Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Menyembunyikan Kebenaran


__ADS_3

Virgo membeku mendengar perintah dari Alex yang sanggup membuat wajahnya begitu pucat..


Mencari pendonor asi sama saja bunuh diri karna sebenarnya nyonya Sherinlah sang pendonor asi yang di maksud jadi mana mungkin dia menemukan pendonor itu...


''Tuan Alex...aku berani menjamin kalau pendonor kali ini sangat sehat...mereka adalah sepasang suami istri yang keilngan bayinya ketika sang istri melahirkan jadi wanita itu memutuskan akan mendonorkan asinya pada siapapun yang butuh...''


''Baik aku mengerti dan aku menghagai niat baiknya namun aku ingin tau siapa mereka dan tugasmu sekarang adalah cari tau secepatnya bagaimana mereka, apa lataar belakang dan bawa padaku...Virgo...apa kau mengerti..''


Alex lalu melangkah pergi meninggalkan kamar,..tubuh Virgo merinding, ia pikir tuan Alex akan berubah menjadi lebih baik setidaknya lembut karna Virgo menjadi saksi betapa rapuhnya sang tuan...namun apa yang dia pikirkan ternyata salah...


Tuan Alex malah semakin kejam saja....emosinya kian meledak-ledak ketika menghadapi apapun, bahkan para pesaing bisnis semakin gentar kepadanya..duka akibat kehilangan Nyonya Sherin malah semakin membuat tuan Alex semakin dingin dan menutup dirinya rapat-rapat..tuan Alex menjadi begitu posesif kepada tuan muda kecil yang bahkan belum di beri nama...


Pengasuh tuan muda menyentuh dadanya karna ketakutan..


''Aku akan mati muda tuan Virgo..aku takut sekali..''ucap wanita di depannya menunduk gemetar..


Virgo menghela nafas..


''Kau harus bertahan untuk menjaga tuan muda kalau tidak...kau akan mendapatkan hukuman..apa kau mengerti itu..''ucap Virgo dengann senyuman dingin..


Virgo keluar dari sana dengan wajah yang tak kalah cemas...


********


Alex duduk di dalam ruangan kerja miliknya sambil memandang foto pernikahannya bersama Sherin..dalam foto itu tampak Sherin tersenyum ke arah kamera dengan sangat manis..


Pria itu memejamkan matanya ketika rasa sakit itu mulai menyebar di dalam dadanya..ia sungguh merindukan Sherin saat ini....dan tak bisa berhenti memikirkan istrinya yang telah pergi...hati Alex sungguh terluka dalam ketika membayangkan Sherin telah benar-benar meninggalkan dirinya dan anak mereka untuk selamanya...


Airmata penyesalan menetes di wajahnya..hingga dirinya tak kuasa menahan perasaannya..ia sungguh merindukan Sherin dan tak bisa berganti hati pada wanita lain...apalagi sang putra semakin hari semakin mirip dengan Sherin...


Pintu di ketuk dan Virgo pun masuk mendapati Alex sedang mengusap wajahnya..ia tau kalau pria ini terlihat begitu hancur..


''Tuan Alex...''


Alex mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke arah Virgo...


''Apakah kau sudah tau siapa pendonor itu..''


''Yah tuan Alex..mereka adalah tuan Alfin dan nyonya Alfin, mereka tinggal di utara dekat pantai..suaminya adalah seorang pengusaha otomotif sementara istrinya adalah pngusaha bunga...''


Virgo meletakan sebuah berkas yang bisa di baca oleh Alex,..dengan hati-hati....sementara Alex menatap berkas yang berisi foto suami istri yang terpasang jelas juga makam anak mereka yang telah meninggal..Alex merasa yakin sekarang dan menutup berkas itu..''


''Bagaimana tuan...apakah tuan sudah merasa lega..''


''Yah..mereka keluarga baik-baik dan sehat...aku menginjinkannya Virgo..''


''Syukurlah tuan...''


Virgo mengangguk patuh, namun dia masih berdiri disana hingga Alex mengerutkan kening....


''Mengapa kau berdiri disana Virgo...''


''Tuan Alex...bukankah tuan belum memberi nama pada tuan muda kecil..''


Hening......


Alex terdiam sebentar...yah..dia melupakan nama untuk anaknya dan hal itu cukup membuatnya terkejut karna dia melupakan hal yang paling penting...

__ADS_1


''Nama yah...baiklah...aku akan memberinya nama...Zayden Alex,...''


''Zayden....''


''Yah....dia putraku yang paling aku cintai dan namanya adalah Zayden Alex..''


Virgo mengangguk patuh..ia pun tersenyum..dan segera melangkah keluar kamar..


********


Di tempat lain.......


Sherin menutup telp ketika mendengar ucapan Virgo tentang nama anak yang di berikan oleh Alex pada putra pertamanya...Sherin melangkah untuk membuka pintu kamar dan menghampiri box bayi dan menatap sepasang anak kembar miliknya..ia tersenyum..


''Jadi Daddy sudah memberi nama kakak kalian Zayden..jadi namamu adalaha Zayn Sherin dan untukmu putriku..namamu adalah Zelina Sherin....''ucap Sherin dengan mata berbinar....


Airmatanya menetes...dia sungguh berharap kelak anak-anak mereka akan tumbuh dengan baik...dan di penuhi oleh kebahagiaan sendiri...meski harus terpisah...


Sherin kini tinggal di sebuah apartemen di pusat kota...sedangkan Alex tetap tinggal di sudut kotanya si Mansionnya yang tertutup dan jauh dari keramaian...


Pintu kamar di ketuk dan tak berapa lama kemudian seseorang masuk dan mendekati Sherin...siapa lagi kalau bukan Damar..


sang mantan kekasih yang selalu setia menolongnya..


