernah memikirkan ini sebelumnya...
''Jadi hanya pernikahan dan kau tak akan pernah meminta apapun...''
Wajahnya penuh darah dan ia benar-benar tidak berdaya sekarang..
Alex mendekati Mervin dan tersenyum..
''Baik..aku akan menikahinya tanpa keraguan....apa kau senang sekarang...''
''Terimakasih atas kebaikan hatimu tuan Alex...''
''Lepaskan dia........''teriak Alex tegas...
Mereka lalu melepaskan Mervin...hingga tubuhnya rubuh membentur tanah..
''Tuan..Alex...''
''Yah...''
''Surat Sherin untuk kekasihnya..dan coba tebak..siapa dia..''ucap Mervin lalu jatuh pingsan...
Alex menatap selembar surat itu dengan wajah yang mengeras....
''Bawa dia dari tempat ini...kalian tau apa yang harus kalian lakukan..''desis Alex tanpa iba..
Pria itu melangkah pergi...dan membuka pintu..Alex cukup terkejut ketika Sherin berdiri di depannya...keduanya bertatapan....
''Sherin.......''
Gadis itu melangkah ingin melewati sebelum Alex menangkap tubuhnya..Sherin sudah terlanjur melihat sang paman tersungkur di tanah tidak berdaya...apakah pamannya sudah mati..
__ADS_1
''Lepaskan aku...aku ingin melihat pamanku..''tangis Sherin histeris...
Sherin tak ingin paman mati..tidak..,bagaimana hidupnya disini, sendirian dan pasti akan semakin sulit baginya untuk pergi...
''Sherin.....hentikan...''
''Tidak....aku ingin melihatnya...''
''Dia sudah mati...''suara tegas itu meluncur dari bibir Alex yang dingin dan tanpa perasaan..
Sherin seperti sedang bermimpi...tidak mungkin..katakan apapun asal jangan katakan kalau paman tak ada...tidak mungkin...
Airmata Sherin menetes...kebencian langsung meledak di dalam dirinya, tangisannya pecah saat itu juga..
''Tidak.........kau bohong, aku ingin melihatnya...aku ingin melihatnya..''
''Kau tidak di ijinkan melihat penghianat itu Sherin...''
''Tidak......kau kejam..''jerrit Sherin meronta dalam pelukan Alex yang begitu posesif...
Namun semua perlawananya sia-sia...Alex begitu kokoh memeluknya, menariknya dan tidak menginjinkan dia melihat sang paman untuk terakhir kalinya..
''Lepaskan aku....lepas...''
Sherin mengigit lengan Alex untuk melampiaskan amarahnya sampai berdarah....Alex hanya membeku, dia bahkan tidak bereaksi atas kesakitan yang dia alami..pria itu tersenyum dingin...
''Kau tak akan pernah bisa lepas dariku Sherin Almora...ow..tidak..kau akan merubah namamu menjadi Sherin Steward begitu kita menikah...''
Hening........
Sherin sontak menggeleng tegas...menikah dengan psikopat gila ini lebih baik dia mati saja..
''Aku tidak sudi menikah dengan pembunuh sepertimu....aku benci padamu, kau....kejam..kau jahat dan kau brengsek..katakan apa penghiatan yang di lakukan pamanku sehingga kau membunuhnya katakan...''jerit Sherin tidak terkendali..
Alex mendekat....
''Kau mau tau apa kesalahan terbesarnya...''
Wajah Sherin memucat, airmatanya jangan di tanya..bahkan terus mengalir seakan tidak mengering...
Alex kembali merengkuh Sherin dan menekannya ke dinding sementara beberapa anak buahnya hanya berdiri seperti patung hidup di sisihnya..tanpa suara....
Alex mendekatkan wajahnya sementara pisau kecil itu kembali mendarat di pipi Sherin....
hingga gadis itu kembali menangis..Alex tertawa seperti orang gila...
''Satu-satu kesalahannya adalah menuruti keinginan bodohmu untuk melarikan diri dariku....padahal itu tidak mungkin terjadi...aku tak akan melepaskanmu Sherin...''
''Kau mendapatkan segalanya dariku, aku tidak tahan lagi Alex...aku hanya ingin lepas darimu itu saja..''
''Diam.....jika kau sekali lagi merengek untuk pulang maka aku mungkin akan mendatangi orang tuamu yang saat ini hidup damai dan mengacaukannya atau adik lelakimu yang masih sekolah...aku bisa....bermain dengannya sebentar atau menghilangkannya...''
''Tidak.......aku mohon jangan...''rintih Sherin sungguh frustasi...
Jika terjadi sesuatu pada orang tua atau adiknya maka dia tak akan hidup lagi...
Oh...mengapa hidupnya seperti ini....??
__ADS_1