''Hai Sherin.......''


''Hai...Damar..apakah kau sudah pulang kerja...''


''Yah....seperti yang kau lihat...''Damar mendekati box bayi dan tersenyum melihat si kembar yang tertidur pulas..


''Kalian sangat manis ketika tertidur...''


''Jika kau lapar makanlah dulu Damar...''


Pria itu menoleh pada Sherin dengan wajah serius...


''Aku ingin kita bicara Sherin....''


Sherin menatap Damar dengan kerutan di dahinya dan menghela nafas.....


''Baiklah..kau makan dulu lalu kita bicara....''ucap Sherin sedikit tegas..


Hingga Damar mengangguk patuh...pria itu lalu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Sherin sendirian...yah...wanita muda itu memejamkan matanya....usianya bahkan baru 19 tahun..dan sudah menghadapi begitu banyak cobaan di dalam hidupnya..Sherin memejamkan matanya..dia menundukan kepala..Sherin hanya ingin hidup tenang tanpa gangguan bersama kedua anak mereka..dan Sherin tak mau memikirkan hal lain sekarang..ia juga tak akan pernah mau menerima orang baru dalam hidupnya..


Sherin benar-benar hanya ingin bersama anak-anak mereka..tanpa seorang pendamping..


*************


Sherrin duduk di ruang tamu seraya menunggu Damar selesai makan, lalu mereka duduk bersama di ruang tamu..


''Masakanmu sangat enak Sherin..''


''Tentu saja Damar.....''


Damar menatap Sherin dengan tajam...


''Kau tak ingin tau apa yang terjadi pada Alex sekarang...''

__ADS_1


Hening.........


Sherin menggeleng, dia sudah tak ingin tau tentang Alex lagi apapun itu...karna baginya dia sudah tutup buku....Alex adalah masa lalunya..


''Aku yakin dia baik-baik saja....''


Damara menyadarkan tubuhnya...sambil memejamkan matanya..


''Apakah kau benar-benar tidak perduli lagi padanya..''


Kali ini Sherin menoleh tajam...


''Damar hentikan...jangan bicara tentang Alex lagi...''


Damar terus bicara.....


''Aku bertemu dengannya hari ini...kau bisa menebak bagaimana kabarnya Sherin...dia...''


Namun Sherin menutup kedua telinganya rapat-rapat dengan kedua tangannya...ia bangkit berdiri dan menatap Damar...


''Aku akan bahagia bersama anak-anakku dan aku yakin Alex pun begitu..dia punya sederet wanita cantik jadi dia tak akan mungkin membutuhkan aku Damar...dan untukmu berhenti bicara tentang dirinya...bukankah kau juga membencinya...''


Damar mengangguk..pria itu ikut berdiri dan mendekati Sherin...


''Aku akui kalau aku membencinya setengah mati Sherin..melihatnya hancur adalah impian terbesarku namun memang...aku akui kalau aku merasa iba melihatnya sekaligus takut...Alex tampak semakiin dingin dan tak punya perasaan, aku berpikir bagaimana nasib anakmu jika tetap dalam kendali Alex...apakah dia akan kejam seperti ayahnya atau malah dia akan menjadi seorang pria yang penyayang sepertimu..''


Airmata Sherin menetes...


''Ketika aku memutuskan untuk pergi maka akau telah memutuskan untuk melepaskan segalanya..Alex telah menghancurkan hidupku..dia membunuh pamanku..dia mengancamku dan ada banyak kekejaman untuknya jadi aku pikir ini adalah hukuman yang pantas untuk dirinya..''


Deg!!!!!


Damar membeku tak percaya mendengar ucapan Sherin yang egois...


Memang awalnya Damar yang membawa Sherin lari dari rumah sakit, dia berharap duka akibat kehilangan Sherin akan mampu membuat seorang Alex hancur...dan memang Alex tampak berbeda...dan hal itu tentu saja membuat Damar senang pada awalnya namun tak lama..ketika dia memandang si kembar yang harus terpisah dari ayah mereka,..karmna hal itu mengingatkan dirinya akan masa lalunya..


Dulu Damar tak bisa bertemu dengan ayahnya sendiri dan terpisah jauh..karna memang ayahnya Arsenio punya hidupnya sendiri..


''Baiklah....terserah kepadamu Sherin, kau bahkan keras kepala untuk tetap mengurus anak-anakmu sendiri..''


''Aku tidak sendiri Damar, ada kau..ada adikku Jason juga Virgo dan mengenai anakku yang berada di dalam pengasuhan Alex..aku selalu mendoakannya..itu cukup bagiku Damar..''


'Baik..terserah kau saja...oya aku harus pergi...''


''Hati-hati Damar..dan terimakasih untuk segalanya..kau sudah seperti kakakku sendiri..''ucap Sherin tersenyum..


Seorang kakak....?


Damar tersenyum pasrah...dia sudah mencoba mendekati Sherin namun wanita itu langsung memberinya ultimatum sendiri agar menjaga sikap atau Sherin akan pergi jauh..dan Danar memilih mengalah....lagi pula anak Sherin kembar 3 bagaimana kalau besar dan mereka menyerangnya..apalagi ada darah psikopat di dalam diri mereka...Damar memilih mengubur perasaannya...


Damar lalu pergi meninggalkan Sherin sendirian...


Wanita itu lalu kembali masuk ke dalam kamarnya dan menatap kedua bayi kembarnya..


''Kita akan baik-baik saja sayang....kalian percaya pada Mommy kan..''bisik Sherin dengan mata berkaca-kaca....


10 TAHUN KEMUDIAN......

__ADS_1


__ADS_2